<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>balasan orang bertakwa - Tanya Islam</title>
	<atom:link href="https://tanyaislam.com/tag/balasan-orang-bertakwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tanyaislam.com</link>
	<description>Tanya Jawab Agama Islam dan Konsultasi Syariah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 00:15:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Tafsir Surat An-Naba’ 31</title>
		<link>https://tanyaislam.com/3044/tafsir-surat-an-naba-31/</link>
					<comments>https://tanyaislam.com/3044/tafsir-surat-an-naba-31/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ustadz Dhiaurrahman, Lc]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 00:12:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[An-Naba']]></category>
		<category><![CDATA[ayat tentang surga]]></category>
		<category><![CDATA[balasan orang bertakwa]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah islam]]></category>
		<category><![CDATA[kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kajian tafsir al quran]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan takwa]]></category>
		<category><![CDATA[pahala bagi orang bertakwa]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran iman]]></category>
		<category><![CDATA[surat an naba]]></category>
		<category><![CDATA[surga dalam al quran]]></category>
		<category><![CDATA[tadabbur quran]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir al quran]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir an naba ayat 31]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir juz amma]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir surat an naba 31]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tanyaislam.com/?p=3044</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tafsir Ringkas Qur-an Surah an Naba’: 31 Bismillah walhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba&#8217;du. Allah ﷻ berfirman: ﴾ إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿ “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.” [QS. an Naba’: 31] Setelah Allah ﷻ menggambarkan nasib mengerikan orang-orang yang durhaka, Al-Qur’an langsung mengalihkan perhatian kepada kelompok yang berlawanan: orang-orang yang bertakwa. Peralihan ini bukan sekadar kontras, tetapi penegasan bahwa jalan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://tanyaislam.com/3044/tafsir-surat-an-naba-31/">Tafsir Surat An-Naba’ 31</a> first appeared on <a href="https://tanyaislam.com">Tanya Islam</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Tafsir Ringkas Qur-an Surah an Naba’: 31</strong></h2>
<p><em>Bismillah walhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba&#8217;du.</em></p>
<p>Allah <strong>ﷻ</strong> berfirman:</p>
<p class="arab">﴾ إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿</p>
<p><em>“</em><em>Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan</em><em>.”</em> [QS. an Naba’: 31]</p>
<p>Setelah Allah ﷻ menggambarkan nasib mengerikan orang-orang yang durhaka, Al-Qur’an langsung mengalihkan perhatian kepada kelompok yang berlawanan: orang-orang yang bertakwa. Peralihan ini bukan sekadar kontras, tetapi <strong>penegasan bahwa jalan keselamatan itu nyata dan bisa diraih</strong>.</p>
<h3><strong>Keselamatan Nyata dari Neraka</strong></h3>
<p>Imam ath Thabari رحمه الله (w. 310 H) berkata:</p>
<p class="arab">إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَنْجًى مِنَ النَّارِ إِلَى الْجَنَّةِ، وَمُخْلَصًا مِنْهَا لَهُمْ إِلَيْهَا، وَظَفَرًا بِمَا طَلَبُوا</p>
<p>“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa terdapat jalan keselamatan dari neraka menuju surga, serta tempat keluar yang menyelamatkan mereka darinya menuju ke sana, dan kemenangan dalam memperoleh apa yang mereka harapkan.” (<em>Jami‘ Al Bayan Fi Ta’wil Ay Al Qur-an</em>, 24/37, cet. Dar Hajar, Kairo).</p>
<p>Tafsir ini semakna dengan penjelasan dari Mujahid رحمه الله (w. 104 H), Qatadah رحمه الله (w. 117 H) dan Ibnu ‘Abbasرضي الله عنها  (w. 68 H). (lihat: <em>Jami‘ Al Bayan Fi Ta’wil Ay Al Qur-an</em>, 24/37, cet. Dar Hajar, Kairo).</p>
<p>“Mafaza” bukan sekadar <strong>tempat enak</strong>, tetapi merupakan bentuk proses kemenangan bagi orang yang bertaqwa: selamat dan keluar dari neraka, lalu berhasil masuk surga.</p>
<h3><strong>Mengapa Disebut “Mafazan”?</strong></h3>
<p>Imam al Qurthubi <strong>رحمه الله</strong>  (w. 671 H) menjelaskan:</p>
<p class="arab">ذَكَرَ جَزَاءَ مَنْ اتَّقَى مُخَالَفَةَ أَمْرِ اللَّهِ «مَفَازًا»، أَيْ مَوْضِعَ فَوْزٍ وَنَجَاةٍ وَخَلَاصٍ مِمَّا فِيهِ أَهْلُ النَّارِ، وَلِذَلِكَ قِيلَ لِلْفَلَاةِ إِذَا قَلَّ مَاؤُهَا: «مَفَازَةٌ»، تَفَاؤُلًا بِالْخَلَاصِ مِنْهَا.</p>
<p>“Ia menyebutkan balasan bagi orang yang menjaga diri dari menyelisihi perintah Allah <em>“mafazan”</em> yaitu tempat kemenangan, keselamatan, dan kebebasan dari keadaan yang dialami oleh para penghuni neraka. Oleh karena itu, padang sahara yang sedikit airnya disebut <em>“mafazah”</em> sebagai bentuk optimisme akan keselamatan darinya.” (<em>Al Jami‘ Li Ahkam Al Qur-an</em>, 19/182, cet. Dar Alam Al Kutub, Riyadh).</p>
<p>Kata <em>mafazan</em> mengandung <strong>optimisme</strong>, bahkan di tempat yang tampak mematikan (padang pasir), orang Arab tetap menamainya dengan harapan dan optimisme akan keselamatan darinya.</p>
<h3><strong>Tempat Nikmat atau Proses Selamat?</strong></h3>
<p>Imam Ibnu Katsir  <strong>رحمه الله </strong>(w. 774 H) mengatakan:</p>
<p class="arab">يَقُولُ تَعَالَى مُخْبِرًا عَنِ السُّعَدَاءِ وَمَا أَعَدَّ لَهُمْ مِنَ الْكَرَامَةِ وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ، فَقَالَ ﴿إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا﴾، قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَالضَّحَّاكُ مُنْتَزَهًا، وَقَالَ مُجَاهِدٌ وَقَتَادَةُ فَازُوا فَنَجَوْا مِنَ النَّارِ، وَالْأَظْهَرُ قَوْلُ ابْنِ عَبَّاسٍ</p>
<p>“Allah Ta‘ala mengabarkan tentang orang-orang yang berbahagia dan apa yang Dia siapkan bagi mereka berupa kemuliaan dan kenikmatan yang kekal. Maka Dia berfirman: <em>“</em><em>Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan</em><em>.”</em> Ibnu ‘Abbasرضي الله عنها  (w. 68 H) dan Adh-Dhahhak <strong>رحمه الله</strong> (w. 105 H) berkata, “Yaitu tempat bersenang-senang.” Mujahid رحمه الله (w. 104 H), Qatadah رحمه الله (w. 117 H) berkata, “Mereka memperoleh kemenangan sehingga selamat dari neraka.” Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat Ibnu ‘Abbasرضي الله عنها  (w. 68 H).” (<em>Tafsir Al Quran Al ‘Azhim,</em> 8/307, cet. Dar Thayyibah, Riyadh).</p>
<p>Ada dua sudut pandang yang dinukilkan oleh Imam Ibnu Katsir  <strong>رحمه الله </strong>(w. 774 H):</p>
<ol>
<li><strong>Hasil Akhir   :</strong> tempat kenikmatan</li>
<li><strong>Proses           :</strong> selamat dari neraka</li>
</ol>
<p>Dan beliau <strong>رحمه الله</strong> menguatkan: <strong>hasil akhir lebih dominan</strong>.</p>
<h3><strong>Siapa Itu Orang Bertakwa?</strong></h3>
<p>Syaikh as Sa‘di<strong>  </strong><strong>رحمه الله </strong>(w. 1376 H) menjelaskan:</p>
<p class="arab">لَمَّا ذَكَرَ حَالَ الْمُجْرِمِينَ، ذَكَرَ مَآلَ الْمُتَّقِينَ، فَقَالَ: ﴿إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا﴾، أَيْ: الَّذِينَ اتَّقَوْا سَخَطَ رَبِّهِمْ بِالتَّمَسُّكِ بِطَاعَتِهِ، وَالِانْكِفَافِ عَنْ مَعْصِيَتِهِ، فَلَهُمْ مَفَازٌ وَمَنْجًى، وَبُعْدٌ عَنِ النَّارِ</p>
<p>“Ketika disebutkan keadaan orang-orang yang berdosa, disebutkan pula tempat kembali orang-orang yang bertakwa, Karenanya Dia berfirman, <em>“</em><em>Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan</em><em>.”</em>. Yaitu mereka yang menjaga diri dari kemurkaan Tuhan mereka dengan berpegang teguh pada ketaatan kepada-Nya dan menahan diri dari kemaksiatan. Maka bagi mereka kemenangan, keselamatan, dan jarak dari neraka.” (<em>Taysir Al Karim Ar Rahman Fi Tafsir Kalam Al Mannan</em>, hlm. 1072, cet. Dar Ibn Al Jauzi, Dammam).</p>
<p><strong>Kemenangan sejati hanya diraih oleh orang yang bertakwa</strong>, yaitu mereka yang menjaga diri dari murka Allah dengan cara:</p>
<ul>
<li>Istiqamah dalam ketaatan;</li>
<li>Menjauhi kemaksiatan.</li>
</ul>
<p>Balasan bagi mereka bukan sekadar kenikmatan surga, tetapi juga keselamatan dari neraka dan keamanan dari azab Allah.</p>
<p>Makna ﴿إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا﴾ adalah kemenangan sempurna bagi orang-orang bertakwa yaitu selamat dari neraka, dijauhkan dari azab Allah, dan dimasukkan ke dalam surga penuh kenikmatan. Kemenangan ini diraih dengan istiqamah dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.</p>
<p>Dengan demikian, takwa bukan sekadar identitas atau pengakuan, tetapi jalan menuju kemenangan terbesar di sisi Allah ﷻ.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lamu bishshawab, washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa alihi washahbihi wasallam, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.</em></p><p>The post <a href="https://tanyaislam.com/3044/tafsir-surat-an-naba-31/">Tafsir Surat An-Naba’ 31</a> first appeared on <a href="https://tanyaislam.com">Tanya Islam</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tanyaislam.com/3044/tafsir-surat-an-naba-31/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
