• Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Macam-Macam Nikah yang Haram dalam Islam

Ustadz Dhiaurrahman, Lc by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
February 7, 2026
in Keluarga
Reading Time: 3 mins read
Macam-Macam Nikah yang Haram dalam Islam

Macam-Macam Nikah yang Haram dalam Islam

Menjaga Kesucian Akad

Pernikahan dalam Islam adalah akad yang sangat agung sebagaimana disampaikan dalam firman Allah ﷻ:

﴿ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا ﴾

“Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. an Nisa’: 21)

Dimana perjanjian kuat ini (akad nikah) bertujuan untuk menjaga agama, kehormatan dan keberlangsungan keturunan manusia. Karena kedudukannya yang mulia, syariat Islam memberikan batasan yang sangat tegas, sehingga tidak semua bentuk hubungan laki-laki dan perempuan yang dinamai “nikah” dianggap sah, bahkan sebagian dinyatakan haram dan batal.

Insyaallah artikel ini merangkum secara sistematis macam-macam nikah yang haram menurut  penjelasan para ulama Ahlus Sunnah bermanhaj salaf, berdasarkan dalil al Qur-an, hadits shahih, serta keterangan ulama klasik dan kontemporer.

1. Nikah Mut‘ah (Kawin Kontrak)

Definisi

Nikah mut‘ah (kawin kontrak) adalah pernikahan yang dibatasi waktu tertentu, baik sehari, sebulan atau periode tertentu yang disepakati sejak awal akad.

Hukum dan Dalil

Meskipun ada riwayat yang menyatakan bahwa nikah mut’ah pernah dibolehkan, akan tetapi hukum tersebut sudah terhaousikah mut‘ah haram dan batal menurut ijma’ (kesepakatan) ulama Ahlus Sunnah. Sebagaimana yang disampaikan dalam hadits berikut:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَهَى عَنْ زَوَاجِ الْمُتْعَةِ يَوْمَ خَيْبَرَ

Dari ‘Ali bin Abi Thalib رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, “bahwa Rasulullah ﷺ melarang nikah mut‘ah pada hari Perang Khaibar.” (HR. al Bukhari no. 5115 dan Muslim no. 1407)

Keterangan Ulama

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz رحمه الله (w. 1420 H) menegaskan:

نِكَاحُ الْمُتْعَةِ بَاطِلٌ وَمُحَرَّمٌ، وَقَدِ اسْتَقَرَّ الْأَمْرُ عَلَى تَحْرِيمِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ أَنْ يَفْعَلَهُ، وَمَنْ فَعَلَهُ فَعَقْدُهُ بَاطِلٌ

“Nikah mut‘ah adalah pernikahan yang batil dan haram. Telah tetap keharamannya hingga hari kiamat. Tidak halal bagi siapa pun melakukannya, dan siapa yang melakukannya maka akadnya batil.” [Majmu‘ Fatawa Ibnu Baz, 21/58].

2. Nikah Tahlil (Nikah halala / nikah halal-halalan)

Definisi

Nikah tahlil adalah pernikahan yang dilakukan dengan tujuan semata agar seorang wanita yang telah ditalak tiga oleh suami pertamanya menjadi halal kembali baginya.

Hukum dan Dalil

Nikah ini haram dan termasuk dosa besar. Sebagaimana disampaikan dalam hadits berikut:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْمُحَلِّلَ وَالْمُحَلَّلَ لَهُ

“Rasulullah ﷺ melaknat laki-laki yang melakukan tahlil dan orang yang ditahlilkan untuknya.” (HR. Abu Dawud no. 2076 dan at-Tirmidzi no. 1120, beliau berkata hadits hasan shahih)

Keterangan Ulama

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله (w. 728 H) menyatakan:

نِكَاحُ التَّحْلِيلِ بَاطِلٌ لَا يَصِحُّ عِنْدَ جُمْهُورِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ، وَهُوَ مِنَ الْأَنْكِحَةِ الْمَحْرَّمَةِ الَّتِي لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَاعِلَهَا

“Nikah tahlil adalah pernikahan yang bathil dan tidak sah menurut mayoritas sahabat dan tabi‘in. Ia termasuk pernikahan-pernikahan yang diharamkan, yang pelakunya dilaknat oleh Rasulullah ﷺ.” [Majmu‘ al Fatawa, 32/140].

3. Nikah dengan Niat Talak

Definisi

Pernikahan yang secara lahiriah sah, tetapi sejak awal suami berniat menceraikan istri setelah waktu tertentu tanpa sepengetahuan pihak istri.

Hukum

Mayoritas ulama menyatakan haram, karena mengandung unsur penipuan dan menyerupai nikah mut‘ah. 

Keterangan Ulama

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz رحمه الله (w. 1420 H) menjelaskan:

إِذَا نَوَى الطَّلَاقَ مِنْ أَوَّلِ النِّكَاحِ فَهَذَا لَا يَجُوزُ، وَهُوَ يُشْبِهُ نِكَاحَ الْمُتْعَةِ، لِأَنَّهُ دَخَلَ عَلَى الْمَرْأَةِ بِقَصْدِ أَنْ يُطَلِّقَهَا بَعْدَ مُدَّةٍ مُعَيَّنَةٍ

“Apabila seseorang telah berniat talak sejak awal akad nikah, maka hal itu tidak boleh. Ia menyerupai nikah mut‘ah, karena ia masuk ke dalam pernikahan dengan tujuan menceraikan wanita tersebut setelah jangka waktu tertentu.” [Fatawa Nur ‘ala ad Darb, 20/87].

4. Nikah Tanpa Wali

Definisi

Pernikahan yang dilaksanakan tanpa izin atau kehadiran wali nikah dari pihak perempuan baik itu wali dari pihak keluarga laki-laki si perempuan ataupun wali hakim.

Hukum dan Dalil

Nikah tanpa wali adalah tidak sah menurut jumhur ulama (Maliki, Syafi‘i dan Hanbali). Berdasarkan hadits berikut:

لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِيٍّ

“Tidak sah nikah kecuali dengan wali.” (HR. Abu Dawud no. 2085 dan at Tirmidzi no. 1101, beliau menyatakan hadits ini shahih).

Keterangan Ulama

Imam asy Syafi‘i رحمه الله (w. 204 H) menegaskan:

فَإِذَا نَكَحَتِ الْمَرْأَةُ بِنَفْسِهَا بِغَيْرِ وَلِيٍّ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، لَا يَجُوزُ بِحَالٍ

“Apabila seorang perempuan menikahkan dirinya sendiri tanpa wali, maka pernikahannya batil dan tidak sah dalam keadaan apa pun.” [al Umm, 5/9].

5. Nikah Syighar (Nikah Tukar Guling)

Definisi

Nikah syighar adalah pertukaran wanita tanpa mahar, misalnya: “Aku nikahkan engkau dengan putriku, asal engkau menikahkan aku dengan putrimu.”

Hukum dan Dalil

Ia termasuk pernikahan yang terlarang sebagaimana yang disampaikan pada hadits berikut:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنِ الشِّغَارِ

“Rasulullah ﷺ melarang nikah syighar.” (HR. Muslim no. 1415).

Keterangan Ulama

Imam an Nawawi رحمه الله (w. 676 H) menyatakan:

وَأَمَّا نِكَاحُ الشِّغَارِ فَهُوَ حَرَامٌ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ، وَسَبَبُ تَحْرِيمِهِ أَنَّهُ يَتَضَمَّنُ إِسْقَاطَ الْمَهْرِ، وَفِيهِ إِضْرَارٌ بِحَقِّ الْمَرْأَةِ

“Adapun nikah syighar, maka hukumnya haram berdasarkan kesepakatan para ulama. Sebab keharamannya adalah karena pernikahan ini mengandung penghapusan mahar dan di dalamnya terdapat perusakan terhadap hak perempuan.” [Syarh Shahih Muslim, 9/209].

Islam sangat memuliakan pernikahan dan menutup setiap celah yang merusak tujuan sucinya. Nikah mut‘ah, nikah tahlil, nikah dengan niat talak, nikah tanpa wali dan nikah syighar adalah bentuk-bentuk pernikahan yang dinyatakan haram atau batal oleh dalil yang sahih dan penjelasan ulama salaf. Memahami batasan ini bukan sekadar wacana fiqh, tetapi bentuk penjagaan terhadap kehormatan, keadilan dan ketakwaan dalam rumah tangga.

Wallahu a’lamu bishshawab.

Tags: dalil nikah haramfiqih nikahhukum pernikahan islammacam macam nikah haramnikah muhallilnikah mutahnikah syigharnikah tanpa walinikah yang diharamkan dalam islampernikahan terlarang
SummarizeShare235
Previous Post

Biografi Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab

Next Post

Polemik Tabarruk: Telaah Hadis Malik ad Dar yang Datang ke Kubur Nabi ﷺ (Bag: 1)

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc. S1 Hadits Al Azhar - Mesir. Pengajar diniyah di Gistrav Islamia School

Related Stories

Mahar Dalam Islam

Mahar Dalam Islam

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
January 26, 2026
0

Kedudukan Mahar dalam Pernikahan Mahar (ṣadāq) adalah salah satu hak finansial terpenting bagi perempuan yang diwajibkan Allah Ta‘ala atas pihak suami dalam pernikahan. Kewajiban ini merupakan bentuk pemuliaan...

Hukum Menikahi Sepupu

Hukum Menikahi Sepupu

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
January 25, 2026
0

Menikahi Sepupu Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Syariat Islam dibangun di atas ilmu, keadilan dan kemudahan bagi hamba-Nya, sehingga setiap hukum pernikahan memiliki landasan yang jelas dalam al Qur-an dan Sunnah. Salah...

mahar nikah, mahar al-quran, al-quran sebagai mahar, hukum mahar nikah, mahar dalam islam, nikah islami, syarat mahar nikah

Bolehkah Al-Qur’an Menjadi Mahar Nikah?

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
January 19, 2026
0

Bolehkah Al-Qur’an Menjadi Mahar Nikah? Dalam Islam, mahar tidak memiliki batas maksimal, karena tidak ada dalil syar‘i yang menetapkannya. Para ulama sepakat mengenai hal ini, sebagaimana ditegaskan oleh...

menikah tanpa restu orang tua, hukum menikah tanpa restu, restu orang tua dalam islam, ridha orang tua, pernikahan islam, wali nikah, nasihat pernikahan, fiqih nikah

Menikah Tanpa Restu Orang Tua? Yakin??

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
December 28, 2025
0

Hukum Menikah Tanpa Restu Orang Tua Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Insyaallah untuk menjawab judul di atas, artikel ini disusun dengan 15 butir tanya-jawab dengan harapan agar faidah yang terkandung di dalamnya...

Next Post
Polemik Tabarruk Telaah Hadis Malik ad Dar yang Datang ke Kubur Nabi

Polemik Tabarruk: Telaah Hadis Malik ad Dar yang Datang ke Kubur Nabi ﷺ (Bag: 1)

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Hukum Puasa Arofah
  • Hukum Puasa Tarwiyah: Sunnah Atau Bid’ah?
  • Hukum Menggabungkan Niat Qurban dan Aqiqah

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Uncategorized
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official