• Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Siapakah Houthi di Yaman?

Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A. by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
August 20, 2026
in Firqah
Reading Time: 8 mins read

Siapakah Houthi di Yaman?

Gerakan Houthi merupakan salah satu kekuatan yang berpengaruh dalam pergolakan Yaman modern. Pada awalnya, nama Houthi tidak merujuk kepada kekuatan militer seperti yang dikenal sekarang. Gerakan ini bermula dari lingkungan keagamaan di wilayah Sa‘dah, kemudian berkembang melalui kegiatan pendidikan dan kebudayaan, memasuki arena politik, mengalami perubahan pemikiran, dan akhirnya berubah menjadi gerakan bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Yaman.

Houthi atau al-Houthiyyah juga dikenal dengan nama al-Syabab al-Mu’min. Gerakan ini pada awalnya tumbuh dalam lingkungan Zaidiyah, khususnya kelompok Jarudiyah, yang dalam literatur firqah disebut memiliki sejumlah kedekatan pemikiran dengan Syiah Itsna Asyariyah. Sa‘dah sendiri terletak di utara Yaman dan sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat penting Zaidiyah.

Zaidiyah dinisbatkan kepada Zaid bin Ali Zainal Abidin bin al-Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, yang hidup antara 80–122 H atau 698–740 M. Namun, Zaidiyah bukan kelompok yang sepenuhnya seragam. Di dalamnya terdapat sejumlah cabang dan perbedaan pemikiran. Salah satunya adalah Jarudiyah, yang dinisbatkan kepada Abu al-Jarud Ziyad bin al-Mundzir al-Hamdani, wafat pada 105 H.

Salah satu persoalan yang penting dalam memahami perbedaan tersebut adalah konsep imamah. Dalam pemikiran Itsna Asyariyah, imamah memiliki kedudukan khusus dalam agama dan berkaitan dengan adanya penunjukan. Pemikiran mengenai imamah ini kemudian menjadi salah satu unsur penting dalam perkembangan dan perubahan ideologis yang dikaitkan dengan gerakan Houthi. Sumber yang dibahas juga menyebut adanya keyakinan kelompok Houthi mengenai munculnya seorang tokoh dari keturunan Zaid di Yaman yang dikaitkan dengan rangkaian peristiwa munculnya al-Mahdi dalam keyakinan Syiah.

Kemunculan al-Syabab al-Mu’min

Dalam bentuk organisasinya, gerakan Houthi mulai tampak pada dekade 1990-an melalui kemunculan al-Syabab al-Mu’min. Pada tahap awal, gerakan ini belum berbentuk milisi. Kegiatannya berfokus pada pendidikan, pembinaan keagamaan, dan kebudayaan. Sejak sekitar 1990, al-Syabab al-Mu’min mulai dikenal di sejumlah wilayah Sa‘dah. Forum ini disebut didirikan oleh Muhammad Badruddin al-Houthi bersama sejumlah rekannya sebagai wadah kegiatan kebudayaan.

Sekitar 1997, di bawah pengaruh Hussein Badruddin al-Houthi, organisasi tersebut berkembang menjadi gerakan politik dengan nama Tanzhim al-Syabab al-Mu’min. Sejak saat itu orientasi politiknya semakin jelas. Pada fase ini pula muncul persoalan dengan sebagian lingkungan Zaidiyah karena gagasan yang dibawa dinilai tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan pemikiran Zaidiyah yang ada. Pada masa Presiden Ali Abdullah Saleh, organisasi tersebut bahkan disebut pernah memperoleh dukungan pemerintah sebagai bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antarkelompok. Namun, dukungan tersebut pada akhirnya ikut membantu berkembangnya kekuatan yang kemudian justru dikhawatirkan oleh pemerintah.

Tokoh-Tokoh Penting Houthi

Badruddin al-Houthi

Badruddin bin Amiruddin al-Houthi merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan pemikiran Houthi. Ia lahir pada 17 Jumada al-Ula 1345 H atau 23 November 1926 di Dhahyan dan tumbuh di Sa‘dah. Pada awalnya ia dikenal sebagai seorang Zaidiyah dari kelompok Jarudiyah. Namun, setelah melakukan perjalanan dan tinggal beberapa tahun di Iran, pemikirannya semakin dipengaruhi oleh Itsna Asyariyah. Ia kemudian mengkritik sejumlah aspek dalam pemikiran Zaidiyah serta menekankan kedudukan khusus Ahlul Bait dalam kepemimpinan.

Perubahan tersebut memunculkan reaksi dari sebagian ulama Zaidiyah di Yaman. Mereka menerbitkan pernyataan berjudul Bayan min ‘Ulama al-Zaidiyyah yang berisi kritik, bantahan, dan peringatan terhadap pemikiran yang mereka nilai tidak lagi sesuai dengan Ahlul Bait dan mazhab Zaidiyah.

Hussein Badruddin al-Houthi

Tokoh yang kemudian sangat menentukan adalah Hussein Badruddin al-Houthi, putra tertua Badruddin. Lahir pada 1963, ia menempuh pendidikan keagamaan di Sa‘dah, mempelajari mazhab di bawah bimbingan ayahnya dan sejumlah ulama, serta memperoleh gelar magister dalam ilmu-ilmu syariah. Ia juga pernah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan doktoral.

Dalam politik, Hussein ikut mendirikan Hizb al-Haqq pada 1990 dan terpilih sebagai anggota parlemen Yaman untuk periode 1993–1997. Setelah itu ia semakin aktif dalam al-Syabab al-Mu’min, mengajar dan memberikan ceramah kepada pengikutnya. Dalam perkembangannya, ia menjadikan konsep imamah Itsna Asyariyah sebagai salah satu bagian penting perjuangan dan kemudian tampil sebagai tokoh utama dalam pemberontakan terhadap pemerintah Yaman. Ia tewas dalam perang pertama pada 2004.

Palestina, Amerika, dan Pembentukan Identitas Gerakan

Selain persoalan lokal, Houthi juga mengangkat isu yang memiliki daya tarik luas di tengah masyarakat Muslim, terutama persoalan Palestina. Gerakan ini menampilkan diri sebagai pembela Palestina serta penentang Amerika Serikat dan Israel. Sejak sekitar 2002, al-Syabab al-Mu’min menggunakan slogan:

الله أكبر، الموت لأمريكا، الموت لإسرائيل، اللعنة على اليهود، النصر للإسلام

“Allah Mahabesar, kematian bagi Amerika, kematian bagi Israel, laknat bagi Yahudi, kemenangan bagi Islam.”

Slogan tersebut kemudian menjadi salah satu identitas paling terkenal dari Houthi. Ia terus dikumandangkan dan digunakan untuk membangun semangat perlawanan sekaligus menarik simpati masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan Palestina. Namun, sumber yang dibahas juga menyebut bahwa perlawanan terhadap Amerika dan Israel kemudian dikaitkan dengan penolakan terhadap Ahlusunnah yang dituduh mempunyai hubungan dengan Amerika dan Yahudi. Dengan demikian, isu internasional dan persoalan sektarian bertemu dalam proses propaganda dan mobilisasi.

Dari Gerakan Pendidikan Menjadi Kekuatan Bersenjata

Tahun 2004 menjadi titik balik penting dalam sejarah Houthi. Organisasi yang sebelumnya berkembang melalui pendidikan dan kegiatan politik mulai memasuki fase pemberontakan bersenjata. Sejak Juni 2004, sebagian anggota al-Syabab al-Mu’min berubah menjadi milisi, lalu konflik terbuka dengan pemerintah Yaman semakin keras.

Perang pertama juga menjadi akhir perjalanan Hussein Badruddin al-Houthi. Setelah ia terbunuh pada 2004, kepemimpinan berpindah kepada adiknya, Abdul Malik al-Houthi. Konflik dengan pemerintah Yaman kemudian berlangsung dalam beberapa putaran dan disebut mencapai enam perang sejak 18 Juni 2004 hingga pertengahan Agustus 2009. Pengalaman perang membuat gerakan ini berkembang dari kelompok yang berakar pada pembinaan keagamaan menjadi kekuatan politik-militer dengan kemampuan organisasi yang semakin besar.

Abdul Malik al-Houthi Mengambil Alih Kepemimpinan

Setelah Hussein wafat, Abdul Malik al-Houthi mengambil alih kepemimpinan gerakan. Ia lahir di Sa‘dah pada 1979 dan memperoleh pendidikan di sekolah-sekolah Syiah Zaidiyah. Setelah memimpin gerakan, ia mampu menghimpun kembali para pendukungnya. Pada 2007, ia juga mendirikan situs al-Manbar sebagai sarana menyampaikan pandangan gerakan kepada masyarakat.

Selain Abdul Malik, Yahya al-Houthi, saudara Hussein, juga disebut sebagai salah satu tokoh politik penting. Ia pernah menjadi anggota parlemen dari Partai Kongres Rakyat Umum. Di bawah kepemimpinan baru ini, gerakan semakin terkonsolidasi, propaganda politik semakin terorganisasi, dan konflik dengan pemerintah terus berlanjut. Identitas gerakan juga semakin kuat melalui slogan, simbol, pengajaran ideologis, serta sentimen membela Ahlul Bait yang digunakan dalam mobilisasi pengikut.

Hubungan dengan Pemikiran Syiah Itsna Asyariyah

Perkembangan Houthi kemudian semakin sering dikaitkan dengan pemikiran Itsna Asyariyah. Badruddin al-Houthi disebut mengalami perubahan pemikiran setelah tinggal di Iran, dan sebagian peneliti menempatkan sekitar 1997 sebagai fase ketika perubahan menuju Ja‘fariyah Itsna Asyariyah semakin tampak. Tema-tema seperti imamah, wasiat, sikap terhadap para sahabat, khumus, serta penghormatan khusus terhadap Karbala dan sejumlah aqidah Itsna Asyariyah lainnya kemudian disebut menjadi bagian dari pemikiran gerakan.

Hubungan dengan Hizbullah Lebanon

Hubungan Houthi dengan jaringan Syiah regional juga disebut terlihat melalui kedekatannya dengan Hizbullah Lebanon. Houthi dilaporkan menunjukkan penghormatan dan dukungan kepada Hizbullah, bahkan menjadikannya sebagai salah satu teladan. Bendera Hizbullah juga disebut pernah dikibarkan dalam beberapa kegiatan dan demonstrasi di Yaman.

Dukungan Iran

Hubungan dengan Iran merupakan salah satu tema penting dalam pembahasan perkembangan Houthi. Badruddin al-Houthi pernah tinggal di Iran pada dekade 1990-an dan setelah kembali ke Yaman pada 1997, hubungan dengan jaringan Syiah di Iran disebut tetap berlanjut. Dukungan tersebut digambarkan mencakup bidang pemikiran, finansial, dan militer.

Sejumlah lembaga Syiah juga disebut memiliki hubungan dengan gerakan tersebut, seperti Mu’assasat Ansharin di Qom, Mu’assasat al-Tsaqalain di Kuwait, Mu’assasat al-Khou’i, serta lembaga-lembaga yang terkait dengan Hizbullah di Lebanon. Beberapa laporan juga menyebut adanya dukungan finansial dari pihak-pihak yang berhubungan dengan jaringan Syiah regional.

Dalam aspek militer, terdapat laporan mengenai personel dari kalangan Syiah Irak dan Garda Revolusi Iran yang disebut memberikan pelatihan dan mengawasi latihan militer Houthi. Sejumlah pengikut Houthi yang menyerah juga dilaporkan mengaku pernah mengikuti pelatihan di kamp-kamp yang berkaitan dengan Garda Revolusi Iran bersama unsur Brigade Badr di Irak. Dukungan tersebut disebut diperkuat oleh pernyataan sejumlah ulama dan pusat keilmuan Itsna Asyariyah di Qom dan Najaf.

Hubungan itu juga dikaitkan dengan pengaruh Revolusi Iran. Hussein Badruddin al-Houthi disebut terpengaruh oleh pemikiran Khomeini dan melihat kemungkinan penerapan model Iran di Yaman. Salah seorang saudaranya bahkan disebut mengajarkan materi mengenai Revolusi Iran dalam pelatihan al-Syabab al-Mu’min. Badruddin sendiri disebut pernah tinggal di Teheran dan Qom, sementara sejumlah pengikut Houthi melakukan perjalanan ke Iran dan kunjungan dari pihak Iran ke Yaman juga dilaporkan terjadi.

Dalam konteks simbolik, pemerintah Iran disebut pernah mengganti nama sebuah jalan yang membawa nama Yaman menjadi Jalan Syahid Hussein al-Houthi. Sementara itu, sejumlah laporan juga menyebut bahwa tentara Yaman menemukan persenjataan yang sebagian disebut buatan Iran, serta dokumen di sebuah rumah sakit Iran di Sana‘a yang dikaitkan dengan aktivitas dukungan dan intelijen.

Jaringan Syiah Regional

Hubungan Houthi dengan Iran tidak berdiri sendiri, tetapi ditempatkan dalam jaringan yang lebih luas dengan sejumlah kelompok dan lembaga Syiah regional. Selain Mu’assasat Ansharin di Qom, disebut pula Mu’assasat al-Tsaqalain di Kuwait, Mu’assasat al-Khou’i, serta lembaga-lembaga yang memiliki keterkaitan dengan Hizbullah Lebanon. Sejumlah laporan media juga menggambarkan adanya hubungan antara Houthi dan Iran, termasuk laporan al-Watan al-Su‘udiyyah mengenai dugaan pengiriman senjata Iran ke basis Houthi dan keterlibatan Abdul Malik al-Houthi dalam mengirim sejumlah personel ke pertempuran di Suriah.

Perluasan Konflik ke Perbatasan Arab Saudi

Perkembangan konflik akhirnya tidak lagi terbatas di wilayah utara Yaman. Gerakan Houthi kemudian terlibat dalam bentrokan di wilayah perbatasan Arab Saudi. Beberapa laporan menyebut adanya serangan Houthi ke wilayah perbatasan Saudi. Seorang reporter al-‘Arabiyyah juga melaporkan adanya komunikasi berbahasa Persia dalam jaringan komunikasi Houthi.

Laporan yang sama menyebut sumber diplomatik yang mengatakan bahwa pemerintah Yaman memiliki bukti mengenai dukungan Iran kepada Houthi di Sa‘dah, termasuk keberadaan sejumlah personel Garda Revolusi Iran yang disebut pernah ditahan oleh intelijen Yaman.

Daftar Referensi dan Sumber

  1. Kitab Klasik
  1. Al-Syahrastani. Al-Milal wa al-Nihal, jil. 1, hlm. 61, 146.
  2. Al-Baghdadi. Al-Farq baina al-Firaq, hlm. 112–115, 252.
  3. Abu al-Hasan al-Asy‘ari. Maqalat al-Islamiyyin, jil. 1, hlm. 144.
  4. Abu al-Husain al-Khayyat. Al-Intishar wa al-Radd ‘ala Ibn al-Rawandi, hlm. 126, 139.
  5. Al-Qadhi ‘Abd al-Jabbar. Syarh al-Ushul al-Khamsah, hlm. 766–767.
  6. Al-Dzahabi. Mizan al-I‘tidal, jil. 2, hlm. 584.
  7. Al-Majlisi. Bihar al-Anwar, jil. 52, hlm. 380.
  1. Buku dan Penelitian tentang Houthi
  1. Ahmad al-Daghsyi. Al-Houthiyyun, hlm. 6–30.
  2. ‘Abdullah Muhammad al-Shan‘ani. Al-Harb fi Sha‘dah: Min Awwal Shaikhah ila Akhir Taliqah, jil. 1, hlm. 5–80, 10, 12, 16–18, 25, 33, 39, 65 dan seterusnya, 107–114; jil. 2, hlm. 35.
  3. ‘Adil al-Ahmadi. Al-Zahr wa al-Hajar: Al-Tamarrud al-Syi‘i fi al-Yaman. Sana‘a: Markaz Nisywan al-Himyari li al-Dirasat wa al-Nasyr, 2007, hlm. 130, 134–135, 138, 163, 172, 175–176, 253, 281, 305, 349.
  4. Khuyuth al-Zhalim, hlm. 426–429.
  5. ‘Ali al-Kurani. ‘Ashr al-Zhuhur, hlm. 115–120.
  1. Artikel, Laporan, dan Karya Kontemporer
  1. Muhammad ‘Idhah Syabibah. “Al-Houthi wa Mustaqbal al-Fitnah al-Majhul.” Shahifat al-Rusyd, no. 33, 25 April 2005.
  2. Anwar Qasim al-Khudri. “Tamarrud al-Houthi fi al-Yaman.” Al-Taqrir al-Istratiji, Majallat al-Bayan, edisi 3, 1427 H, hlm. 391–419.
  3. Faisal Mukarram. “Al-Hisabat wa al-Munakasyat al-Hizbiyah Dafa‘at bi al-Houthi ila Wajhat al-Ahdats al-Damawiyyah fi al-Yaman.” Al-Hayat, 12 Agustus 2004.
  4. Muhammad al-Khamri. “Al-Bidayat al-Ula li Tatharruf al-Za‘im al-Syi‘i fi al-Yaman.” Ilaf.
  5. Sa‘d al-Buraik. Al-Houthiyyun wa Iran: Fadha’ih wa Haqa’iq. Program televisi, Kanal al-Majd.
  6. “Al-Houthiyyun Dhira‘ Yunbaghi Kasruha.” Al-Syarq al-Awsath.
  7. Al-Shira‘ ma‘a al-Houthiyyin: Judzur al-Musykilah wa Afaq al-Hall. Markaz al-Jazirah li al-Dirasat wa al-Buhuts.
  8. Al-Syarq al-Awsath. Berbagai laporan mengenai campur tangan Iran di Yaman.
  9. Al-Hayat al-Londoni. Laporan, 30 Mei 2005.
  10. Al-Wathan al-Sa‘udiyyah, no. 1704, 30 Mei 2005, serta berbagai laporan mengenai senjata Iran dan aktivitas unsur Houthi.
  11. Al-Wathan al-Qatariyyah, 17 September 2004.
  1. Pernyataan dan Media
  1. Kanal al-Mustaqillah. Program Minbar al-Mustaqillah, episode Fatwa al-Sistani: Afaq al-Taqrib baina al-Madzahib al-Islamiyyah.
  1. Sumber Internet
  2. Naba News. http://www.nabanews.net/2009/22457
  3. Barakish. http://www.barakish.net/news.aspx?cat=12&sub=11&id=7609
  4. Akhbar al-Khalij. http://www.akhba-alkhaleej.com/12442/article/19602.html
  5. Al-‘Arabiyyah. Laporan, 9 November 2009. http://www.alarabiya.net/articles/2009/11/09/90698.html
  6. Al-Mukhtasar. http://www.almokhtsar.com/node/84418
  7. A-Offok. www.a-offok.com/main/articles.aspx?selected_article_no=1112
  8. YouTube. Program Minbar al-Mustaqillah. http://www.youtube.com/watch?v=DzvUrkRBOIM
SummarizeShare234
Previous Post

Perkembangan Syi’ah Dari Perselisihan Politik Menjadi Sekte Akidah – Part 1

Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.

Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.

Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A. S1 hadis UIM, S2 Aqidah UIM. Saat ini menempuh program S3 Aqidah di UIM.

Related Stories

Perkembangan Syi’ah Dari Perselisihan Politik Menjadi Sekte Akidah – Part 1

Perkembangan Syi’ah Dari Perselisihan Politik Menjadi Sekte Akidah – Part 1

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
August 20, 2026
0

Perkembangan Syi'ah Dari Perselisihan Politik Menjadi Sekte Akidah - Part 1 Bismillah walhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Pada masa Rasulullah ﷺ (w. 11 H), istilah Syi'ah belum dikenal sebagai nama sebuah mazhab akidah....

Akidah Menyimpang Menjadi Gerakan Politik, Ini Bahaya!

Akidah Menyimpang Menjadi Gerakan Politik, Ini Bahaya!

by Ustadz Ahmad Anshori, Lc. MPd.
August 11, 2026
0

Bahaya Penyimpangan Akidah Ketika Berubah Menjadi Gerakan Politik Bismillah… Rangkaian sejarah kejahatan Syiah yang telah dipaparkan di artikel ini, cukup dibaca sebagai kumpulan tragedi yang berdiri sendiri. Ada...

Daftar Kejahatan Kelompok dan Dinasti Syiah Sepanjang Sejarah

Daftar Kejahatan Kelompok dan Dinasti Syiah Sepanjang Sejarah

by Ustadz Ahmad Anshori, Lc. MPd.
August 7, 2026
0

Daftar Kejahatan Kelompok dan Dinasti Syiah Sepanjang Sejarah Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du, Pembahasan tentang Syiah bukan semata-mata pembahasan mengenai perbedaan kelompok atau perselisihan...

Perkembangan Syiah dari Waktu Ke Waktu

Perkembangan Syiah dari Waktu Ke Waktu

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
July 30, 2026
0

Dinasti-Dinasti Syi'ah 1. Buwaihiyah (334–447 H) Dinasti Persia yang menguasai Baghdad dan memberikan pengaruh besar terhadap penyebaran Syi'ah Imamiyah. 2. Fatimiyah (297–567 H) Dinasti Ismailiyah yang berpusat di...

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Siapakah Houthi di Yaman?
  • Perkembangan Syi’ah Dari Perselisihan Politik Menjadi Sekte Akidah – Part 1
  • Hukum Merayakan Maulid Nabi ﷺ, Tidak Sesuai Syariat ?

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Firqah
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Uncategorized
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official