Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
Tanya.Islam
No Result
View All Result

Hukum Menggabungkan Puasa Sunnah Syawwal dengan Puasa Qadha

Ustadz Dhiaurrahman, Lc by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
April 1, 2026
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
puasa syawal dan puasa qadha

Penjelasan Syar’i Tentang Penggabungan Puasa Qadha’ dan Sunnah Syawwal

Pendahuluan: Ibadah yang Terlihat Sama, Tapi Hakikatnya Berbeda

Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Puasa 6 hari di bulan Syawwal adalah amalan yang sangat agung, karena ia memiliki keutamaan yang sangat luar biasa sebagai bentuk kasih sayang Allah c kepada hambanya. Rasulullah g bersabda:

« مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ »

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan (sebulan penuh), kemudian mengikutinya dengan 6 hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim no. 1164).

Bagaimana dengan seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan? Apakah boleh jika niatnya digabung atau harus dipisah? 

Niat Ibadah yang Bisa digabung Pelaksanaannya

Dalam website IslamQA dijelaskan bahwa ibadah yang digabung niatnya itu terbagi menjadi 2:

Pertama, ibadah yang tidak bisa digabung. Ini terjadi jika ibadah tersebut memang punya tujuan masing-masing (berdiri sendiri) atau menjadi bagian dari ibadah lain. Dalam kondisi seperti ini, ibadah tidak bisa digabung. Seperti jika seseorang ingin menggabungkan niat shalat Shubuh dengan shalat sunnah rawatibnya sekaligus, maka itu tidak sah. Karena shalat sunnah rawatib itu mengikuti shalat wajib, bukan menggantikannya.

Kedua, ibadah yang boleh digabung. Ini jika tujuan ibadahnya hanya sekadar melakukan suatu amalan, bukan ibadah khusus yang berdiri sendiri. Seperti, seseorang masuk masjid ketika shalat Shubuh berjama’ah sedang berlangsung. Padahal, jika masuk masjid disunnahkan shalat 2 raka’at (tahiyyatul masjid). Maka ketika ia langsung ikut shalat berjama’ah, itu sudah cukup menggantikan tahiyyatul masjid. Karena yang penting adalah dia sudah melakukan shalat saat masuk masjid.

Hal yang sama berlaku dalam puasa. Misalnya puasa hari ‘Arafah. Yang penting adalah hari itu dilalui dalam keadaan berpuasa. Maka boleh diniatkan sebagai puasa 3 hari tiap bulan atau puasa ‘Arafah. Namun, jika diniatkan sebagai puasa ‘Arafah saja, maka tidak cukup untuk (mendapatkan pahala) puasa 3 hari bulanan. Sedangkan, jika diniatkan puasa 3 hari bulanan, maka bisa sekaligus mendapatkan pahala puasa ‘Arafah dan apabila diniatkan keduanya sekaligus, itu yang paling baik. (https://islamqa.info/ar/answers/1693).

Kaidah Kunci: “ثُمَّ” Menunjukkan Urutan

Hadits yang dinukilkan di atas menggunakan kalimat berikut:

« ثُمَّ أَتْبَعَهُ »

“Kemudian mengikutinya.” (HR. Muslim no. 1164).

Sehingga menurut para ulama, ini menunjukkan bahwa hubungan antara puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Syawwal adalah berurutan (tertib) tidak berdiri sendiri.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz r (w. 1420 H) menjelaskan:

الْوَاجِبُ الْقَضَاءُ قَبْلَ السِّتِّ، لَا تُصَامُ السِّتُّ إِلَّا بَعْدَ الْقَضَاءِ؛ لِقَوْلِ النَّبِيِّ ﷺ « مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ »، وَمَنْ عَلَيْهِ الْقَضَاءُ مَا صَامَ رَمَضَانَ، عَلَيْهِ بَقِيَّةٌ، وَالسِّتُّ تَكُونُ تَابِعَةً لِرَمَضَانَ، فَالْوَاجِبُ الْقَضَاءُ ثُمَّ السِّتُّ، نَعَمْ

“Yang wajib adalah mengqadha terlebih dahulu sebelum (puasa) 6 hari. Tidak boleh berpuasa 6 hari (Syawwal) kecuali setelah qadha, berdasarkan sabda Nabi g: “Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan 6 hari dari bulan Syawwal…”. Adapun orang yang masih memiliki kewajiban qadha’, maka ia belum (sempurna) berpuasa Ramadhan, karena masih ada sisa kewajiban atasnya. Sedangkan puasa 6 hari itu merupakan penyempurna bagi Ramadhan. Maka yang wajib adalah mengqadha terlebih dahulu, kemudian (berpuasa) 6 hari, demikian.” (https://binbaz.org.sa/fatwas/9766/حكم-صيام-الست-من-شوال-لمن-كان-عليه-قضاء).

Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih al ʿUtsaimin r (w. 1421 H) juga menjelaskan:

لَا بُدَّ أَنْ يَبْدَأَ بِالْقَضَاءِ ثُمَّ بِصِيَامِ السِّتِّ؛ لِقَوْلِ النَّبِيِّ ﷺ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَمَنْ صَامَ الدَّهْرَ. فَقَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ، فَلَا بُدَّ أَنْ يَقْضِيَ مَا عَلَيْهِ مِنْ رَمَضَانَ أَوَّلًا، ثُمَّ يَقْضِي، ثُمَّ يَصُومُ الْأَيَّامَ السِّتَّةَ، نَعَمْ

“Harus memulai dengan mengqadha’ terlebih dahulu, kemudian berpuasa 6 hari. Hal ini berdasarkan sabda Nabi g: ‘Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan 6 hari dari bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.’ Maka beliau bersabda: ‘Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya…’ artinya, ia harus terlebih dahulu menunaikan qadha’ atas apa yang menjadi kewajibannya dari Ramadhan, kemudian (setelah itu) berpuasa 6 hari. Demikian.” (https://al-fatawa.com/fatwa/41581/هل-يجب-تقديم-القضاء-على-صيام-ستة-من-شوال-ابن-عثيمين)

Kesimpulan: Qadha Puasa Tidak Bisa Digabung dengan Puasa Syawal

Berdasarkan kaidah تَدَاخُلُ الْعِبَادَاتِ yang dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah 6 hari Syawwal adalah tidak sah dan tidak tepat. Hal ini karena puasa Syawwal termasuk ibadah yang berkaitan langsung dengan Ramadhan dan disyaratkan datang setelah penyempurnaan puasa Ramadhan secara utuh, sebagaimana ditunjukkan dalam lafaz hadits di atas yang menunjukkan urutan (tertib). Sementara orang yang masih memiliki utang qadha’ belum dianggap menyempurnakan Ramadhan. Berbeda dengan puasa sunnah lain yang bersifat umum seperti, ‘Arafah atau Senin-Kamis, puasa Syawwal tidak bisa digabung dengan qadha’ karena masing-masing memiliki tujuan khusus. Oleh karena itu, cara yang benar dan lebih hati-hati adalah menyelesaikan qadha’ terlebih dahulu, kemudian baru melaksanakan puasa 6 hari Syawwal, agar mendapatkan keutamaan yang dijanjikan secara sempurna. Wallahu a’lamu bishshawab.

Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Continue Reading
SummarizeShare234
Previous Post

Tafsir Surat An-Naba’ 29

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc. S1 Hadits Al Azhar - Mesir. Pengajar diniyah di Gistrav Islamia School

Related Stories

puasa sunnah syawal

Puasa Sunnah Syawal

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
March 19, 2026
0

Puasa Sunnah 6 Hari Syawal: Penyambung Ibadah dan Penyempurna Pahala Di antara keindahan agama Islam yang hanif adalah bahwa ibadah tidak dibuat terputus, melainkan berkesinambungan. Allah menjadikan setelah...

fiqih zakat fitrah

Fiqih Zakat Fitrah

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
March 14, 2026
0

Fiqih Zakat Fitrah Zakat al-Fitr adalah salah satu syiar agung yang Allah ﷻ anugerahkan kepada hamba-Nya. Allah ﷻ mewajibkannya sebagai penutup bulan Ramadan. Zakat ini menjadi penyempurna bagi...

Kapan Lailatul Qadar Turun?

Kapan Lailatul Qadar Turun?

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
March 12, 2026
0

Malam yang Lebih Baik daripada 1000 Bulan, Kapan Itu? Menelusuri Dalil dan Penjelasan Syar’i Tentang Lailatul Qadar Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Allah ﷻ berfirman: ﴾إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا...

fiqih lailatul qadar

Fiqih Lailatul Qadar

by Ustadz Ammi Nur Baits, ST. BA.
March 8, 2026
0

Fiqih Lailatul Qadar Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, wa ba'du, Al-Qadr bisa dibaca dengan 2 cara : Dibaca dengan huruf dal di-sukun (lailatul qadr) artinya malam...

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Hukum Menggabungkan Puasa Sunnah Syawwal dengan Puasa Qadha
  • Tafsir Surat An-Naba’ 29
  • Puasa Sunnah Syawal

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official