• Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Ketika Puasa Arafah Bertepatan dengan Hari Jum’at

Ustadz Dhiaurrahman, Lc by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
May 22, 2026
in Puasa
Reading Time: 3 mins read
puasa arofah di hari jumat

KETIKA PUASA ARAFAH TEPAT DI HARI JUM’AT

Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Setiap kali Hari Arafah bertepatan dengan hari Jumat, hampir selalu muncul perdebatan yang berulang di tengah kaum Muslimin, “Tidak boleh puasa Jumat sendirian.”, “Harus digabung Kamis atau Sabtu.”, “Kalau tidak digabung, puasanya makruh bahkan tidak boleh.”

Padahal permasalahan ini telah dijelaskan para ulama sejak dahulu. Kekeliruan biasanya muncul karena tidak membedakan antara:

  • Puasa Jumat yang SENGAJA DIKHUSUSKAN,
    dengan
  • Puasa yang BERTEPATAN dengan hari yang memang disyariatkan.

Dan Hari Arafah termasuk hari yang memang memiliki keutamaan khusus dalam syariat.

Larangan Mengkhususkan Hari Jumat untuk Puasa

Terdapat hadits shahih dari Nabi ﷺ (w. 11 H):

« لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، إِلاَّ يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ »

“Janganlah kalian (sengaja) berpuasa pada hari Jumat kecuali jika kalian berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (HR. Bukhari no. 1985).

Dalam hadits lain Nabi ﷺ (w. 11 H) bersabda:

« وَلاَ تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الأَيَّامِ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ »

“Janganlah kalian mengkhususkan hari Jumat di antara hari-hari lainnya untuk berpuasa, kecuali jika itu bertepatan dengan kebiasaan puasa salah seorang di antara kalian.” (HR. Muslim no. 1144).

Hadits-hadits ini menunjukkan adanya larangan mengkhususkan hari Jumat untuk puasa sunnah. Namun para ulama menjelaskan, larangan tersebut berlaku bila seseorang sengaja memilih hari Jumat semata karena itu hari Jumat. Adapun bila puasa itu bertepatan dengan sebab syar‘i lain, maka tidak masuk dalam larangan. (lihat: Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, jilid 6, hlm. 479).

Larangan Berlaku Bila Jumat Sengaja Dikhususkan

Imam Nawawi رحمه الله (w. 676 H) menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim:

قَالَ أَصْحَابُنَا (يعني الشافعية): يُكْرَهُ إفْرَادُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ بِالصَّوْمِ فَإِنْ وَصَلَهُ بِصَوْمٍ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ أَوْ وَافَقَ عَادَةً لَهُ بِأَنْ نَذَرَ صَوْمَ يَوْمِ شِفَاءِ مَرِيضِهِ، أَوْ قُدُومِ زَيْدٍ أَبَدًا، فَوَافَقَ الْجُمُعَةَ لَمْ يُكْرَهْ

“Ashab kami (yakni ulama madzhab Syafi’i) mengatakan: dimakruhkan mengkhususkan hari Jumat dengan puasa. Namun jika ia menyambungnya dengan puasa sehari sebelumnya atau sesudahnya, atau bertepatan dengan kebiasaan puasanya, seperti ia bernazar untuk berpuasa pada hari sembuhnya orang sakitnya, atau hari kedatangan si Fulan secara terus-menerus, lalu ternyata bertepatan dengan hari Jumat, maka hukumnya tidak makruh.” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, jilid 6, hlm. 479).

Karena itu para ulama memberi beberapa pengecualian, di antaranya jika bertepatan dengan puasa Arafah, Asyura, puasa sunnah rutin, qadha, nadzar, kaffarah, atau puasa yang memang disyariatkan pada waktu tertentu.

Jika ‘Arafah Jatuh di Hari Jumat

Jika ‘Arafah jatuh di hari Jumat, apakah puasanya harus ditambah dengan puasa Kamis?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz رحمه الله (w. 1420 H) ditanya terkait hal ini, maka beliau menjawab:

صَامَهُ لِأَجْلِ مَا هُوَ الْجُمُعَةُ، صَامَهُ لِأَنَّهُ يَوْمُ عَرَفَةَ، مَا فِيهِ بَأْسٌ

“Ia berpuasa bukan karena hari itu adalah hari Jumat, tetapi karena itu adalah Hari Arafah, maka tidak mengapa.”

Kemudian beliau berkata:

إِذَا صَامَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فَهُوَ أَفْضَلُ مَعَ الْجُمُعَةِ، كَالسُّنَّةِ يَصُومُ يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ، فَإِذَا صَامَ مَعَهُ الْخَمِيسَ يَكُونُ أَكْمَلَ وَأَطْيَبَ

“Jika ia juga berpuasa pada hari Kamis bersama Jumat, maka itu lebih utama; sebagaimana sunnahnya seseorang berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Maka apabila ia berpuasa Kamis bersamanya, itu lebih sempurna dan lebih baik.”  (https://binbaz.org.sa/fatwas/22106/حكم-صوم-الجمعة-يوم-عرفة-أو-عاشوراء)

Sehingga tidak masalah melakukan puasa yang memang disyari’atkan dan bertepatan pada hari Jum’at, namun akan lebih baik lagi jika ditambah pula dengan puasa di hari Kamisnya.

Penyebab Munculnya Syubhat Ini

Sebagian orang hanya membaca hadits larangan puasa Jumat secara umum, namun tidak menyimak bagaimana penjelasan dan rincian dari para ulama. Akibatnya, muncul anggapan, “Puasa Jumat mutlak haram” atau “Arafah wajib digabung Kamis.”

 Padahal para ulama telah membedakan antara puasa Jumat karena mengagungkan Jumat
dengan puasa Jumat karena bertepatan dengan ibadah lain yang memang disyariatkan. Ini dua perkara yang berbeda.

Bagaimana Jika Ingin Ditambah Kamis atau Sabtu?

Menambahkannya dengan Kamis atau Sabtu tentu baik dan lebih keluar dari khilaf. Namun itu bukan syarat sah ataupun syarat bolehnya puasa ‘Arafah. Sehingga jika berpuasa Kamis-Jumat maka ini lebih aman (lihat: https://binbaz.org.sa/fatwas/22106/حكم-صوم-الجمعة-يوم-عرفة-أو-عاشوراء), akan tetapi jika hanya berpuasa di hari Jumat saja karena Arafah, maka tetap diperbolehkan dan tidak sampai makruh (lihat: Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, jilid 6, hlm. 479).

Keutamaan Puasa Arafah Tetap Berlaku

Nabi ﷺ (w. 11 H) bersabda:

« صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ »

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim no. 1162).

Karena itu, jika nantinya bertepatan dengan hari Jum’at, tidak sepantasnya seorang muslim meninggalkan puasa ‘Arafah hanya karena syubhat yang tidak dipahami secara utuh.

Jika Hari ‘Arafah jatuh pada hari Jum’at, maka boleh berpuasa Jum’at saja tanpa harus digabung Kamis atau Sabtu. Karena larangan dalam hadits berlaku bagi orang yang sengaja mengkhususkan hari Jum’at untuk puasa, sedangkan puasa ‘Arafah memiliki sebab syar‘i tersendiri yang dikecualikan oleh para ulama. Oleh sebab itu, kaum muslimin tidak perlu ragu untuk melaksanakan puasa ‘Arafah meskipun bertepatan dengan hari Jum’at. Wallahu a’lamu bishshawab.

 Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Tags: puasa arafah
SummarizeShare234
Previous Post

Hukum Menjual Kulit Qurban

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc. S1 Hadits Al Azhar - Mesir. Pengajar diniyah di Gistrav Islamia School

Related Stories

Asal-Usul Puasa Asyura: Antara Tradisi Yahudi dan Ajaran Islam

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
May 30, 2025
0

Asal-Usul Puasa Asyura Pertanyaan: Mengapa Nabi Muhammad ﷺ berpuasa pada hari Asyura padahal hari itu dahulu dirayakan oleh orang Yahudi dan apa alasan Nabi ﷺ mengatakan bahwa beliau...

Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Puasa Sunnah Lainnya

by Ustadz Ahmad Anshori, Lc. MPd.
April 27, 2025
0

Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Puasa Sunnah Lainnya Ust, apakah boleh meniatkan puasa syawal sekalian puasa senin kamis, ayyamul bidh? Jawaban: Dalam literatur fikih, para ulama menyebut praktik...

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Ketika Puasa Arafah Bertepatan dengan Hari Jum’at
  • Hukum Menjual Kulit Qurban
  • Hukum Puasa Arofah

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Uncategorized
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official