Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
Tanya.Islam
No Result
View All Result

Doa Mukmin Pasti akan Diijabah?

Redaksi by Redaksi
May 6, 2025
in Hikmah
Reading Time: 3 mins read

Doa Mukmin Pasti akan Diijabah?

Apakah doa kita pasti akan diijabah? Ataukah kita hanya memohon yang belum pasti?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Allah berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa ketika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Al-Baghawi menyebutkan,

ومعنى قوله {أجيب} أي أسمع، ويقال ليس في الآية أكثر من إجابة الدعوة، فأما إعطاء المنية فليس بمذكور فيها، وقد يجيب السيد عبده، والوالد ولده ثم لا يعطيه سؤله فالإجابة كائنة لا محالة عند حصول الدعوة

Makna firman Allah {أجيب} (“Aku mengabulkan”) adalah Aku mendengar. Dikatakan bahwa ayat ini tidak menyebutkan lebih dari sekadar menjawab doa. Adapun pemberian sesuai keinginan pemohon, itu tidak disebutkan secara eksplisit dalam ayat tersebut.

Seorang tuan bisa saja menjawab panggilan budaknya, dan seorang ayah bisa saja merespons permintaan anaknya, namun itu tidak selalu berarti mereka akan memberikan apa yang diminta. Demikian pula, Allah pasti menjawab doa setiap hamba yang berdoa, tetapi cara dan waktu pemberiannya sesuai dengan hikmah-Nya. (Tafsir al-Baghawi)

Allah juga berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)

Doa Dikabulkan dengan 3 Pilihan

Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

ما من مسلم يدعو الله بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث: إما أن يعجل له دعوته، وإما أن يدخرها له في الآخرة، وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها، قالوا: إذن نكثر، قال: الله أكثر وأطيب. – رواه أحمد وغيره

“Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya untuknya di akhirat, atau (3) Allah akan menghindarkan darinya keburukan yang setara dengan doanya.”

Para sahabat berkata, “Kalau begitu, kami akan banyak berdoa!”

Nabi ﷺ bersabda, “Allah lebih banyak (memberi) dan lebih baik.” (HR. Ahmad dan lainnya)

Isti’jal Dalam Berdoa (Mutung karena tidak dikabulkan)

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

ما مِن رجلٍ يَدعو اللَّهَ بدعاءٍ إلَّا استُجيبَ لَهُ ، فإمَّا أن يعجَّلَ له في الدُّنيا ، وإمَّا أن يُدَّخرَ لَهُ في الآخرةِ ، وإمَّا أن يُكَفَّرَ عنهُ من ذنوبِهِ بقدرِ ما دعا ، ما لم يَدعُ بإثمٍ أو قَطيعةِ رحمٍ أو يستعجِلْ . قالوا : يا رسولَ اللَّهِ وَكَيفَ يستَعجلُ ؟ قالَ : يقولُ : دعوتُ ربِّي فما استجابَ لي

“Tidaklah seseorang berdoa dengan suatu doa kecuali akan dikabulkan. Bisa jadi, (1) doa itu segera dikabulkan di dunia, (2) disimpan untuknya di akhirat, atau (3) Allah akan menghapus dosa-dosanya sesuai dengan kadar doanya, selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa atau untuk memutuskan silaturahmi, serta tidak tergesa-gesa.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang bisa dikatakan tergesa-gesa?”

Beliau ﷺ menjawab, “Ia berkata, ‘Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi Dia belum mengabulkannya.’” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Dalam riwayat lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

“Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan berkata: ‘Aku telah berdoa, tetapi belum dikabulkan.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Harta Haram Sebab Doa Tertolak

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyebutkan,

وذَكرَ الرَّجلَ يُطيلُ السَّفرَ أشعثَ أغبرَ يمدُّ يدَه إلى السَّماءِ يا ربِّ يا ربِّ ومطعمُه حرامٌ ومشربُه حرامٌ وملبسُه حرامٌ وغذِّيَ بالحرامِ فأنَّى يستجابُ لذلِك

“Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Ia mengangkat tangannya ke langit dan berkata, ‘Ya Rabb, Ya Rabb,’ sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari sesuatu yang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim)

Gak Yakin Bakal Dikabulkan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ ‌وَأَنْتُمْ ‌مُوقِنُونَ ‌بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doa itu akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak bersungguh-sungguh.” (HR. Tirmidzi)

Hikmah Doa Tertunda

Ibnul Jauzi menjelaskan,

اعلم أن دعاء المؤمن لا يرد غير أنه قد يكون الأولى له تأخير الإجابة، أو يعوض بما هو أولى له عاجلاً أو آجلاً ، فينبغي للمؤمن أن لا يترك الطلب من ربه، فإنه متعبد بالدعاء كما هو متعبد بالتسليم والتفويض

“Ketahuilah bahwa doa seorang mukmin tidak akan ditolak. Hanya saja, mungkin yang lebih baik baginya adalah ditundanya pengabulan doa, atau ia diganti dengan sesuatu yang lebih baik baginya, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, seorang mukmin seharusnya tidak meninggalkan permohonan kepada Tuhannya. Sebab, ia diperintahkan untuk beribadah dengan berdoa, sebagaimana ia juga diperintahkan untuk berserah diri dan bertawakal kepada-Nya.” (Mir’atul Mafatih)

Ibnul Qoyim menjelaskan,

على العبد أن يعلم أن منع الله سبحانه لعبده المؤمن به، المحب له: عطاء، وابتلاءه إياه عافية

“Seorang hamba harus mengetahui bahwa ketika Allah menahan sesuatu dari hamba-Nya yang beriman dan mencintai-Nya, itu sebenarnya adalah pemberian. Dan ketika Allah mengujinya, itu sebenarnya adalah bentuk kesehatan (kebaikan) baginya.”

Lanjutan,

قال سفيان الثوري: منع الله عطاء، لأنه يمنع عن غير بخل ولا عدم، ‌فمنعه اختيار وحسن نظر. وهذا كما قال، فإنه سبحانه لا يقضي لعبده المؤمن قضاء إلا كان خيرا له، ساءه ذلك القضاء أو سره، فقضاؤه لعبده المؤمن عطاء وإن كان في صورة المنع، ونعمة وإن كان في صورة محنة، وعافية وإن كانت في صورة بلية.

Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Ketika Allah menahan sesuatu, itu sebenarnya adalah pemberian. Sebab, Allah menahan bukan karena kikir atau kekurangan, melainkan karena pilihan-Nya yang penuh hikmah dan kasih sayang.”

Demikianlah yang beliau katakan, karena sesungguhnya Allah tidak menetapkan suatu ketetapan bagi hamba-Nya yang beriman kecuali itu adalah kebaikan baginya, baik keputusan itu menyenangkan maupun menyedihkan. Maka, keputusan Allah bagi seorang mukmin adalah pemberian, meskipun tampaknya seperti penolakan; itu adalah nikmat, meskipun tampaknya seperti ujian; dan itu adalah kesehatan (keselamatan), meskipun tampaknya seperti musibah.

Lanjutan,

ولكن لجهل العبد وظلمه لا يعد العطاء والنعمة والعافية إلا ما التذ به في العاجل، وكان ملائما لطبعه. ولو رزق من المعرفة حظا وافرا لعد نعمة الله عليه فيما يكرهه أعظم من نعمته عليه فيما يحبه

“Namun, karena kebodohan dan ketidakadilan dirinya sendiri, seorang hamba sering kali tidak menganggap sesuatu sebagai pemberian, nikmat, atau keselamatan kecuali jika itu segera menyenangkannya dan sesuai dengan keinginannya. Padahal, jika ia dikaruniai ilmu dan pemahaman yang mendalam, ia akan menyadari bahwa nikmat Allah dalam hal-hal yang ia benci sebenarnya lebih besar daripada nikmat-Nya dalam hal-hal yang ia sukai.” (Madarijus Salikin)

Allahu a’lam.

Ditulis Oleh Ustadz Ammi Nur Baits, ST. BA

Tags: doa
SummarizeShare234
Previous Post

Kapan Takbiran Saat Hari Raya?

Next Post

Keutamaan 10 Awal Bulan Dzulhijjah

Redaksi

Redaksi

Tanyaislam.com adalah website yang dikelola tim ANB Channel dengan asatidzah yang berkompeten dibidangnya.

Related Stories

fikih kebencanaan, banjir aceh, longsor aceh, musibah dalam islam, bencana alam dalam islam, takdir dan ikhtiar, solidaritas sosial islam, tolong menolong, fiqih kontemporer, aceh

Fikih Kebencanaan

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
December 30, 2025
0

Antara Hujan, Hutan, dan Hati Manusia Bismillah, walhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du. Rentetan bencana banjir dan longsor di Aceh, Medan, dan Padang kembali menyadarkan kita bahwa...

Was-was Kentut Saat Shalat

Keutamaan Membaca Surah al-Fatihah

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
November 28, 2025
0

Keutamaan Membaca Surah al Fatihah: Kunci Rahmat dan Inti Ibadah Bismillah, walhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du. Surah al Fatihah adalah surah yang paling agung dalam al...

Tanduk Setan di Waktu Subuh & Maghrib: Mitos atau Fakta dalam Islam?

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
September 14, 2025
0

Tanduk Setan di Waktu Subuh & Maghrib: Mitos atau Fakta dalam Islam? Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Pernahkah Anda mendengar larangan shalat di waktu matahari...

Next Post

Keutamaan 10 Awal Bulan Dzulhijjah

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Tafsir Surat An-Naba’ 26
  • Tafsir Surat An-Naba’ 25
  • Menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban: Antara Tuntunan dan Tradisi

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official