Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
Tanya.Islam
No Result
View All Result

Bulan Sya’ban: Bulan yang Dicintai Rasulullah ﷺ

Ustadz Dhiaurrahman, Lc by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
January 28, 2026
in Ramadhan
Reading Time: 4 mins read

Bulan Sya’ban: Bulan yang Dicintai Rasulullah ﷺ

Dalam kalender hijriah, bulan Sya’ban sering berada di posisi “sunyi”. Ia terjepit di antara Rajab yang sebagian orang agungkan dengan acara tertentu dan Ramadhan yang seluruh umat islam nantikan. Akibatnya, banyak kaum Muslimin yang melalaikan bulan Sya’ban ini, padahal Rasulullah ﷺ justru memberi perhatian khusus pada bulan ini.

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan sosial, tetapi telah diisyaratkan langsung oleh Nabi ﷺ dalam hadits shahih. Artikel ini mengajak kita memahami kedudukan bulan Sya’ban menurut Sunnah dan penjelasan para ulama salaf, agar ibadah kita tidak bersifat musiman, tetapi berkesinambungan.

Bulan yang Dilalaikan Manusia

Usamah bin Zaid رضي الله عنهما (w. 54 H) bertanya kepada Rasulullah ﷺ (w. 11 H):

يَا رَسُولَ اللهِ: لَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ؟

“Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”

Rasulullah ﷺ (w. 11 H) menjawab:

«…ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفَلُ النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ»

“Itu adalah bulan yang banyak dilalaikan manusia, berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan…” (HR. an Nasa-i no. 2357 dan Ahmad no. 21753) [https://ar.islamway.net/article/95364]

Imam Ibnu Rajab al Hanbali رحمه الله (w. 795 H) berkata:

وَقَوْلُهُ ﷺ «شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ» فِيهِ إِشَارَةٌ إِلَى أَنَّ فَضْلَ الْعِبَادَةِ فِي أَوْقَاتِ غَفْلَةِ النَّاسِ أَعْظَمُ، لِقِلَّةِ الْمُشَارِكِينَ فِيهَا، وَخُصُوصِيَّةِ الْإِخْلَاصِ

“Sabda Nabi ﷺ “bulan yang manusia lalai darinya” mengandung isyarat bahwa keutamaan ibadah pada waktu manusia lalai itu lebih besar, karena sedikitnya orang yang melakukannya dan lebih kuatnya unsur keikhlasan di dalamnya.” (Latha-if al Ma‘arif fima li Mawasim al ‘Am min al Wazha-if, cet. Dar Ibnu Katsir, Beirut, hlm. 130).

Maknanya, ketika mayoritas manusia lalai dari ibadah, maka nilai keikhlasan dan keutamaan dari ibadah tersebut justru semakin besar bila dilaksanakan karena umumnya motivasi pada kondisi ini ialah untuk ibadah kepada Allah ﷻ.

Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban adalah Sunnah Nabi ﷺ

Dari Ummul Mukminin ‘Aisyah رضي الله عنها (w. 58 H):

«مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ»

“Aku tidak pernah melihat Nabi ﷺ menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban.” (HR. al Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156);

Dalam riwayat al Bukhari disebutkan:

«كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّه»

“Beliau berpuasa di bulan Sya’ban seluruhnya”.

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan:

«كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا»

“Beliau berpuasa di bulan Sya’ban kecuali sedikit saja (beliau berbuka)”. [https://archive.org/details/20210312_20210312_1606]

Imam Ibnu Rajab al Hanbali رحمه الله (w. 795 H) menjelaskan pengkompromian seluruh riwayat hadits tentang puasa Sya’ban:

وَجَمِيعُ مَا وَرَدَ مِنْ أَنَّهُ صَامَهُ كُلَّهُ، وَأَنَّهُ صَامَهُ إِلَّا قَلِيلًا، يُرَادُ بِهِ أَنَّهُ كَانَ يَصُومُ أَكْثَرَهُ

“Seluruh riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ berpuasa Sya’ban seluruhnya dan riwayat yang menyebutkan kecuali sedikit, maksudnya adalah bahwa beliau berpuasa sebagian besar dari bulan tersebut.” (Latha-if al Ma‘arif fima li Mawasim al ‘Am min al Wazha-if, cet. Dar Ibnu Katsir, Beirut, hlm. 131).

Sya’ban dan Pengangkatan Amal kepada Allah

Dalam lanjutan hadits Usamah bin Zaid رضي الله عنهما (w. 54 H), Rasulullah ﷺ (w. 11 H) bersabda:

«وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ العَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»

“Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR. an Nasa-i no. 2357 dan Ahmad no. 21753)

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah رحمه الله (w. 728 H) berkata:

وَرَفْعُ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ يَكُونُ فِي أَوْقَاتٍ مُعَيَّنَةٍ، فَمَنْ اسْتَعَدَّ لَهَا بِالطَّاعَةِ كَانَ ذَلِكَ مِنْ كَمَالِ دِينِهِ

“Pengangkatan amal kepada Allah terjadi pada waktu-waktu tertentu. Barang siapa mempersiapkannya dengan ketaatan, maka hal itu termasuk kesempurnaan agamanya.” (Majmu‘ al Fatawa, cet. Mujamma‘ al Malik Fahd, Madinah, 25/290).Puasanya Nabi ﷺ di bulan Sya’ban menunjukkan bahwa ibadah tersebut disunnahkan dan bukan perkara yang baru, hanya saja sebagian dari kaum muslimin keliru dalam menghidupkan bulan ini.

Antara Melalaikan dan Berlebihan

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz رحمه الله (w. 1420 H) menegaskan:

وَمِنَ الْبِدَعِ الَّتِي أَحْدَثَهَا بَعْضُ النَّاسِ: بِدْعَةُ الِاحْتِفَالِ بِلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَتَخْصِيصُ يَوْمِهَا بِالصِّيَامِ، وَلَيْسَ عَلَى ذَلِكَ دَلِيلٌ يَجُوزُ الِاعْتِمَادُ عَلَيْهِ، وَقَدْ وَرَدَ فِي فَضْلِهَا أَحَادِيثُ ضَعِيفَةٌ لَا يَجُوزُ الِاعْتِمَادُ عَلَيْهَا

“Di antara bid‘ah yang diada-adakan oleh sebagian orang adalah bid‘ah merayakan malam pertengahan bulan Sya’ban dan mengkhususkan siangnya dengan berpuasa. Tidak ada dalil yang dapat dijadikan sandaran dalam hal tersebut, dan memang telah diriwayatkan hadits-hadits tentang keutamaannya, namun hadits-hadits itu lemah dan tidak boleh dijadikan pegangan.” (https://binbaz.org.sa/articles/24).

Lalu beliau juga menukilkan pernyataan dari Imam Muhammad bin ‘Ali asy Syaukani رحمه الله (w. 1250 H) penulis kitab Nailul Authar tentang salah satu hadits yang menjelaskan akan keutamaan ibadah khususnya shalat pada malam Nishfu Sya’ban (Pertengahan Sya’ban):

Al ‘Allamah asy Syaukani رحمه الله berkata dalam kitab al Fawa-id al Majmu‘ah sebagai berikut: “Hadits: ‘Wahai Ali, barang siapa shalat seratus rakaat pada malam Nishfu Sya‘ban, membaca pada setiap rakaat al Fatihah dan ‘Qul Huwa Allahu Ahad’ sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan mengabulkan setiap kebutuhannya’, dan seterusnya… — hadits ini adalah maudhu‘ (palsu).

Pada lafaz-lafaznya yang secara tegas menyebutkan pahala besar yang akan diperoleh oleh pelakunya, terdapat sesuatu yang tidak akan diragukan oleh siapa pun yang memiliki kemampuan membedakan, bahwa hadits ini adalah buatan. Para perawinya tidak dikenal, dan hadits ini juga diriwayatkan melalui jalur kedua dan ketiga, semuanya palsu, dan para perawinya pun majhul (tidak dikenal).”

Sya’ban adalah Bulan Persiapan

Imam Ibnu Rajab al Hanbali رحمه الله (w. 795 H) berkata:

وَكَانَ شَهْرُ شَعْبَانَ كَالْمُقَدِّمَةِ لِرَمَضَانَ، فَشُرِعَ فِيهِ مَا يُشْرَعُ فِي رَمَضَانَ مِنَ الصِّيَامِ

“Bulan Sya’ban adalah seperti mukadimah bagi Ramadan; maka disyariatkan di dalamnya apa yang disyariatkan di Ramadan berupa puasa.” (Latha-if al Ma‘arif fima li Mawasim al ‘Am min al Wazha-if, cet. Dar Ibnu Katsir, Beirut, hlm. 132).Diantara hikmah adanya bulan Sya’ban dan contoh dari Nabi ﷺ dalam beribadah pada bulan ini ialah agar jiwa-jiwa manusia punya persiapan yang cukup untuk menemui bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan yang lebih besar lagi sehingga diharapkan kualitas ibadah di dalamnya semakin baik dan terus menjadi lebih baik hingga berakhirnya bulan mulia ini.

Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering terlupakan, padahal Rasulullah ﷺ secara nyata memperbanyak ibadah di dalamnya. Karena bulan Sya’ban merupakan masa persiapan ruhiyah untuk menyambut bulan Ramadhan agar ibadah pun lebih maksimal, juga karena bula Sya’ban ialah waktu pengangkatan amal dan ladang sunnah yang besar pahalanya.

Maka menghidupkan Sya’ban dengan cara sesuai sunnah berarti:

  • Mengikuti sunnah Nabi ﷺ;
  • Meneladani praktik para salaf;
  • dan Menyiapkan Ramadan dengan iman dan ilmu.

Inilah Islam yang ilmiah, seimbang dan berkelanjutan, semoga bermanfaat.

Wallahu a’lamu bishshawab.

Continue Reading
Tags: amalan bulan sya’banbulan sya’banbulan yang dicintai rasulullahhadis tentang sya’bankeistimewaan sya’bankeutamaan bulan sya’bannisfu sya’banpersiapan ramadhanpuasa sya’bansunnah rasulullah
SummarizeShare235
Previous Post

Mahar Dalam Islam

Next Post

Hukum Tabarruk

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc. S1 Hadits Al Azhar - Mesir. Pengajar diniyah di Gistrav Islamia School

Related Stories

Menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban: Antara Tuntunan dan Tradisi

Menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban: Antara Tuntunan dan Tradisi

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
January 29, 2026
0

Menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban: Antara Tuntunan dan Tradisi Allah Ta‘ala telah menciptakan waktu dan menjadikannya sebagai wadah bagi amal perbuatan. Dia juga mengutamakan sebagian waktu atas waktu yang...

Seni Beribadah di Bulan Ramadhan Menurut Ulama Ahlus Sunnah

Seni Beribadah di Bulan Ramadhan Menurut Ulama Ahlus Sunnah

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
January 23, 2026
0

Jika Ramadhan Tidak Mengubah Kita, Lalu Apa yang Akan Mengubah Kita? Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du.  Bulan Ramadhan adalah musim ibadah dan ladang amal kebaikan bagi setiap muslim. Para ulama menjelaskan bahwa...

Lupa niat puasa di malam hari, apakah puasanya tetap sah

Lupa Niat Puasa Di Malam Hari, Apakah Sah Puasanya?

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
January 13, 2026
0

Lupa Niat Puasa di Malam Hari Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du.  Niat merupakan rukun utama dalam setiap ibadah termasuk puasa, tanpa niat suatu amalan tidak akan ada nilainya. Rasulullah ﷺ bersabda: «...

hukum bermesraan saat puasa, mesra suami istri ramadhan, ciuman saat puasa, hukum bercumbu di siang ramadhan, fiqih puasa suami istri, pembatal puasa ramadhan, puasa dan hubungan suami istri

Hukum Bermesraan Suami Istri Saat Siang Ramadhan

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
December 31, 2025
0

Batas Bermesraan Suami Istri di Siang Ramadhan Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan mengendalikan hawa nafsu. Salah satu pertanyaan yang sering muncul...

Next Post
Hukum Tabarruk, Tabarruk dalam Islam, Pengertian Tabarruk, Dalil Tabarruk, Tabarruk yang Dibolehkan, Tabarruk yang Dilarang, Tabarruk Menurut Sunnah, Tabarruk dan Syirik, Akidah Islam, Fiqih Islam

Hukum Tabarruk

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Tafsir Surat An-Naba’ 26
  • Tafsir Surat An-Naba’ 25
  • Menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban: Antara Tuntunan dan Tradisi

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official