• Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Memahami Hari-Hari Tasyriq di Bulan Dzulhijjah

Ustadz Dhiaurrahman, Lc by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
May 15, 2025
in Qurban
Reading Time: 2 mins read

Hari-Hari Tasyriq di Bulan Dzulhijjah

Bismillah wasshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Diantara hari-hari yang Allah muliakan dalam islam adalah hari-hari tasyriq yang Allah letakkan di bulan Dzulhijjah. Melalui tulisan ringkas ini mari kita mengenal lebih dalam tentang 3 hari yang Allah muliakan ini.

Pengertian

Hari-hari Tasyriq adalah har-hari pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dinamakan demikian karena pada masa lalu, daging kurban diiris dan dijemur (ditasyriq) di bawah terik matahari agar tahan lama.

Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata:

وَسُمِّيَتْ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ لِأَنَّ النَّاسَ كَانُوا يُشَرِّقُونَ فِيهَا اللُّحُومَ، أَي: يُقَدِّدُونَهَا وَيُجَفِّفُونَهَا فِي الشَّمْسِ

“Hari-hari itu dinamakan dengan hari-hari Tasyriq karena pada hari-hari tersebut manusia biasa menjemur daging (kurban) mereka, yaitu dengan cara memotong-motong dan mengeringkannya di bawah sinar matahari.” (Al-Mughni, 3/218)

Dalil dari nash Al-Quran dan hadits

Allah Ta’ala berfirman:

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ

“Dan berdzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Baqarah: 203)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menukilkan dalam tafsirnya:

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: “الْأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ” أَيَّامُ التَّشْرِيقِ

‘‘Ibnu ‘Abbas berkata: “’Hari-hari yang ditentukan’ adalah hari-hari Tasyriq.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/499)

Imam Ath-Thabari rahimahullah juga menukilkan dalam tafsirnya:

‘‘Telah menceritakan kepadaku Ya‘qub bin Ibrahim, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Hasyim, dari Abu Bisyr, dari Sa‘id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas tentang firman Allah: “Dan berdzikirlah kepada Allah di hari-hari yang telah ditentukan” (QS. Al-Baqarah: 203), ia (Ibnu ‘Abbas) berkata: Itu adalah hari-hari Tasyriq.’’ (Tafsir at-Thabari, 4/542, tahqiq: Dr. Ahmad Syakir)

Dari sahabat Nubaisyah al-Hudzaliy radhiyallahu anhu berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

‘‘Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya hari-hari Tasyriq adalah hari makan dan minum.’’ (HR. Muslim no. 1141)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan:

وأَيّامُ التَّشْرِيقِ ثَلاثَةٌ بَعْدَ يَوْمِ النَّحْرِ، سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِتَشْرِيقِ النّاسِ لُحُومَ الأَضاحِي فِيهَا، وَهُوَ تَقْدِيدُهَا وَنَشْرُهَا فِي الشَّمْسِ

“Hari-hari Tasyriq adalah tiga hari setelah hari Nahr (10 Dzulhijjah). Dinamakan demikian karena pada hari-hari tersebut, orang-orang menjemur daging kurban mereka di bawah sinar matahari untuk diawetkan.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 4/273)

Amalan yang Disyariatkan di Hari-hari Tasyriq

a. Takbir Muqayyad

Takbir ini dilakukan setiap selesai shalat fardhu dimulai dari setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah (bagi yang tidak berhaji) hingga selesai shalat ashar tanggal 13 Dzulhijjah.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:

ويُكَبَّرُ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ يَوْمَ عَرَفَةَ إِلَى بَعْدِ صَلَاةِ الْعَصْرِ مِنْ آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ.

“Maka hendaknya bertakbir setelah setiap shalat (fardhu), dimulai dari shalat Subuh pada hari Arafah hingga setelah shalat Ashar pada hari terakhir dari hari-hari Tasyriq.” (Al-Majmu‘ Syarh al-Muhadzdzab, 5/39)

b. Tidak Berpuasa

Dari sahabat Nubaisyah al-Hudzaliy radhiyallahu anhu berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

‘‘Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya hari-hari Tasyriq adalah hari makan dan minum.’’ (HR. Muslim no. 1141)

c. Menyembelih Kurban

Hari-hari Tasyriq masih merupakan waktu sah menyembelih hewan kurban, hingga 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam.

Syaikh Bin Baz rahimahullah menyatakan:

وَقْتُ الذَّبْحِ أَرْبَعَةُ أَيَّامٍ: يَوْمُ الْعِيدِ، وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ بَعْدَهُ، وَهِيَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ

“Waktu penyembelihan kurban adalah empat hari: hari Idul Adha dan tiga hari setelahnya, yaitu hari-hari Tasyriq.” (Majmu‘ Fatawa Ibn Baz, 18/38)

Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat dan semoga kita semua diberikan taufiq dan hidayah agar bisa memaksimalkan ibadah khususnya di bulan Dzulhijjah sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi washahbihi wasallam walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

SummarizeShare234
Previous Post

Membaca Ta’awudz Saat Mengutip Ayat Al-Quran Ketika Ceramah

Next Post

Asal-Usul Puasa Asyura: Antara Tradisi Yahudi dan Ajaran Islam

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc. S1 Hadits Al Azhar - Mesir. Pengajar diniyah di Gistrav Islamia School

Related Stories

hukum menjual kulit qurban

Hukum Menjual Kulit Qurban

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
May 22, 2026
0

Bolehkah Menjual Kulit Hewan Kurban ? Ibadah kurban merupakan salah satu bentuk pendekatan diri seorang muslim kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hewan yang disembelih pada hari raya Iduladha...

puasa arofah

Hukum Puasa Arofah

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
May 21, 2026
0

Tinjauan Hukum Syar’i Terkait Puasa Arafah Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Puasa Arafah termasuk amalan yang sangat agung dalam Islam. Hari itu adalah salah satu hari terbaik sepanjang tahun, bahkan Nabi ﷺ...

Hukum Puasa Tarwiyah: Sunnah Atau Bid’ah?

Hukum Puasa Tarwiyah: Sunnah Atau Bid’ah?

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
May 21, 2026
0

Hukum Puasa Tarwiyah: Sunnah Atau Bid’ah? Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Tanggal 8 Dzulhijjah dikenal dengan nama “Yaumut Tarwiyah”. Pada hari ini, jamaah haji mulai bergerak menuju Mina untuk mempersiapkan diri untuk...

Hukum Menggabungkan Niat Qurban dan Aqiqah

Hukum Menggabungkan Niat Qurban dan Aqiqah

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
May 17, 2026
0

Hukum Menyembelih Satu Hewan dengan Niat Qurban dan Aqiqah Pertanyaannya: apakah boleh menyembelih satu hewan dengan dua niat sekaligus, yaitu niat qurban dan aqiqah? Misalnya, seseorang dikaruniai seorang...

Next Post

Asal-Usul Puasa Asyura: Antara Tradisi Yahudi dan Ajaran Islam

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Untukmu yang Baru Pulang Berhaji
  • Apakah Puasa Arofah Menghapus Dosa Besar?
  • Ketika Puasa Arafah Bertepatan dengan Hari Jum’at

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Uncategorized
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official