Tafsir Surat An-Naba’ : 33 Rahasia Bidadari Surga yang Jarang Dijelaskan
Bismillah walhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.
Allah ﷻ berfirman:
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا
“Dan gadis-gadis remaja yang sebaya.” [QS. an Naba’: 33]
Ketika Allah ﷻ menggambarkan surga dalam Al-Qur’an, Dia tidak sekadar menyebut taman, sungai, buah-buahan, dan istana. Allah juga menyebut pasangan-pasangan yang menjadi pelengkap kebahagiaan penghuni surga. Ayat yang singkat ini mengandung makna bahasa yang sangat kaya. Mari kita simak penjelasan dari para ahli tafsir berikut.
Kesepakatan Para Ulama
Imam Ath-Thabari rahimahullah (w. 310 H) menjelaskan:
وَقَوْلُهُ: ﴿ وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا ﴾ يَقُولُ: وَنَوَاهِدَ فِي سِنٍّ وَاحِدَةٍ
Allah berfirman: “Dan gadis-gadis remaja yang sebaya.”, maksudnya adalah para gadis yang telah berkembang sempurna sebagai wanita muda dan seluruhnya sebaya. (Tafsir Ath-Thabari, QS. An-Naba’: 33).
Penafsiran yang sama diriwayatkan pula dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma (w. 68 H), Mujahid (w. 104 H), Qatadah (w. 117 H), Ibnu Juraij (w. 150 H) dan lainnya rahimahumullah.
Makna Ayat Secara Bahasa
Imam Al-Qurthubi rahimahullah (w. 671 H) menambahkan penjelasan dari sisi bahasa:
كَوَاعِبُ: جَمْعُ كَاعِبٍ، وَهِيَ النَّاهِدُ؛ يُقَالُ: كَعَبَتِ الْجَارِيَةُ تَكْعَبُ كُعُوبًا، وَكَعَّبَتْ تُكَعِّبُ تَكْعِيبًا، وَنَهَدَتْ تَنْهَدُ نُهُودًا“Kawā’ib adalah
“”Kawa‘ib” adalah bentuk jamak dari “Ka‘ib”, yaitu gadis yang buah dadanya mulai menonjol dan membulat. Orang Arab berkata, “Ka‘abat Al-Jariyah” apabila seorang gadis mulai memiliki payudara yang membulat, “Tuk‘abu Ku‘uban”; dan dikatakan pula “Ka‘abat Tuka‘ibu Tak‘iban”; serta “Nahadat Tanhadu Nuhudan”, yaitu ketika buah dadanya mulai tumbuh dan menonjol.” (Tafsir Al-Qurthubi, QS. An-Naba’: 33).
Penafsiran yang serupa, diriwayatkan pula dari Adh-Dhahhak rahimahullah (w. 105 H). Kemudian
Imam Al-Qurthubi rahimahullah (w. 671 H) menambahkan:
وَالْأَتْرَابُ: الْأَقْرَانُ فِي السِّنِّ وَقَدْ مَضَى فِي سُورَةِ الْوَاقِعَةِ الْوَاحِدُ: تِرْبٌ
“Adapun “Al-atrāb” adalah orang-orang yang sebaya dan setara dalam usia. Penjelasan mengenai bentuk tunggalnya, yaitu “tirb”, telah dijelaskan sebelumnya dalam tafsir Surah Al-Waqi‘ah.” (Tafsir Al-Qurthubi, QS. An-Naba’: 33).
Kalimat ini digunakan untuk menggambarkan kesempurnaan masa muda seorang wanita. Dengan kata lain, Allah sedang menggambarkan bahwa pasangan-pasangan penghuni surga berada pada puncak kecantikan, kesegaran, dan kesempurnaan fisik mereka.
Gambaran Kenikmatan Surga
Imam Ibnu Katsir rahimahullah (w. 774 H) memberikan penjelasan:
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ، وَمُجَاهِدٌ، وَغَيْرُ وَاحِدٍ: ﴿كَوَاعِبَ﴾ أَيْ: نَوَاهِدَ، يَعْنُونَ أَنَّ ثُدِيَّهُنَّ نَوَاهِدُ لَمْ يَتَدَلَّيْنَ؛ لِأَنَّهُنَّ أَبْكَارٌ عُرُبًا أَتْرَابًا، أَيْ: فِي سِنٍّ وَاحِدَةٍ، كَمَا تَقَدَّمَ بَيَانُهُ فِي سُورَةِ الْوَاقِعَةِ
Ibnu Abbas, Mujahid, dan sejumlah ulama lainnya berkata, “Kawā‘ib” berarti gadis-gadis yang buah dadanya sedang berkembang dan membulat. Maksud mereka, payudara para bidadari itu masih kencang dan belum mengendur karena mereka adalah perawan-perawan. Mereka penuh kasih kepada suaminya dan sebaya dalam usia, yaitu berada pada umur yang sama, sebagaimana penjelasannya telah disebutkan dalam tafsir Surah Al-Waqi‘ah.” (Tafsir Al Qur’anul ‘Azhim, QS. An-Naba’: 33).
Dari uraian ini dapat dipahami bahwa penyebutan sifat-sifat bidadari surga dalam Al-Qur’an mengandung makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar deskripsi fisik. Pemahaman ini akan semakin jelas melalui penjelasan Syaikh ‘Abdurrahman As Sa‘di rahimahullah (w. 1376 H) pada pembahasan berikutnya.
Kesempurnaan Nikmat Penghuni Surga
Syaikh ‘Abdurrahman As Sa‘di rahimahullah (w. 1376 H) menjelaskan:
وَلَهُمْ فِيهَا زَوْجَاتٌ عَلَى مَطَالِبِ النُّفُوسِ، ﴿كَوَاعِبَ﴾ وَهِيَ: النَّوَاهِدُ اللَّاتِي لَمْ تَتَكَسَّرْ ثُدِيُّهُنَّ مِنْ شَبَابِهِنَّ، وَقُوَّتِهِنَّ، وَنَضَارَتِهِنَّ ﴿ وَالْأَتْرَابُ ﴾ اللَّاتِي عَلَى سِنٍّ وَاحِدٍ مُتَقَارِبٍ، وَمِنْ عَادَةِ الْأَتْرَابِ أَنْ يَكُنَّ مُتَآلِفَاتٍ مُتَعَاشِرَاتٍ، وَذَلِكَ السِّنُّ الَّذِي هُنَّ فِيهِ ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ سَنَةً، فِي أَعْدَلِ سِنِّ الشَّبَابِ
“Di dalam surga mereka memperoleh pasangan-pasangan yang sesuai dengan seluruh keinginan jiwa. “Kawā‘ib” yaitu para wanita yang payudaranya sedang berkembang dan membulat, yang belum mengendur karena kesempurnaan masa muda mereka, kekuatan mereka, dan kesegaran mereka. Dan “al-atrāb” adalah para wanita yang sebaya dan memiliki usia yang sama atau hampir sama. Kebiasaan orang-orang yang sebaya adalah saling akrab, saling mencintai, dan hidup harmonis bersama. Usia mereka adalah tiga puluh tiga tahun, yaitu usia yang paling sempurna, paling seimbang, dan paling ideal dalam masa muda.” (Tafsir As Sa’di, QS. An-Naba’: 33).
Dengan demikian, melalui ayat ini Allah menggambarkan para bidadari surga yang berada pada puncak kesempurnaan masa muda, memiliki usia yang sebaya, serta hidup dalam keharmonisan yang sempurna. Gambaran ini merupakan bagian dari kesempurnaan nikmat yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Ayat ini merupakan salah satu gambaran kenikmatan surga yang Allah ﷻ sebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an. Berdasarkan penjelasan para mufassir, ayat ini menunjukkan bahwa para bidadari surga berada pada puncak kesempurnaan masa muda, memiliki usia yang sebaya, serta hidup dalam keharmonisan yang sempurna. Hal ini menjadi bukti bahwa setiap kenikmatan yang Allah sediakan di surga berada dalam kondisi yang paling sempurna, sebagai balasan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Semoga gambaran indah ini semakin menguatkan kerinduan kita kepada surga dan mendorong kita untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kenikmatan yang abadi. Wallahu a’lamu bishshawab.
Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa alihi washahbihi wasallam, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.




