<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>belajar zakat pertanian - Tanya Islam</title>
	<atom:link href="https://tanyaislam.com/tag/belajar-zakat-pertanian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tanyaislam.com</link>
	<description>Tanya Jawab Agama Islam dan Konsultasi Syariah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Nov 2025 15:33:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Zakat Tanaman dan Buah-buahan</title>
		<link>https://tanyaislam.com/2506/zakat-tanaman-dan-buah-buahan/</link>
					<comments>https://tanyaislam.com/2506/zakat-tanaman-dan-buah-buahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 06:24:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[cara hitung zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[hukum zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[kajian zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[nisab zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[perhitungan zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[syarat zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[zakat buah buahan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat hasil kebun]]></category>
		<category><![CDATA[zakat hasil panen]]></category>
		<category><![CDATA[zakat hasil tani]]></category>
		<category><![CDATA[zakat jagung]]></category>
		<category><![CDATA[zakat padi]]></category>
		<category><![CDATA[zakat panen jagung]]></category>
		<category><![CDATA[zakat panen padi]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian 10 persen]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian 5 persen]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian ammi nur baits]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian lengkap]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian menurut sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian modern]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian sesuai sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[zakat pertanian ustadz]]></category>
		<category><![CDATA[zakat sawah]]></category>
		<category><![CDATA[zakat tanaman pangan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat tani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://tanyaislam.com/?p=2506</guid>

					<description><![CDATA[<p>Zakat Tanaman dan Buah-buahan Zakat adalah kewajiban yang telah Allah ﷻ tetapkan atas orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang fakir. Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ telah menjelaskan secara rinci segala sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban mulia ini, agar tidak ada pihak yang dirugikan—baik si kaya maupun si miskin. Salah satu jenis zakat yang diwajibkan adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://tanyaislam.com/2506/zakat-tanaman-dan-buah-buahan/">Zakat Tanaman dan Buah-buahan</a> first appeared on <a href="https://tanyaislam.com">Tanya Islam</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Zakat Tanaman dan Buah-buahan</strong></h2>
<p>Zakat adalah kewajiban yang telah Allah ﷻ tetapkan atas orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang fakir. Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ telah menjelaskan secara rinci segala sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban mulia ini, agar tidak ada pihak yang dirugikan—baik si kaya maupun si miskin.</p>
<p>Salah satu jenis zakat yang diwajibkan adalah zakat tanaman dan buah-buahan, yaitu hasil pertanian berupa biji-bijian dan buah yang dapat dimakan dan disimpan seperti gandum, jelai (syair), kurma, dan kismis.</p>
<p>Sebagaimana firman Allah ﷻ:</p>
<p class="arab">(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ‌أَنْفِقُوا ‌مِنْ ‌طَيِّبَاتِ ‌مَا ‌كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ)</p>
<p><em>“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”</em><br />
(QS. Al-Baqarah [2]: 267)</p>
<p>Ayat ini menjadi dasar besar bagi para ulama dalam menetapkan kewajiban zakat atas hasil bumi seperti tanaman, logam, dan harta karun, sebagaimana dijelaskan oleh al-Qurṭubī dalam <em>Tafsīr al-Qurṭubī</em> (jilid 3, hal. 321).</p>
<p>Rasulullah ﷺ bersabda:</p>
<p class="arab"><strong>(لَيْسَ فِيْمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ، وَلَيْسَ فِيْمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ صَدَقَةٌ، وَلَيْسَ فِيْمَا دُونَ خَمْسِ أَوْسُقٍ صَدَقَةٌ)</strong></p>
<p><em>“Tidak ada zakat pada perak kurang dari lima uqiyah, tidak ada zakat pada unta kurang dari lima ekor, dan tidak ada zakat pada hasil pertanian kurang dari lima wasaq.”</em><br />
(HR. al-Bukhārī no. 1405 dan Muslim no. 979)</p>
<p><strong>Jenis Tanaman yang Wajib Dizakati</strong></p>
<p>Menurut jumhur (mayoritas) ulama, kewajiban zakat pada hasil pertanian hanya berlaku pada empat jenis tanaman utama, yaitu:</p>
<ul>
<li>Gandum (الحنطة)</li>
<li>Jelai / syair (الشعير)</li>
<li>Kurma (التمر)</li>
<li>Kismis / anggur kering (الزبيب)</li>
</ul>
<p>Para ulama salaf dan khalaf telah sepakat bahwa zakat wajib atas empat jenis hasil bumi ini, sebagaimana dinukilkan oleh Ibnul Mundzir, Ibn ‘Abdil Barr, Ibn Rusyd, dan asy-Syinqīṭī — disebutkan dalam <em>al-Mughnī</em> karya Ibn Qudāmah (jilid 3, hal. 3), <em>Bidāyat al-Mujtahid</em> (jilid 1, hal. 250–251), dan <em>Aḍwā’ al-Bayān</em> (jilid 1, hal. 495).</p>
<p>Dalilnya di antaranya adalah hadis riwayat Ibn Mājah (no. 1815):</p>
<p>Dari ‘Amr bin Syu‘aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata:</p>
<p class="arab">عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جدّه، قال: إنما سنّ رسول اللَّه &#8211; صلى اللَّه عليه وسلم &#8211; ‌الزكاة ‌في ‌هذه ‌الخمسة: الحنطة، والشعير، والتمر، والزبيب، والذرة&#8221;</p>
<p><em>“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ menetapkan zakat hanya pada lima jenis hasil bumi: gandum, jelai, kurma, kismis, dan jagung.”</em></p>
<p>Hadis ini diperkuat pula oleh riwayat al-Ḥākim, al-Bayhaqī, dan ath-Ṭabarānī dari Abu Mūsā dan Mu‘ādz ketika Rasulullah ﷺ mengutus keduanya ke Yaman untuk mengajarkan agama. Beliau bersabda:</p>
<p class="arab">(لَا تَأْخُذِ الصَّدَقَةَ إِلَّا مِنْ هَذِهِ الْأَرْبَعَةِ: الشَّعِيرِ، وَالْحِنْطَةِ، وَالزَّبِيبِ، وَالتَّمْرِ)</p>
<p><em>“Janganlah kamu mengambil zakat kecuali dari empat jenis ini: jelai, gandum, kismis, dan kurma.”</em> Al-Bayhaqī berkata: <em>“Para perawi hadis ini tsiqah dan sanadnya bersambung.”</em> Sedangkan al-Haitsami mengatakan: <em>“Perawinya adalah para perawi kitab ash-shahih.”</em></p>
<p>Berdasarkan hal ini, maka tidak wajib zakat atas tanaman selain empat jenis tersebut menurut pendapat jumhur ulama, termasuk sayur-sayuran, buah segar, dan jenis tanaman lain yang tidak masuk ke dalam kategori empat tersebut.</p>
<p class="arab">قال البهوتي رحمه الله: &#8221; وَتَجِبُ الزَّكَاةُ فِي كُلِّ ثَمَرٍ يُكَالُ وَيُدَّخَرُ ، كَالتَّمْرِ وَالزَّبِيبِ وَاللَّوْزِ وَالْفُسْتُقِ وَالْبُنْدُقِ &#8221; انتهى .</p>
<p><strong>Al-Buhūtī</strong> رحمه الله berkata dalam <em>Kasyyāf al-Qinā‘</em> (2/205):</p>
<p><em>“Zakat wajib pada setiap buah yang dapat ditakar dan disimpan, seperti kurma, kismis, kacang almond, pistachio, dan hazelnut.”</em></p>
<p class="arab">وقال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله: &#8221; الحبوب والثمار تجب فيها الزكاة ، بشرط أن تكون مكيلة مدخرة ، فإن لم تكن كذلك ، فلا زكاة فيها &#8221; انتهى .</p>
<p><strong>Syaikh Ibn ‘Utsaimīn</strong> رحمه الله berkata dalam <em>asy-Syarḥ al-Mumti‘</em> (6/70):</p>
<p><em>“Zakat pada biji-bijian dan buah-buahan diwajibkan dengan syarat bahwa hasil itu dapat ditakar dan dapat disimpan. Jika tidak dapat ditakar atau tidak dapat disimpan, maka tidak ada zakat atasnya.”</em></p>
<p><strong>Syarat Wajib Zakat</strong></p>
<ul>
<li><strong>Nishab (batas minimal zakat):</strong><br />
Untuk wajibnya zakat pada <strong>biji-bijian</strong> serta <strong>buah-buahan yang dapat ditakar dan disimpan</strong>, disyaratkan harus <strong>mencapai nishab</strong> (batas minimal zakat).</li>
</ul>
<p>Nishabnya adalah <strong>lima wasaq</strong>, berdasarkan hadis dari <strong>Abu Sa‘īd al-Khudrī</strong> رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ bersabda:</p>
<p class="arab">(لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ صَدَقَةٌ)</p>
<p><em>“Tidak ada zakat pada hasil pertanian yang kurang dari lima wasaq.”</em><br />
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)</p>
<p>Satu <strong>wasaq</strong> setara dengan <strong>enam puluh sha‘</strong>, maka jika dihitung:<br />
5 × 60 = <strong>300 sha‘</strong> dengan ukuran sha‘ Nabi ﷺ.</p>
<p>Sedangkan satu <strong>sha‘</strong> sama dengan <strong>empat mudd</strong>, sehingga jika dikalikan:<br />
300 × 4 = <strong>1.200 mudd</strong>.</p>
<p>Dalam ukuran modern (menurut perbedaan pendapat dalam mengukur berat satu sha‘), sebagian ulama memperkirakan satu sha‘ sekitar <strong>2,158 kg</strong>, sehingga total nishabnya sekitar <strong>647 kilogram</strong>.</p>
<p>Hal ini sebagai bentuk kehati-hatian dan agar tidak mengurangi hak fakir miskin, digunakan ukuran <strong>yang lebih kecil</strong>, yaitu <strong>sekitar 647 kilogram</strong> sebagai batas minimal wajib zakat.</p>
<ul>
<li><strong>Waktu wajib zakat:</strong><br />
Zakat pada <strong>biji-bijian</strong> diwajibkan ketika bijinya <strong>mulai mengeras</strong>, dan pada <strong>buah-buahan</strong> ketika <strong>tampak tanda-tanda masaknya</strong> (<em>badūw aṣ-ṣalāḥ</em>). Pada saat itulah hasil tersebut dianggap <strong>layak dimakan dan dijadikan makanan pokok</strong>. Berdasarkan hal ini:</li>
<li>Jika seseorang <strong>menjual biji-bijian setelah mengeras</strong>, atau <strong>menjual buah setelah tampak tanda-tanda masaknya</strong><strong>,</strong> maka <strong>zakatnya tetap wajib</strong> dan tidak gugur.</li>
<li>Adapun jika ia <strong>menjual atau memetiknya sebelum</strong> biji mengeras atau sebelum buah menunjukkan tanda kematangan, maka <strong>zakat tidak wajib</strong></li>
</ul>
<p>Namun semua itu <strong>dengan syarat</strong> bahwa perbuatan tersebut <strong>bukan bertujuan untuk lari dari kewajiban zakat</strong>.</p>
<p>Hal ini berdasarkanFirman Allah ﷻ:</p>
<p class="arab">(كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ ‌وَآتُوا ‌حَقَّهُ ‌يَوْمَ ‌حَصَادِهِ)</p>
<p><em>“Makanlah dari buahnya ketika telah berbuah, dan tunaikanlah haknya (zakatnya) pada hari panennya.”</em> (QS. al-An‘ām [6]: 141)</p>
<ul>
<li><strong>Kepemilikan:</strong><br />
Tanaman harus berasal dari tanah milik seorang muslim yang wajib zakat, baik dimiliki sendiri atau bersama orang lain.</li>
</ul>
<p><strong>Kadar Zakat</strong></p>
<p>Para ulama sepakat bahwa zakat tanaman dan buah-buahan dibedakan berdasarkan cara pengairannya:</p>
<ul>
<li>Jika disirami oleh air hujan, sungai, atau mata air tanpa alat dan biaya tambahan → wajib zakat 10% (sepersepuluh).</li>
<li>Jika disirami dengan alat, tenaga, atau biaya tambahan seperti pompa, sumur, atau sistem irigasi buatan → wajib zakat 5% (setengah dari sepersepuluh).</li>
</ul>
<p>Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ:</p>
<p class="arab">)فِيمَا ‌سَقَتِ ‌السَّمَاءُ ‌وَالْعُيُونُ ‌الْعُشْرُ، ‌وَفِيمَا ‌سُقِيَ ‌بِالنَّضْحِ ‌نِصْفُ ‌الْعُشْرِ)</p>
<p><em>“Pada hasil tanaman yang disirami air hujan atau mata air zakatnya sepersepuluh, sedangkan yang disirami dengan tenaga atau alat zakatnya setengah dari sepersepuluh.”</em> (HR. al-Bukhārī no. 1388, Muslim no. 1630, dan at-Tirmiżī no. 578)</p>
<p>Hadis ini menjelaskan perbedaan antara tanaman yang tumbuh dengan pengairan alami tanpa biaya (seperti hujan dan sungai) yang dikenai zakat <strong>10%</strong>, dan tanaman yang disirami dengan alat atau biaya (seperti pompa atau irigasi modern) yang dikenai zakat <strong>5%</strong>.</p>
<p>Pendapat ini merupakan pendapat jumhur ulama, sementara mazhab Ḥanafiyyah dan yang sejalan dengan mereka berpendapat bahwa setiap tanaman yang disirami dengan mesin atau biaya berbayar, zakatnya setengah dari sepersepuluh<strong> (5%)</strong>. (Lihat: <em>al-Mughnī</em> karya Ibn Qudāmah, jilid 2 hal. 698, dan <em>al-Muḥallā</em> karya Ibn Ḥazm, jilid 5 hal. 256)</p>
<p>Para ulama juga menjelaskan bahwa tanaman yang disirami <strong>dengan biaya</strong> dan juga <strong>tanpa biaya</strong>, jika <strong>kedua jenis pengairan itu sama banyaknya</strong><strong>,</strong> maka kadar zakatnya dihitung berdasarkan <strong>pengairan yang lebih memberikan manfaat dan pertumbuhan</strong>. Apabila tidak diketahui mana dari keduanya yang lebih bermanfaat, maka <strong>dikeluarkan zakat satu persepuluh (</strong><strong>10%),</strong> agar benar-benar keluar dari tanggungan kewajiban secara yakin. Sebab hukum asalnya memang <strong>wajib sepersepuluh</strong>.</p>
<p>Dan jika tanaman disiram <strong>dengan biaya setengah waktu</strong>, dan <strong>tanpa biaya setengah waktu lainnya</strong>—misalnya enam bulan dengan biaya dan enam bulan tanpa biaya—maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah <strong>tiga perempat dari sepersepuluh (7,5%)</strong></p>
<p>Adapun hikmah dibedakan nya berdasarkan cara pengairannya sebagaimana yang disampaikan  Syaikh Ibn ‘Utsaimin رحمه الله berkata dalam <em>asy-Syarḥ al-Mumti‘</em> (6/77):</p>
<p><em>“Hikmah dari ketentuan ini adalah bahwa pengeluaran (biaya) pada tanaman yang diairi dengan usaha dan biaya itu </em><strong>lebih banyak</strong><em>, sedangkan pada tanaman yang diairi tanpa biaya itu </em><strong>lebih sedikit</strong><em>. Maka syariat memperhatikan adanya biaya dan pengeluaran tersebut, lalu memberikan </em><strong>keringanan</strong><em> pada tanaman yang pengairannya memerlukan biaya.”</em></p>
<p>Wallahua’alam.</p><p>The post <a href="https://tanyaislam.com/2506/zakat-tanaman-dan-buah-buahan/">Zakat Tanaman dan Buah-buahan</a> first appeared on <a href="https://tanyaislam.com">Tanya Islam</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://tanyaislam.com/2506/zakat-tanaman-dan-buah-buahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
