Tafsir Surat An-Naba’ 25: Minuman Penghuni Neraka
Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.
Al Qur-an menggambarkan siksa neraka tidak hanya melalui api, tetapi juga melalui minuman yang disediakan bagi penghuninya. Di antara gambaran yang paling menggetarkan adalah firman Allah ﷻ :
﴿ إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا ﴾
“Selain air yang mendidih dan nanah,” (QS. an Naba’: 25)
Ayat ini telah dibahas secara mendalam oleh para mufasir klasik mengulas makna Hamim dan Ghassaq.
Ghassaq sebagai Cairan yang Mengalir, Dingin dan Busuk
Imam ath Thabari رحمه الله (w. 310 H) menjelaskan:
﴿ إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا ﴾ يَقُولُ تَعَالَى ذِكْرُهُ: لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا إِلَّا حَمِيمًا قَدْ أُغْلِيَ حَتَّى انْتَهَى حَرُّهُ، فَهُوَ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ، وَلَا بَرْدًا إِلَّا غَسَّاقًا
““Selain air yang mendidih dan nanah,” (QS. an Naba’: 25), Allah ﷻ berfirman (yang bermakna): mereka tidak merasakan di dalamnya kesejukan dan tidak pula minuman, kecuali air yang mendidih yang telah dipanaskan hingga mencapai puncak panasnya, sehingga ia seperti logam cair yang membakar wajah-wajah; dan tidak pula kesejukan, kecuali cairan yang busuk.” (Jami‘ Al Bayan Fi Ta’wil Ay Al Quran, 24/28, cet. Dar Hajar, Kairo).
Imam ath Thabari رحمه الله (w. 310 H) menjelaskan bahwa Ghassaq adalah sesuatu yang mengalir, berasal dari nanah, darah, air mata dan cairan luka penghuni neraka. Ia juga menguatkan pendapat bahwa Ghassaq mencakup Zamharir (dingin yang sangat menusuk) namun dalam bentuk cairan yang busuk. Beliau menukil hadis berikut dari sahabat Abu Sa‘id al Khudri رضي الله عنه (w. 74 H):
« لَوْ أَنَّ دَلْوًا مِنْ غَسَّاقٍ يُهْرَاقُ إِلَى الدُّنْيَا لَأَنْتَنَ أَهْلَ الدُّنْيَا »
“Seandainya satu timba ghassaq ditumpahkan ke dunia, niscaya ia akan membusukkan seluruh penduduk dunia.” [HR. at Tirmidzi no. 2584] (Jami‘ Al Bayan Fi Ta’wil Ay Al Quran, 24/28-32, cet. Dar Hajar, Kairo).
Analisis Bahasa dan I‘rab (Gramatikal)
Imam al Qurthubi رحمه الله (w. 671 H) menyoroti aspek kebahasaan ayat ini. Beliau menyampaikan:
وَالْحَمِيمُ: الْمَاءُ الْحَارُّ… وَالْغَسَّاقُ: صَدِيدُ أَهْلِ النَّارِ وَقَيْحُهُمْ، وَقِيلَ: الزَّمْهَرِيرُ
“Hamim adalah air panas… Adapun ghassaq adalah nanah dan cairan busuk penghuni neraka, dan ada pula yang mengatakan zamharir (cairan yang busuk).” (Al Jami‘ Li Ahkam Al Quran, 19/180-181, cet. Dar Alam Al Kutub, Riyadh).
Ia menjelaskan bahwa pengecualian dalam ayat ini bisa bersifat munqathi‘ (terputus) atau badal (pengganti), tergantung penafsiran kata al bard pada ayat sebelumnya. (Al Jami‘ Li Ahkam Al Quran, 19/180, cet. Dar Alam Al Kutub, Riyadh).
Kengerian Hamim dan Ghassaq
Imam Ibnu Katsir رحمه الله (w. 774 H) menyampaikan rangkuman dari riwayat para sahabat dan tabi‘in, beliau berkata:
فَأَمَّا الْحَمِيمُ: فَهُوَ الْحَارُّ الَّذِي قَدِ انْتَهَى حَرُّهُ وحُموه. والغَسَّاق: هُوَ مَا اجْتَمَعَ مِنْ صَدِيدِ أَهْلِ النَّارِ وَعَرَقِهِمْ وَدُمُوعِهِمْ وَجُرُوحِهِمْ، فَهُوَ بَارِدٌ لَا يُسْتَطَاعُ مِنْ بَرْدِهِ، وَلَا يُوَاجَهُ مَنْ نَتَنِهِ
“Adapun hamim, maka ia adalah air panas yang telah mencapai puncak panas dan suhunya. Sedangkan ghassaq, yaitu sesuatu yang terkumpul dari nanah penghuni neraka, keringat mereka, air mata mereka, dan cairan dari luka-luka mereka; maka ia sangat dingin, tidak dapat ditahan karena dinginnya, dan tidak sanggup dihadapi karena baunya yang busuk.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/307, cet. Dar Thayyibah, Riyadh).
Beliau menegaskan bahwa hamim dan ghassaq adalah azab yang menggabungkan antara panas dan dingin ekstrem, bau busuk dan rasa yang menjijikkan, sehingga melengkapi makna azab yang total yang sangat mengerikan.
Penegasan Makna dengan Bahasa Ringkas
Syaikh as Sa‘di رحمه الله (w. 1376 H) menyampaikan makna ayat secara padat dan menghunjam, beliau berkata:
﴿ إِلَّا حَمِيمًا ﴾ أَيْ: مَاءً حَارًّا يَشْوِي وُجُوهَهُمْ وَيُقَطِّعُ أَمْعَاءَهُمْ، ﴿ وَغَسَّاقًا ﴾ وَهُوَ صَدِيدُ أَهْلِ النَّارِ فِي غَايَةِ النَّتَنِ وَكَرَاهَةِ الْمَذَاقِ
“Selain air yang mendidih”, yaitu air panas yang membakar wajah-wajah mereka dan memutus usus-usus mereka; dan “Dan nanah,”, yaitu nanah penghuni neraka yang berada pada puncak kebusukan dan sangat menjijikkan rasanya.” (Taysir Al Karim Ar Rahman Fi Tafsir Kalam Al Mannan, hlm. 1072, cet. Dar Ibn Al Jauzi, Dammam)
Keempat ulama tafsir di atas sepakat bahwa hamim dan ghassaq adalah bentuk azab minuman neraka yang paling mengerikan. Hamim mewakili panas ekstrem yang membakar, sementara ghassaq menggabungkan antara dingin menusuk, dengan cairan busuk dan rasa yang menjijikkan. Perbedaan penafsiran bukanlah kontradiksi, melainkan saling melengkapi dalam menggambarkan kesempurnaan azab.
Semoga Allah melindungi kita dari azab tersebut dan menjadikan al Qur-an sebagai petunjuk dan rahmat bagi kita semua. Wallahu a’lamu bishshawab.





