Tafsir Surah an Naba’: 30 – Ketika Azab Tidak Pernah Berhenti
Bismillah walhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.
Allah ﷻ berfirman:
فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا
“Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.” [QS. an Naba’: 30]
Di antara ayat Al-Qur’an yang paling menggugah rasa takut, adalah ayat ini. Ia bukan sekadar ancaman, tetapi gambaran final tentang nasib penghuni Neraka yang tidak lagi memiliki harapan keringanan. Para ulama tafsir dari berbagai generasi menegaskan, inilah salah satu ayat paling keras bagi penghuni neraka.
Tidak Ada Keringanan, Tidak Ada Jeda Azab
Imam ath Thabari رحمه الله (w. 310 H) berkata:
يَقُولُ جَلَّ ثَنَاؤُهُ: يُقَالُ لِهَؤُلَاءِ الْكُفَّارِ فِي جَهَنَّمَ إِذَا شَرِبُوا الْحَمِيمَ وَالْغَسَّاقَ: ذُوقُوا أَيُّهَا الْقَوْمُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ فِي الدُّنْيَا تُكَذِّبُونَ، فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا عَلَى الْعَذَابِ الَّذِي أَنْتُمْ فِيهِ، لَا تَخْفِيفًا مِنْهُ، وَلَا تَرَفُّهًا
“Allah Yang Mahamulia menjelaskan bahwa dikatakan kepada orang-orang kafir di dalam Jahanam ketika mereka meminum air yang sangat panas dan cairan nanah: “Rasakanlah, wahai kaum, azab Allah yang dahulu kalian dustakan di dunia; Kami tidak akan menambah kepada kalian kecuali azab di atas azab yang sedang kalian rasakan, tanpa adanya keringanan sedikit pun dan tanpa kenikmatan.”” [Jami‘ Al Bayan Fi Ta’wil Ay Al Qur-an, 24/36, cet. Dar Hajar, Kairo].
Penjelasan beliau ini, berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Amru bin Al Ash رضي الله عنه (w. 65 H), dari jalur Qatadah رحمه الله (w. 117 H) dari Abu Ayyub Al Uzdi رحمه الله.
Artinya, azab yang mereka rasakan tidak pernah berkurang, tidak pernah ditunda, bahkan terus bertambah di atas azab yang sudah ada.
Ayat yang Dianggap Paling Keras oleh Para Sahabat
Imam al Qurthubi رحمه الله (w. 671 H) menukilkan:
قَالَ أَبُو بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيُّ نَضْلَةُ بْنُ عُبَيْدٍ رضي الله عنه (ت ٦٤هـ): سَأَلْتُ النَّبِيَّ ﷺ (ت 11هـ) عَنْ أَشَدِّ آيَةٍ فِي الْقُرْآنِ؟ فَقَالَ: قَوْلُهُ تَعَالَى: فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا﴾ أَيْ: ﴿كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا﴾ وَ ﴿كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا
“Abu Barzah Al-Aslami, Nadhalah bin Ubaid رضي الله عنه (w. 64 H), berkata: “Aku pernah bertanya kepada Nabi ﷺ (w. 11 H) tentang ayat yang paling keras dalam Al-Qur’an.” Maka beliau menjawab: “Firman Allah Ta‘ala: “Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.” [QS. an Naba’: 30], juga firman-Nya: “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.” (QS. An-Nisa: 56) dan firman-Nya: “Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” (QS. Al-Isra: 97).” [Al Jami‘ Li Ahkam Al Qur-an, 19/182, cet. Dar Alam Al Kutub, Riyadh].
Seluruh ayat ini menunjukkan satu pola yang sama yaitu azab tidak hanya berlanjut, tetapi terus diperbarui dan diperparah.
Azab yang Sejenis dan Terus Bertambah Tanpa Akhir
Imam Ibnu Katsir رحمه الله (w. 774 H) menjelaskan:
أَيْ: يُقَالُ لِأَهْلِ النَّارِ: ذُوقُوا مَا أَنْتُمْ فِيهِ، فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا مِنْ جِنْسِهِ، ﴿وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ
“Yaitu dikatakan kepada penghuni neraka: “Rasakanlah apa yang sedang kalian alami; Kami tidak akan menambah kepada kalian kecuali azab yang sejenis dengannya,” dan “Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.” (QS. Sad: 58)” [Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/307, cet. Dar Thayyibah, Riyadh].
Maksudnya ialah, bukan hanya bertambah jumlahnya, akan tetapi bertambah variasi dan bentuknya.
Inti Makna: Azab yang Terus Bertambah Setiap Saat
Syaikh as Sa‘di رحمه الله (w. 1376 H) merangkum dengan sangat padat:
﴿فَذُوقُوا﴾ أَيُّهَا الْمُكَذِّبُونَ هَذَا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ وَالْخِزْيَ الدَّائِمَ، ﴿فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا﴾ وَكُلَّ وَقْتٍ وَحِينٍ يَزْدَادُ عَذَابُهُمْ، وَهَذِهِ الْآيَةُ أَشَدُّ الْآيَاتِ فِي شِدَّةِ عَذَابِ أَهْلِ النَّارِ أَجَارَنَا اللَّهُ مِنْهَا
““Karena itu rasakanlah.” wahai orang-orang yang mendustakan, azab yang sangat menyakitkan ini dan kehinaan yang terus-menerus; “Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.” dan pada setiap waktu serta setiap saat azab mereka terus bertambah; dan ayat ini merupakan ayat yang paling keras dalam menggambarkan dahsyatnya azab penghuni neraka, semoga Allah melindungi kita darinya.” [Taysir Al Karim Ar Rahman Fi Tafsir Kalam Al Mannan, hlm. 1072, cet. Dar Ibn Al Jauzi, Dammam].
Beliau رحمه الله menegaskan ayat ini adalah yang paling keras dalam menggambarkan azab penghuni neraka.
Kesimpulan: Ayat yang Memutus Harapan di Neraka
- an Naba’: 30 adalah peringatan paling keras, gambaran paling final dan ancaman tanpa jeda. Tidak ada istirahat, pengurangan atau adaptasi terhadap azab. Yang ada hanyalah penambahan azab secara terus-menerus dan tanpa akhir. Maka ayat ini seharusnya tidak hanya dibaca, tetapi direnungkan, ditakuti dan dijadikan dorongan untuk meninggalkan maksiat.
Karena yang paling berbahaya bukanlah azab itu sendiri, tetapi kondisi ketika azab itu tidak lagi berkurang justru terus bertambah selamanya.
Wallahu a’lamu bishshawab, washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa alihi washahbihi wasallam, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.




