• Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Orang Shalat Isya Sendirian, Apakah Bacaannya Dikeraskan?

Redaksi by Redaksi
April 23, 2025
in Shalat
Reading Time: 1 min read

Orang Shalat Isya Sendirian, Apakah Bacaannya Dikeraskan?
Jika kita melaksanakan shalat maghrib maupun isya sendirian, apakah dianjurkan untuk mengeraskan bacaan?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca al-fatihah dan surat setelahnya dengan keras pada dua rakaat pertama shalat maghrib, dua rakaat pertama shalat isya, dan shalat subuh. Dan ini berdasarkan riwayat secara turun-temurun dari generasi ke generasi, sebagaimana keterangan an-Nawawi dalam al-Majmu’ (3/389)

Demikian pula, dianjurkan bagi imam mengeraskan bacaan ketika shalat jumat, shalat id, istisqa, dan shalat gerhana. (HR. Bukhari)

Sehingga anjuran ini berlaku bagi umatnya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى

“Lakukanlah shalat sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Bukhari 631 dan yang lainnya).

Bagaimana jika shalat sendirian?

Dr. Abdul Karim Zaidan mengatakan,

ويجهر بقراءته في الركعتين الأوليين من المغرب والعشاء وفي فريضة الصبح ، ويسر في الركعة الثالثة من المغرب وفي الركعتين الأخيرتين من صلاة العشاء ، وهذا الإسرار والجهر في القراءة في موضعه مستحب في حق المنفرد عند الإمام الشافعي وغيره ، وقال الحنابلة : للمنفرد الخيار في الجهر في موضعه ، فإن شاء جهر وإن شاء خافت

Dianjurkan mengeraskan bacaan di dua rakaat pertama shalat maghrib, dua rakaat pertama shalat isya, dan shalat subuh. Dan memelankan bacaan di rakaat ketiga shalat maghrib dan dua rakaat terakhir shalat isya. Anjuran untuk mengeraskan atau memelankan bacaan ini berlaku bagi orang yang shalat sendirian menurut Imam as-Syafi’i dan yang lainnya. Sementara menurut Hambali, bagi orang yang shalat jahriyah sendirian, dia memiliki pilihan, boleh mengeraskan atau memelankan bacaan. (al-Mufashal li Ahkam al-Mar’ah, hlm. 220)

Keterangan yang semisal juga disampaikan Imam Ibnu Baz – rahimahullah –,

الأفضل الجهر في المغرب والعشاء والفجر، الأفضل الجهر وإن كنت وحدك كالمريض، وهكذا المرأة تقرأ جهراً في المغرب والعشاء والفجر

Yang afdhal, mengeraskan bacaan ketika shalat maghrib, isya dan subuh. Yang afdhal dikeraskan, meskipun anda shalat sendirian, seperti orang yang sedang sakit. Demikian pula wanita, dia bisa membaca dengan keras untuk shalat maghrib, isya dan subuh. (binbaz.org.sa/fatwas/8628/حكم-الجهر-بالقراءة-لمن-صلى-منفردا-صلاة-جهرية)

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

SummarizeShare235
Previous Post

Tradisi Pecah Kendi di Acara Peresmian

Next Post

Hewan Qurban Cacat Ketika Turun dari Kendaraan

Redaksi

Redaksi

Tanyaislam.com adalah website yang dikelola tim ANB Channel dengan asatidzah yang berkompeten dibidangnya.

Related Stories

Bolehkah Tarawih dan Tahajjud Digabung

Bolehkah Tarawih dan Tahajjud Digabung?

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
February 24, 2026
0

Bolehkah Tarawih dan Tahajjud Digabung? Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Banyak pertanyaan yang muncul pada bulan Ramadhan: “apakah shalat Tarawih boleh digabung dengan Tahajjud dalam satu rangkaian ibadah malam?” Ataukah justru keduanya adalah...

Was-was Kentut Saat Shalat

Was-was Kentut Saat Shalat

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
November 28, 2025
0

Hukum Orang yang Ragu dan Was-Was Telah Keluar Angin Saat Shalat Pernahkah Anda sedang khusyuk dalam shalat, lalu tiba-tiba merasakan gerakan di perut dan muncul pertanyaan: “Apakah tadi...

Was-was Kentut Saat Shalat

Pembatal-Pembatal Wudhu yang Disepakati Para Ulama (bag.2)

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
November 28, 2025
0

Pembatal Pembatal (bag.2) Keluarnya Wadi. Wadi adalah cairan kental yang keluar setelah kencing tanpa disertai syahwat. (Lihat: “Al-Zāhir fī Gharīb Alfāẓ al-Syāfi‘ī” karya al-Azhari (hlm. 30), dan “Al-Nihāyah...

Was-was Kentut Saat Shalat

Pembatal-Pembatal Wudhu yang Disepakati Para Ulama (bag.1)

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
November 28, 2025
0

Pembatal Wudhu Pengertian Pembatal Pembatal Wudhu “Nawāqiḍ al-Wuḍū’” Secara bahasa, nawāqiḍ adalah bentuk jamak dari nāqiḍ, yaitu isim fā’il dari kata naqadha al-syai’a yang berarti merusak atau membatalkan...

Next Post

Hewan Qurban Cacat Ketika Turun dari Kendaraan

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Apakah Puasa Arofah Menghapus Dosa Besar?
  • Ketika Puasa Arafah Bertepatan dengan Hari Jum’at
  • Hukum Menjual Kulit Qurban

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Uncategorized
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official