Tinjauan Hukum Syar’i Terkait Puasa Arafah
Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.
Puasa Arafah termasuk amalan yang sangat agung dalam Islam. Hari itu adalah salah satu hari terbaik sepanjang tahun, bahkan Nabi ﷺ menyebutnya sebagai hari pengampunan dosa dan pembebasan dari neraka. Namun, muncul pertanyaan penting “Apakah puasa Arafah berlaku sunnah untuk semua orang, termasuk jamaah haji yang sedang wuquf di Arafah?”
Keutamaan Puasa Arafah bagi Selain Jamaah Haji
Bagi kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Arafah sangat dianjurkan. Nabi ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim no. 1162)
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah penghapusan dosa-dosa kecil, adapun dosa besar tetap membutuhkan taubat khusus. Penjelasan ini ditegaskan oleh Imam An-Nawawi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahumullah.
Karena itu mayoritas ulama menegaskan:
Puasa Arafah adalah sunnah muakkadah bagi selain jamaah haji
Termasuk amalan paling utama di 10 hari pertama Dzulhijjah
Sumber Rujukan:
- Fatwa Syaikh Ibnu Baz: فضل صيام يوم عرفة للحاج وغيره
- Fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin: فضل صيام يوم عرفة وما يكفره من الذنوب
- IslamQA: فضل صيام يوم عرفة
- Al-Dorar Al-Saniyyah: صوم يوم عرفة
Mengapa Nabi ﷺ Tidak Berpuasa Saat Wuquf di Arafah?
Inilah poin yang sering tidak dipahami sebagian orang.
Dalam haji wada’, Nabi ﷺ berada di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dalam keadaan tidak berpuasa.
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa sebagian sahabat sempat ragu apakah beliau berpuasa atau tidak. Kemudian dikirimkan susu kepada beliau ketika wuquf dan beliau meminumnya di hadapan manusia.
Hadits ini menjadi dalil yang sangat jelas bahwa Nabi ﷺ sengaja tidak berpuasa saat berhaji.
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting:
Nabi ﷺ meninggalkan puasa tersebut sebagai sunnah yang harus diikuti
Agar beliau kuat untuk dzikir, doa, dan manasik
Karena hari Arafah bagi jamaah haji adalah hari ibadah yang sangat berat
Oleh sebab itu, banyak ulama muhaqqiqin seperti Imam Malik, Imam Ahmad, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syaikh Ibnu Baz, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan:
Tidak berpuasa lebih utama bagi jamaah haji ketika wuquf di Arafah.
Sumber Rujukan:
- Fatwa Syaikh Ibnu Baz: حكم صيام يوم عرفة للحاج وغيره
- IslamQA: صيام يوم التروية للحاج وغير الحاج
- Alukah: يوم عرفة فضائله وأحكامه
Apakah Haram atau Hanya Makruh?
Mayoritas ulama menyatakan hukumnya makruh, bukan haram.
Artinya:
Jika jamaah haji tetap berpuasa, puasanya tetap sah
Namun meninggalkannya lebih sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ
Syaikh Ibnu Baz menjelaskan bahwa berbuka lebih utama agar jamaah haji lebih kuat dalam berdoa, berdzikir, dan menyempurnakan manasik.
Sumber Rujukan:
Hikmah Mengapa Jamaah Haji Dianjurkan Tidak Puasa
- Agar Lebih Kuat untuk Berdoa dan Berdzikir
Hari Arafah adalah puncak ibadah haji.
Di hari itu jamaah:
- memperbanyak doa,
- berdzikir,
- bertalbiyah,
- merendahkan diri di hadapan Allah.
Jika tubuh lemah karena puasa, dikhawatirkan kekhusyukan dan semangat ibadah menurun.
Karena itu, menjaga kekuatan fisik pada hari Arafah menjadi tujuan penting syariat.
- Karena Wuquf Lebih Agung daripada Puasa Sunnah
Nabi ﷺ bersabda:
“Haji itu adalah Arafah.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya)
Wuquf adalah rukun terbesar dalam ibadah haji. Maka segala sesuatu yang membantu kesempurnaan wuquf lebih didahulukan daripada puasa sunnah.
- Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ Secara Sempurna
Sebagian orang mengira semakin berat ibadah maka semakin utama.
Padahal ukuran utama dalam Islam adalah:
mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
Ketika Nabi ﷺ tidak berpuasa saat wuquf, maka mengikuti beliau dalam keadaan tersebut lebih utama daripada memilih ibadah berdasarkan semangat pribadi.
Sumber Rujukan:
Bagaimana dengan Orang yang Tidak Haji?
Bagi selain jamaah haji, puasa Arafah tetap sangat dianjurkan dan termasuk kesempatan emas tahunan yang sangat besar pahalanya.
Bahkan sebagian ulama menganjurkan puasa sejak tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa puasa di hari-hari tersebut termasuk amal shalih yang agung berdasarkan keumuman dalil tentang keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah.
Sumber Rujukan:
- Fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin: هل صيام الثمانية أيام من ذي الحجة سنة؟
- IslamQA: صيام يوم التروية للحاج وغير الحاج
Kesimpulan
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang tidak berhaji
Keutamaannya: menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang
Adapun bagi jamaah haji yang sedang wuquf:
tidak berpuasa lebih utama,
mengikuti sunnah Nabi ﷺ,
agar lebih kuat dalam doa dan manasik
Mayoritas ulama memandang puasa Arafah bagi jamaah haji sebagai sesuatu yang makruh, bukan haram
Maka fiqih yang benar bukan sekadar semangat beribadah, tetapi menempatkan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah. Wallahu a’lamu bishshawab.
Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.




