<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dzikir &amp; Doa - Tanya Islam</title>
	<atom:link href="https://tanyaislam.com/category/dzikir-doa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tanyaislam.com</link>
	<description>Tanya Jawab Agama Islam dan Konsultasi Syariah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Dec 2025 15:36:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://tanyaislam.com/wp-content/uploads/2026/07/cropped-logo-icon-32x32.png</url>
	<title>Dzikir &amp; Doa - Tanya Islam</title>
	<link>https://tanyaislam.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keutamaan Ayat Kursi</title>
		<link>https://tanyaislam.com/2517/keutamaan-ayat-kursi/</link>
					<comments>https://tanyaislam.com/2517/keutamaan-ayat-kursi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ustadz Dhiaurrahman, Lc]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 03:17:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dzikir & Doa]]></category>
		<category><![CDATA[arti ayat kursi]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi hadis sahih]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi latin]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi lengkap]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi malam hari]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi mp3]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi muroqqi]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi pendek]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi riyadhus shalihin]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi sebelum tidur]]></category>
		<category><![CDATA[ayat kursi terjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir ayat kursi]]></category>
		<category><![CDATA[fadilah ayat kursi]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban ayat kursi]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan ayat kursi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat ayat kursi]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir ayat kursi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tanyaislam.com/?p=2517</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ayat Kursi: Keutamaan, Makna Utama dan Pedoman Praktis Ayat Kursi adalah ayat ke 255 dari Surah al Baqarah: ﴿ اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://tanyaislam.com/2517/keutamaan-ayat-kursi/">Keutamaan Ayat Kursi</a> first appeared on <a href="https://tanyaislam.com">Tanya Islam</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Ayat Kursi: Keutamaan, Makna Utama dan Pedoman Praktis</strong></h2>
<p>Ayat Kursi adalah ayat ke 255 dari Surah al Baqarah:</p>
<p class="arab">﴿ اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ﴾</p>
<p><em>“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa&#8217;at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”</em></p>
<p>Salah satu ulama kontemporer yaitu Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz رحمه الله (w. 1420 H), menukilkan ayat ini disebut sebagai “Ayat teragung dalam Kitab Allah”. [<a href="#_edn1" name="_ednref1">[1]</a>]</p>
<p>Kursi adalah dasar kekuasaan dan simbol kerajaan serta ia menunjukkan kepada ketuhanan yang mutlak. [<a href="#_edn2" name="_ednref2">[2]</a>]</p>
<h3><strong>Makna Utama di Balik Ayat</strong></h3>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin رحمه الله (w. 1421 H) menjelaskan bahwa ayat ini secara ringkas memuat seluruh aspek besar tauhid dan pengajaran utama al Qur-an sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Tauhid Uluhiyyah &amp; Rububiyyah: Ayat ini menegaskan bahwa Allah ﷻ adalah satu-satunya Ilah dan Dia yang Maha Hidup, Yang Memelihara seluruh ciptaan.</li>
<li>Sifat-sifat Allah: ﴿ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ﴾ menunjukkan kehidupan dan keberlangsungan yang sangat-tinggi.</li>
<li>Tidak tertidur/terlena: ﴿ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ﴾ artinya Allah ﷻ tidak terlena atau kehilangan arah pengawasan-</li>
<li>Pengetahuan-Nya meliputi segalanya: ﴿ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ﴾ menunjukkan bahwa ilmu-Nya mencakup masa lalu, kini dan masa depan.</li>
<li>Kekuasaan yang Maha Luas: ﴿ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ﴾ menunjukkan “kursi” kekuasaan-Nya meliputi seluruh langit dan bumi. [<a href="#_edn3" name="_ednref3">[3]</a>]</li>
</ul>
<h3><strong>Keutamaan yang Dipahami Ulama Salaf dan Kontemporer</strong></h3>
<p>Beberapa keutamaan yang sering disebut terkait Ayat Kursi:</p>
<ul>
<li>Disunnahkan membacanya setiap selesai shalat fardhu dan amalan ini merupakan amalan yang istimewa, sebagaimana yang dijelaskan dalam banyak hadits yang derajatnya sampai kepada hasan. [<a href="#_edn4" name="_ednref4">[4]</a>]</li>
<li>Disunnahkan membaca saat hendak tidur agar mendapat perlindungan dari setan. [<a href="#_edn5" name="_ednref5">[5]</a>]</li>
<li>Disunnahkan pula dibaca pada dzikir pagi dan sore hari agar sepanjang hari dilindungi dari gangguan setan. [<a href="#_edn6" name="_ednref6">[6]</a>]</li>
</ul>
<p>Namun demikian adapula beberapa keutamaan yang beredar di masyarakat terkait keutamaan Ayat Kursi ini akan tetapi kita perlu lebih berhati-hati karena sebagiannya berasal dari riwayat-riwayat palsu.</p>
<p><strong>Pedoman Praktis: Kapan dan Bagaimana Membacanya</strong></p>
<p>Berikut panduan praktis berdasarkan ulama salaf:</p>
<ol>
<li>Setelah shalat fardhu (wajib): Membaca Ayat Kursi setelah selesainya shalat dan dzikir wajib, sebagai amalan sunnah. [<a href="#_edn7" name="_ednref7">[7]</a>]</li>
<li>Malam sebelum tidur agar terjaga dari gangguan setan: Sebagaimana riwayat kisah antara Abu Hurairah رضي الله عنه (w. 59 H) dengan Jin Pencuri zakat. [<a href="#_edn8" name="_ednref8">[8]</a>]</li>
<li>Dalam rangkaian dzikir pagi dan sore hari: Agar terlindungi dari setan sepanjang hari. [<a href="#_edn9" name="_ednref9">[9]</a>]</li>
</ol>
<p>Kemudian lebih afdhal dibaca dengan tadabbur akan maknanya, karena ia mengandung tentang sifat-sifat Allah ﷻ yang agung.</p>
<h3><strong>Kesimpulan dan Rekomendasi Amalan</strong></h3>
<p>Ayat al Kursi adalah salah satu ayat paling mulia dalam al Qur-an yang mencakup ringkasan tauhid, sifat-sifat Allah ﷻ yang agung dan kekuasaan-Nya yang melingkupi langit dan bumi. Ulama salaf menekankan pembacaan yang rutin setelah shalat dan sebelum tidur dengan pemahaman makna yang mendalam. Namun, penting untuk membedakan antara keutamaan yang berdasarkan dalil yang kongkrit dengan keutamaan yang tersebar secara populer namun sanadnya lemah.</p>
<p>Lalu ajarkan pula kepada anak-anak atau keluarga bahwa ayat ini adalah pembuka jalan kepada pengenalan Allah ﷻ : siapa Dia, bagaimana sifat-Nya, dan bagaimana kita memohon perlindungan-Nya. Hindari menyebarkan klaim-klaim yang tidak memiliki sanad kuat, agar dakwah kita tetap autentik dan bertanggung-jawab.</p>
<p>Semoga Allah ﷻ menjaga kita dari gangguan setan beserta seluruh makhluknya yang buruk dan menjadikan kita termasuk hamba-hambanya yang selalu memohon pertolongan dan perlindungan hanya kepada-Nya dan bukan kepada selain-Nya.<em> Wallahu a&#8217;lamu bishshawab, washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi washahbihi wasallam, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.</em></p>
<p><a href="#_ednref1" name="_edn1"></a><strong>Refrensi:</strong><br />
[[1]] https://binbaz.org.sa/fatwas/10739/ تفسير-آية-الكرسي-وفضلها.<br />
<a href="#_ednref2" name="_edn2"></a>[[2]] https://www.islamweb.net/ar/fatwa/135452/ما-صح-في-فضل-آية-الكرسي-وما-لم-يصح.<br />
<a href="#_ednref3" name="_edn3"></a>[[3]] https://tafsir.app/ibn-uthaymeen/2/255.<br />
<a href="#_ednref4" name="_edn4"></a>[[4]] https://binbaz.org.sa/fatwas/16661/فضل-قراءة-آية-الكرسي-بعد-الصلاة.<br />
<a href="#_ednref5" name="_edn5"></a>[[5]] HR. Bukhari no. 3275.<br />
<a href="#_ednref6" name="_edn6"></a>[[6]] HR. Al Hakim 1: 562. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 655.<br />
<a href="#_ednref7" name="_edn7"></a>[[7]] HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban.<br />
<a href="#_ednref8" name="_edn8"></a>[[8]] HR. Bukhari no. 2311.<br />
<a href="#_ednref9" name="_edn9"></a>[[9]] Ibid. (Sumber yang sama dengan catatan no. 6).</p><p>The post <a href="https://tanyaislam.com/2517/keutamaan-ayat-kursi/">Keutamaan Ayat Kursi</a> first appeared on <a href="https://tanyaislam.com">Tanya Islam</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tanyaislam.com/2517/keutamaan-ayat-kursi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Doa Ta&#8217;awwudz : Bacaan dan Kapan Waktu Membacanya</title>
		<link>https://tanyaislam.com/2463/rahasia-doa-taawwudz-bacaan-dan-kapan-waktu-membacanya/</link>
					<comments>https://tanyaislam.com/2463/rahasia-doa-taawwudz-bacaan-dan-kapan-waktu-membacanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ustadz Dhiaurrahman, Lc]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 05:48:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dzikir & Doa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tanyaislam.com/?p=2463</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lebih dari Sekadar Doa: Mengungkap Rahasia dan Waktu Pembacaan Ta&#8217;awwudz sebagai Perisai Spiritual Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba&#8217;du. Seringkali kita hanya membaca ta&#8217;awwudz sebelum melantunkan ayat Al-Qur&#8217;an. Namun, tahukah Anda bahwa sunnah Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk mengamalkan ta&#8217;awwudz  sebagai perisai spiritual di berbagai aspek kehidupan? Insyaallah kita akan mempelajari bersama dalil-dalil sahih dari Al-Qur&#8217;an dan Hadits untuk membongkar rahasia di balik bacaan yang mungkin selama ini kita anggap sepele. Definisi Ta&#8217;awwudz Secara linguistik, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://tanyaislam.com/2463/rahasia-doa-taawwudz-bacaan-dan-kapan-waktu-membacanya/">Rahasia Doa Ta’awwudz : Bacaan dan Kapan Waktu Membacanya</a> first appeared on <a href="https://tanyaislam.com">Tanya Islam</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Lebih dari Sekadar Doa: Mengungkap Rahasia dan Waktu Pembacaan Ta&#8217;awwudz sebagai Perisai Spiritual</strong></h3>
<p><em>Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba&#8217;du.</em></p>
<p>Seringkali kita hanya membaca <em>ta&#8217;awwudz</em> sebelum melantunkan ayat Al-Qur&#8217;an. Namun, tahukah Anda bahwa sunnah Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk mengamalkan <em>ta&#8217;awwudz</em>  sebagai perisai spiritual di berbagai aspek kehidupan?</p>
<p><em>Insyaallah </em>kita akan mempelajari bersama dalil-dalil sahih dari Al-Qur&#8217;an dan Hadits untuk membongkar rahasia di balik bacaan yang mungkin selama ini kita anggap sepele.</p>
<h3><strong>Definisi Ta&#8217;awwudz</strong></h3>
<p>Secara linguistik, kata <em>isti’adzah</em> berasal dari kata dasar<em> `adza-ya`udzu</em> yang berarti ‘berlindung’ atau ‘memohon perlindungan’. Oleh karena itu, seseorang yang mengucapkan <em>Ta’awwudz</em> pada hakikatnya sedang meminta perlindungan dari Allah ﷻ agar membentengi dirinya dari segala bisikan dan gangguan setan yang merupakan musuh nyata bagi manusia.</p>
<p>Imam Ibnu Katsir رحمه الله (w. 774 H) mendefinisikan <em>isti&#8217;adzah</em> sebagai:</p>
<p class="arab">الِالْتِجَاءُ إِلَى اللهِ وَالِالْتِصَاقُ بِجَانِبِهِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ.</p>
<p>“Berlindung dan bersandar kepada Allah, mendekat kepada-Nya, dari keburukan setiap makhluk yang memiliki keburukan.” (<em>Tafsir Al Quran Al ‘Azhim</em>, 1/114, cet. Dar Thayyibah, Riyadh).</p>
<p>Artinya yang <em>ta&#8217;awwudz</em> atau<em> isti’adzah</em> ialah merupakan permintaan kepada Allah ﷻ agar dilindungi dari gangguan setiap makhluknya yang bisa memberikan pengaruh buruk terhadap diri kita.</p>
<h3><strong>Dalil Disyari&#8217;atkannya Ta&#8217;awwudz</strong></h3>
<p>Banyak dalil yang menunjukkan bahwa <em>ta’awwudz </em>ini termasuk ibadah yang disyari&#8217;atkan dan bukan hanya sekadar kebiasaan dan tradisi biasa. Diantaranya ia diperintahkan untuk dilaksanakan sebagai rangkaian dari suatu ibadah yang sangat mulia seperti membaca Al Quran, sebagaimana firman Allah ﷻ:</p>
<p class="arab">﴿ فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ﴾</p>
<p><em>“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”</em> (QS. An Nahl: 98)</p>
<p>Berikutnya firman Allah ﷻ lainnya yang memerintahkan agar kita meminta perlindungan kepada-Nya setiap datang gangguan dari setan:</p>
<p class="arab">﴿ وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَّمِيعٌ عَلِيمٌ ﴾</p>
<p><em>“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”</em> (QS. Al A’raf: 200)</p>
<p>Kemudian hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Sulaiman bin Surad رضي الله عنه, beliau menceritakan bahwasanya ada 2 orang yang sedang berselisih di sisi Rasulullah ﷺ sampai memerah muka mereka, melihat hal itu Rasulullah ﷺ ber-komentar:</p>
<p class="arab">»إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ«</p>
<p><em>“Sungguh, aku mengetahui satu kalimat yang jika dia mengucapkannya, niscaya akan hilang apa yang dia rasakan: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”</em> (HR. Bukhari no. 6048 dan Muslim no. 2610)</p>
<p>Dengan demikian, maka jangan kita remehkan kegiatan <em>ta’awwudz</em> ini, karena walaupun ia terlihat sederhana, akan tetapi ia mengandung manfaat yang luar biasa bagi kita dan merupakan salah satu bentuk penghambaan kita kepada Dzat yang Maha Mencipta dan Maha Melindungi segala sesuatu.</p>
<h3><strong>Beberapa Variasi Kalimat <em>Ta’awwudz </em>Sesuai Sunnah</strong></h3>
<p>Kalimat <em>isti’adzah</em> atau <em>ta’awwudz</em> memiliki beberapa redaksi yang berbeda-beda sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi ﷺ, berikut beberapa contohnya:</p>
<ol>
<li>Kalimat <em>ta’awwudz </em>yang dasar:</li>
</ol>
<p class="arab">أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p>“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk” (berdasarkan firman Allah ﷻ pada QS. An Nahl: 98)</p>
<ol start="2">
<li>Diriwayatkan dalam konteks permulaan shalat (<em>Istiftah</em>), dimana Nabi ﷺ menambah penyebutan sifat Allah ﷻ, <em>As Sami&#8217;</em> (Maha Mendengar) dan <em>Al &#8216;Alim</em> (Maha Mengetahui):</li>
</ol>
<p class="arab">أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p>“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk.” (berdasarkan hadits riwayat <em>Sunan Abu Dawud</em>, Kitab Shalat, no. 764 dan <em>Jami&#8217; At Tirmidzi</em>, Kitab Shalat, no. 242, dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri رضي الله عنه)</p>
<ol start="3">
<li>Para ulama tafsir dan hadis juga menyebutkan variasi yang lebih panjang yang mencakup tiga jenis gangguan setan: <em>hamz</em> (godaan), <em>nafkh</em> (tiupan kuat), dan <em>nafts</em> (hembusan lembut):</li>
</ol>
<p class="arab">أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ</p>
<p>“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dari <em>hamz</em>-nya (bisikannya), <em>nafkh</em>-nya (tiupannya), dan <em>nafts</em>-nya (hembusannya).” (berdasarkan <em>Musnad Ahmad</em>, Kitab Musnad Syamiyyin no. 16584 dan <em>Sunan Ibnu Majah</em>, Kitab Adab no. 2826, dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri رضي الله عنه)</p>
<h3><strong>Beberapa Keadaan yang Disunnahkan untuk Berta’awwudz</strong></h3>
<p>Berikut ialah beberapa keadaan yang kita disunnahkan didalamnya untuk ber-<em>ta’awwudz</em>, ada diantaranya menggunakan redaksi <em>isti’adzah </em>yang khusus:</p>
<ol>
<li><strong>Saat akan membaca Al Quran,</strong> Allah  ﷻ berfirman:</li>
</ol>
<p class="arab">﴿فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ﴾</p>
<p><em>“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”</em> (QS. An Nahl: 98).</p>
<ol start="2">
<li><strong>Ketika marah,</strong> dari oleh Sulaiman bin Surad رضي الله عنه, beliau menceritakan bahwasa-nya ada 2 orang yang sedang berselisih di sisi Rasulullah ﷺ sampai memerah muka mereka, melihat hal itu Rasulullah ﷺberkomentar:</li>
</ol>
<p class="arab">»إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ«</p>
<p><em>“Sungguh, aku mengetahui satu kalimat yang jika dia mengucapkannya, niscaya akan hilang apa yang dia rasakan: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”</em> (HR. Bukhari no. 6048 dan Muslim no. 2610).</p>
<ol start="3">
<li><strong>Ketika kekhusyu’an shalatnya terganggu, </strong>dari ‘Utsman bin Abil ‘Ash رضي الله عنه, dia mendatangi Nabi ﷺ dan berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, sungguh setan telah menghalangi antara aku dengan shalatku dan bacaanku, ia membuatku ragu.&#8221; Maka Rasulullah ﷺ bersabda:</li>
</ol>
<p class="arab">« ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلاَثًا«</p>
<p><em>“Itulah setan yang bernama Khanzab. Apabila kamu merasakannya, berlindunglah kepada Allah darinya, dan meludahlah sedikit ke arah kirimu tiga kali.”</em> (HR. Muslim, Kitab Salam, no. 2203).</p>
<ol start="4">
<li><strong>Ketika masuk kamar mandi atau toilet,</strong> dari Anas bin Malik رضي الله عنه, beliau bercerita:</li>
</ol>
<p class="arab">كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الخَلاَءَ قَالَ: « <strong>اللَّهُمَّ</strong> <strong>إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ</strong>«</p>
<p><em>“Apabila Nabi </em><em>ﷺ</em> <em>masuk ke toilet (tempat buang hajat), beliau berdoa: <strong>((Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan jantan dan setan betina))</strong>.</em><em>”</em> (HR. Bukhari, Kitab Wudhu&#8217;, no. 142 dan Muslim, Kitab Haid, no. 375)</p>
<ol start="5">
<li><strong>Sebelum berhubungan suami-istri,</strong> dari ‘Abdullah bin ‘Abbas رضي الله عنهما beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda,</li>
</ol>
<p class="arab">« لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ: <strong>بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا</strong>، فَإِنْ قُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ أَبَدًا«</p>
<p><em>“Seandainya salah seorang dari kalian ketika ingin mendatangi istrinya (berhubungan intim) membaca: <strong>((Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami))</strong>, maka jika ditetapkan bagi keduanya seorang anak, setan tidak akan membahayakannya selamanya.”</em> (HR. Bukhari, Kitab Permulaan Penciptaan, no. 3271 dan Muslim, Kitab Nikah, no. 1434).</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Dari materi diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><em>Ta’awwudz</em> atau <em>isti’adzah</em> termasuk ibadah yang disyari’atkan dan sangat ditekankan, walaupun ia terlihat sangat sederhana;</li>
<li>Adanya kalimat <em>isti’adzah</em> ini menegaskan agar kita tidak boleh sombong terhadap musuh utama manusia yaitu setan dan selalu mendekatkan diri kepada Allah ﷻ serta selalu memohon perlindungan-Nya;</li>
<li>Ia memiliki beberapa redaksi yang sesuai sunnah yang umumnya bisa digunakan untuk berbagai keadaan, kecuali beberapa redaksi yang dikhususkan untuk keadaan tertentu.</li>
</ol>
<p><em>Wallahu a&#8217;lamu bishshawab, washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa alihi washahbihi wasallam, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.</em></p><p>The post <a href="https://tanyaislam.com/2463/rahasia-doa-taawwudz-bacaan-dan-kapan-waktu-membacanya/">Rahasia Doa Ta’awwudz : Bacaan dan Kapan Waktu Membacanya</a> first appeared on <a href="https://tanyaislam.com">Tanya Islam</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tanyaislam.com/2463/rahasia-doa-taawwudz-bacaan-dan-kapan-waktu-membacanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
