Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
Tanya.Islam
No Result
View All Result

Tips Mengatasi Galau

Redaksi by Redaksi
November 30, 2025
in Adab & Akhlak
Reading Time: 6 mins read

Tips Mengatasi Galau

Bagaimana nasehat dalam islam untuk mengatasi galau?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Sebelum kita membahas tentang galau, kita perlu buat kesamaan definisi untuk kata galau.

Jika kita googling, ada banyak versi keterangan tentang pengertian galau,

Ada yang bilang, “galau itu adalah perasaan kacau dalam hati, bingung harus memilih, bisa juga ragu-ragu.”

Ada juga yang bilang, “Galau itu ketika orang itu tengah kosong, dan itu berasal dari hati.”

Ada yang mengatakan, “Perasaan kacau gara-gara cinta.”

Sementara jika kita merujuk KBBI, galau diartikan dengan kacau, tidak karuan.

Menyimak banyak definisi malah bikin kita galau untuk memahami kata galau. Tapi pada intinya kita bisa menyimpulkan, galau adalah perasaan kacau, tidak jelas, karena memikirkan masa depan, gagal mendapatkan harapan atau bingung menentukan pilihan.

Obsesi Manusia

Bagian dari karakter manusia, mereka memiliki obsesi dan harapan. Dan karena karakternya yang tamak, obsesi itu selalu berkembang. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ

Jika manusia memiliki dua lembah penuh dengan harta, pasti dia akan mencari lembah harta ketiga. Tidak ada yang bisa memenuhi perut anak Adam, selain tanah. (HR. Bukhari 6436 & Muslim 2462)

Tidak ada yang bisa menghentikan manusia untuk selalu mengejar obsesinya, selain kematian.

Fisik bisa saja melemah, namun obsesi tidak pernah pisah darinya. Dalam hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

يهرمُ ابنُ آدمَ ، ويبقَى معه اثنتانَ : الحرصُ والأملُ

Anak Adam menjadi tua, namun dua hal tetap bersamanya: ketamakan dan harapan. (HR. Bukhari 6421 & Muslim 1047)

Anda bisa perhatikan ilustrasi berikut,

Sahabat Ibnu Mas’ud pernah menceritakan penjelasan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang karakter manusia,

خَطَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا، وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ، وَخَطَّ خُطَطًا صِغَارًا إِلَى هَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي فِي الْوَسَطِ، وَقَالَ: هَذَا الْإِنْسَانُ، وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ، أَوْ قَدْ أَحَاطَ بِهِ، وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ، وَهَذِهِ الْخُطَطُ الصِّغَارُ الْأَعْرَاضُ، فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا، وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membuat bangun segi empat, lalu beliau membuat garis lurus di tengahnya yang menembus bangun segi empat itu. Kemudian beliau membuat garis kecil-kecil menyamping di antara garis tengah itu. Lalu beliau bersabda,

“Ini manusia. Dan ini ajalnya, mengelilinginya. Dan garis yang menembus bangun ini adalah obsesinya. Sementara garis kecil-kecil ini adalah rintangan hidup. Jika dia berhasil mengatasi rintangan pertama, dia akan tersangkut rintangan kedua. Jika dia berhasil lolos rintangan kedua, dia tersangkut rintangan berikutnya.” (HR. Bukhari 6417).

Jika kita buat gambar, kurang lebih seperti ini:

tips anti galau

Hadis ini menggambarkan bahwa sejatinya semua manusia berpotensi mengalami galau. Mereka memiliki keinginan dan obsesi, namun mereka selalu dihantui dengan kondisi masa depan yang tidak jelas. Karena tidak ada satupun manusia yang tahu masa depannya.

Allah berfirman,

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا

“Tidak ada satupun jiwa yang mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok.” (QS. Luqman: 34)

Di saat yang sama, manusia selalu memikirkan obsesinya yang belum pasti, namun mereka sering melupakan sesuatu yang pasti, yaitu kematian.

Karena itu, yang menjadi masalah utama bukan semata mengalami galau, pikiran kacau, bingung dalam menentukan arah hidup, bingung dengan nasib dirinya atau keluarganya di masa depan. Sebab hampir semua manusia mengalaminya, meskipun tensinya berbeda-beda.

Namun masalah yang sejatinya adalah bagaimana cara kita mengatasi galau, sehingga tidak sampai menyeret kita ke jurang maksiat atau keadaan yang membuat kita jadi tidak produktif.

Ada beberapa saran yang bisa kita lakukan, untuk mengurangi rasa galau,

Pertama, Sibukkan Diri dengan Semua yang Bermanfaat

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan panduan secara global, agar manusia selalu maju menuju lebih baik dalam menghadapi hidup.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ, وَلَا تَعْجَزْ, وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا, وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ; فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ اَلشَّيْطَانِ

Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang manfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kalian mengalami kegagalan, jangan ucapkan, ‘Andai tadi saya melakukan cara ini, harusnya akan terjadi ini…dst.’ Namun ucapkanlah, ‘Ini taqdir Allah, dan apa saja yang dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena berandai-andai membuka peluang setan. (HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, dan yang lainnya).

Mari kita bedah setiap bagian dari hadis di atas,

[1] Sibukkan diri untuk selalu mengerjakan yang manfaat.

Beliau tidak memberikan batasan apa hal manfaat yang harus dikerjakan, sehingga berlaku untuk hal manfaat appaun baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Karena ketika kita sibuk dengan  segala yang bermanfaat, kita tidak memiliki waktu luang untuk melakukan perbuatan yang tidak manfaat, apalagi berbahaya.

Ibnul Qoyim mengatakan,

من أعظم الأشياء ضرراً على العبد بطالته وفراغه، فإن النفس لا تقعد فارغة، بل إن لم يشغلها بما ينفعها شغلته بما يضره ولا بد

Bahaya terbesar yang dialami seorang hamba, adalah adanya waktu nganggur dan waktu luang. Karena jiwa tidak akan pernah diam. Ketika dia tidak disibukkan dengan yang manfaat, pasti dia akan sibuk dengan hal yang membahayakannya. (Thariq al-Hijratain, hlm. 413)

Seorang mukmin tidak perlu merasa kesulitan untuk mencari apa yang manfaat baginya. Karena semua yang ada di sekitarnya, bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat baginya. Jika dia belum bisa melakukan kegiatan yang manfaatnya luas, dia bisa awali dengan kegiatan yang manfaatnya terbatas. Setidaknya dia gerakkan lisannya untuk berdzikir atau membaca al-Quran. Atau berusaha menghafal al-Quran atau membaca buku yang bermanfaat.

Tidak ada istilah nganggur bagi seorang mukmin. Karena setiap mukmin selalu memiliki kesibukan dengan semua kegiatan yang manfaat bagi hidupnya.

Ibnu Mas’ud mengatakan,

إني لأمقت أن أرى الرجل فارغا لا في عمل دنيا ولا آخرة

Sungguh aku marah kepada orang yang nganggur. Tidak melakukan amal dunia maupu amal akhirat. (HR. Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, 8539).

[2] Jangan lupa diiringi dengan doa

Dalam hadis di atas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyebutkan,

وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ

“mintalah pertolongan kepada Allah”

Pesan ini mengingatkan agar kita tidak hanya bersandar dengan kemampuan yang kita punya atau usaha yang kita lakukan. Tetapi semua itu harus diiringi dengan tawakkal kepada Allah. Karena keberhasilan tidak mungkin bisa kita raih, tanpa pertolongan dari Allah.

Inilah kelebihan orang mukmin yang tidak dimiliki selain mukmin. Setiap mukmin memiliki kedekatan hati dengan Rabnya. Karena mereka meyakini sang Pencipta yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sehingga mereka yakin, di balik semua usaha itu, ada takdir yang akan menentukan semua hasil. Di saat itulaj, seorang mukmin bisa mendapatkan pahala tambahan, dengan rasa tawakal yang dia lakukan.

[3] Jangan gampang menyerah

Dalam hadis di atas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyebutkan,

وَلَا تَعْجَزْ

“dan jangan lemah”

Dalam melakukan hal yang terbaik dalam hidup, bisa dipastikan, kita akan mengalami rintangan. Bagi seorang mukmin, rintangan bukan sebab untuk putus asa. Karena dia paham, rintangan pasti akan selalu ada di sepanjang perjalanan hidupnya.

[4] Jangan berandai-andai ketika gagal

Dalam hadis di atas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyebutkan,

وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا

“Jika kalian mengalami kegagalan, jangan ucapkan, ‘Andai tadi saya melakukan cara ini, harusnya akan terjadi ini…dst.’”

Tidak semua yang kita usahakan akan berujung keberhasilan. Sebab kita bukan Tuhan yang bisa mewujudkan semua yang kita inginkan. Manusia bisa berusaha, namun Allah yang menentukan hasil. Gagal sekali bukan berarti anda akan gagal untuk selamanya. Gagal hari ini, juga bukan akhir dari kehidupan kita.

Karena itu, saat gagal, jangan membuka peluang bagi setan untuk menyesatkan kita. Diantaranya dengan berandai-andai karena menyesali kegagalan.

[5] Kembalikan kepada takdir, agar anda bisa ridha

Dalam hadis di atas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menuturkan,

وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

“Namun ucapkanlah, ‘Ini taqdir Allah, dan apa saja yang dia kehendaki pasti terjadi.’”

Saat anda sadar bahwa anda tidak bisa menarik waktu yang sudah berlalu, anda perlu yakin bahwa itu semua telah ditakdirkan oleh Allah. Sehingga anda hanya butuh untuk menerima.. ya, perasaan menerima.

Di sinilah kelebihan seorang muslim saat dia gagal. Dia mungkin kehilangan apa yang dia harapkan, namun dia tidak kehilangan peluang pahala dari sikap ridha yang dia lakukan. Menjaga perasaan termasuk amal, jika anda bisa menkondisikannya dengan baik, anda akan tetap bisa mendapatkan keberuntungan.

Hidup ini hakekatnya berpindah dari satu takdir ke takdir yang lain. Dan seorang mukmin dituntut untuk bisa bersikap dengan tepat. Bersyukur saat berhasil, agar dia tidak menjadi orang yang ujub dengan prestasinya. Dan bersabar saat gagal, agar tidak dia tidak emosi dengan ketetapan takdir Allah yang terjadi pada dirinya.

Kedua, Hindari Panjang Angan-angan

Terlalu ambisius menjadi orang sukses, memperparah kondisi galau yang dialami manusia. Dia berangan-angan panjang, hingga terbuai dalam bayangan kosong tanpa makna. Karena itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat mencela panjang angan-angan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ قَلْبُ الْكَبِيرِ شَابًّا فِى اثْنَتَيْنِ فِى حُبِّ الدُّنْيَا ، وَطُولِ الأَمَلِ

Hati orang tua akan seperti anak muda dalam dua hal: dalam cinta dunia dan panjang angan-angan. (HR. Bukhari 6420)

Ali bin Abi Thalib mengatakan,

إنّ أخوف ما أخاف عليكم اتّباع الهوى وطول الأمل، فأمّا اتّباع الهوى فيصدّ عن الحقّ، وأمّا طول الأمل فينسي الآخرة. ألا وإنّ الدّنيا ارتحلت مدبرة

“Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menjadi penghalang untuk memihak kebenaran. Panjang angan-angan bisa melupakan akhirat. Ketahuilah bahwa dunia akan berlalu.

Ketiga, Jangan Merasa Didzalimi Taqdir

Ketika Anda merasa lebih gagal dibandingkan teman Anda,

ketika Anda  merasa lebih miskin dibandingkan rekan Anda,

Ketika Anda terkatung-katung di dunia kuliah, sementara teman Anda telah sukses di dunia kerja dan keluarga,

Anda tidak perlu berduka, karena duka Anda tidak akan mengubah nasib Anda. Yang lebih penting kendalikan hati agar tidak hasad dan dengki. Anda perlu mengingat hadis ini,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian. (HR. Ahmad 7657, Turmudzi 2703, dan Ibn Majah 4142)

Ketika Anda melihat ada orang kafir yang bergelimang nikmat, anda perlu ingat bahwa nikmat iman yang Anda miliki.

Ketika Anda melihat orang muslim ahli maksiat lebih sukses,Anda perlu ingat, Allah lebih mengunggulkan Anda dengan taat.

Keempat, Jangan Lupakan Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Di antara doa yang bisa Anda rutinkan,

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan. (HR. Muslim no. 2720).

Semoga Allah selalu membimbing kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin

Allahu a’lam.

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits, ST. BA. 

Continue Reading
Tags: galautips anti galau
SummarizeShare234
Previous Post

Ambil Dulu, Bayar Belakangan

Next Post

Apa Itu Hadis Qudsi?

Redaksi

Redaksi

Tanyaislam.com adalah website yang dikelola tim ANB Channel dengan asatidzah yang berkompeten dibidangnya.

Related Stories

panduan muallaf, muallaf belajar islam, dasar islam bagi muallaf, islam pemula, masuk islam, syahadat, akidah islam, ibadah dasar islam, belajar shalat, hijrah, dakwah islam, bimbingan muallaf

Panduan Awal bagi Seorang Muallaf

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
January 10, 2026
0

Tuntunan Dasar Masuk Islam Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Masuk Islam bukan sekadar perubahan status agama, melainkan awal perjalanan hidup yang sepenuhnya baru, perjalanan menuju tauhid, ketaatan dan...

adab masuk kamar mandi

Adab-adab Masuk Kamar Mandi Sesuai Sunnah

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
November 30, 2025
0

Adab ke Kamar Mandi dalam Islam: Panduan Lengkap Berdasarkan Sunnah Adab memasuki kamar mandi merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim. Syariat memberikan tuntunan agar seorang hamba terjaga...

Hukum Wanita Shalat Jamaah Di Masjid, Bagaimana Adabnya?

Hukum Wanita Shalat Jamaah Di Masjid, Bagaimana Adabnya?

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
November 29, 2025
0

Hukum Wanita Shalat Jamaah Di Masjid Pertanyaan: Apa hukum perempuan  shalat di masjid, dan apa saja batasan serta adab yang harus dijaga ketika perempuan keluar menuju masjid? Jawaban:...

Aurat dalam Shalat: Batasan Laki-Laki dan Perempuan Menurut Ulama

Aurat dalam Shalat: Batasan Laki-Laki dan Perempuan Menurut Ulama

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
November 29, 2025
0

Perbedaan Aurat Laki-Laki dan Perempuan dalam Shalat Shalat adalah ibadah langsung antara hamba dengan Rabb-nya. Dalam melaksanakan shalat, salah satu syarat penting adalah menutup aurat dengan benar. Karena...

Next Post

Apa Itu Hadis Qudsi?

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Apakah Orang Kafir Mendapat Pahala?
  • Tafsir Surat An-Naba’ 30
  • Menjaga Nyala Iman Sepanjang Tahun

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official