• Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Penentuan Awal Ramadhan dan 1 Syawal Ikut Siapa?

Ustadz Dhiaurrahman, Lc by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
February 12, 2026
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
penentuan ramahan dan idul fitri

Penentuan Ramadhan & Idul Fitri Ikut Pemerintah atau Ikut Pendapat Sendiri?

Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Setelah memahami bahwa perbedaan penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawwal (‘Idul Fitri) adalah khilaf fiqih yang telah ada sejak masa sahabat, muncul pertanyaan lanjutan yang jauh lebih sensitif dan sering memicu konflik di tengah umat: haruskah seorang Muslim mengikuti keputusan pemerintah atau boleh ber’idul fithri sendiri berdasarkan keyakinannya? Artikel ini mengulas persoalan tersebut dengan pendekatan ilmiah, sekaligus membaca realitas sosial modern agar umat tidak terjebak pada sikap ekstrem.

Prinsip Dasar Ahlus Sunnah

Rasulullah ﷺ (w. 11 H) bersabda:

«الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ، وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ، وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ»

“Puasa itu adalah hari ketika kalian semua berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika kalian semua berkurban.” (HR. at Tirmidzi no. 697; dinilai hasan gharib)

Setelah meriwayatkan hadits ini, Imam at Tirmidzi رحمه الله (w. 279 H) menjelaskan:

هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَفَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ إِنَّمَا مَعْنَى هَذَا أَنَّ الصَّوْمَ وَالْفِطْرَ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَعُظْمِ النَّاسِ

‏”Hadits ini derajatnya ialah Hasan Gharib (hadits yang terpercaya meskipun jalurnya jarang). Sebagian ulama menafsirkan hadits ini bahwa maknanya adalah bahwa puasa dan berbuka dilakukan bersama jama‘ah dan kebanyakan manusia.” (al Jami’ al Kabir – Sunan at Tirmidzi, Kitab Puasa dari Rasulullah ﷺ, no 697, cet. Maktabah al Ma’arif, Riyadh).

Praktik Sahabat

Diriwayatkan oleh Kuraib (bekas budak Abdullah bin ‘Abbas رضي الله عنهما [w. 68 H]) (w. 98 H) tentang bagaimana Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما (w. 68 H) menyikapi perbedaan Mathali’ (Tempat terbit) dimana wilayah Syam melihat hilal pada malam Jum’at sehingga Mu‘awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنهما (w. 60 H) dan kaum muslimin yang berada di sana mulai berpuasa pada hari Jum’at, sedangkan Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما (w. 68 H) dan kaum muslimin Madinah mulai berpuasa pada hari Sabtu (1 hari lebih telat dari penduduk Syam) karena mereka baru melihat hilal pada malam Sabtu. Kemudian ketika di tanya, Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما (w. 68 H) menegaskan bahwa demikianlah sunnah dari Rasulullah ﷺ (w. 11 H) [lihat: Menyikapi Perbedaan Awal Ramadhan dan 1 Syawal – Tanya Islam].

Pendapat Ulama

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz رحمه الله (w. 1420 H) menjelaskan bahwa dalil-dalil umum dari Nabi ﷺ menunjukkan puasa dan berbuka ditetapkan berdasarkan rukyat tanpa adanya penjelasan tentang pembedaan wilayah terbit bulan, namun sebagian ulama berpendapat bahwa setiap negeri memiliki rukyat sendiri apabila terjadi perbedaan mathla‘, dengan berdalil pada praktik Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما (w. 68 H), dan pendapat bahwa “setiap negeri dengan rukyatnya” ini dinilai memiliki kekuatan dalil serta dipilih oleh Majelis Ulama Besar Saudi sebagai bentuk penggabungan dan kompromi antara dalil-dalil yang ada. [lihat: https://binbaz.org.sa/fatwas/10553/اعتماد-الرؤية-وعدم-اعتبار-اختلاف-المطالع].

Syaikh Muhammad bin Shalih al ʿUtsaimin رحمه الله (w. 1421 H) menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang apakah rukyat hilal di satu negeri Islam berlaku untuk seluruh kaum Muslimin atau hanya untuk wilayah tertentu. Sebagian berpendapat rukyat berlaku global bagi semua Muslimin berdasarkan keumuman ayat dan hadis tentang puasa dan berbuka, sementara pendapat lain menyatakan bahwa setiap negeri mengikuti rukyatnya masing-masing apabila mathla‘ (tempat terbit hilal) berbeda, dengan qiyas pada perbedaan waktu imsak dan ifthar harian; pendapat ini dinilai kuat dari sisi dalil dan analogi. Sebagian ulama juga menegaskan bahwa dalam praktik, penetapan puasa dan hari raya hendaknya mengikuti keputusan pemerintah demi persatuan dan mencegah perpecahan, berdasarkan hadis “puasa adalah hari kalian berpuasa.” Adapun kaum Muslimin yang tinggal di negeri non-Muslim dan tidak dapat melakukan rukyat, maka mereka menetapkan puasa dengan cara syar‘i yang memungkinkan atau mengikuti rukyat negeri Islam terdekat sebagai solusi terbaik. (baca: https://islamhouse.com/id/fatwa/368856)

Mengikuti pemerintah dalam penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawwal (‘Idul Fithri) merupakan prinsip kuat dalam manhaj Ahlus Sunnah wal Jama‘ah. Dalil hadits, atsar sahabat dan fatwa ulama menunjukkan bahwa menjaga persatuan umat lebih didahulukan daripada mempertahankan pendapat pribadi dalam masalah ijtihadi. Dengan memahami hal ini, umat Islam diharapkan lebih tenang, dewasa  dan tidak mudah terprovokasi oleh polemik tahunan seputar perbedaan hari raya. Wallahu a’lamu bishshawab.

Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Tags: 1 syawal berbedafiqih puasahilal dan rukyathukum mengikuti pemerintahikut pemerintah atau tidakkeputusan pemerintah tentang ramadhanpendapat ulama tentang hilalpenentuan idul fitripenentuan ramadhanperbedaan awal ramadhanpersatuan umat islamsidang isbat
SummarizeShare236
Previous Post

Menyikapi Perbedaan Awal Ramadhan dan 1 Syawal

Next Post

Mengapa Perbedaan Awal Ramadhan & Idul Fitri Selalu Viral?

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc. S1 Hadits Al Azhar - Mesir. Pengajar diniyah di Gistrav Islamia School

Related Stories

Ramadhan Pergi, Masjid Sepi, Apa yang Terjadi

Ramadhan Pergi, Masjid Sepi, Apa yang Terjadi?

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
April 10, 2026
0

Respon Syari’at Islam Terhadap Fenomena Futur Pasca Ramadhan Dulu Nangis di Malam-malam Ramadhan, Sekarang ? Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Ramadhan kemarin mungkin kita masih melihat dan merasakan, bahwa ada air mata...

puasa syawal dan puasa qadha

Hukum Menggabungkan Puasa Sunnah Syawwal dengan Puasa Qadha

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
April 1, 2026
0

Penjelasan Syar’i Tentang Penggabungan Puasa Qadha’ dan Sunnah Syawwal Pendahuluan: Ibadah yang Terlihat Sama, Tapi Hakikatnya Berbeda Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Puasa 6 hari di bulan Syawwal adalah amalan yang sangat...

puasa sunnah syawal

Puasa Sunnah Syawal

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
March 19, 2026
0

Puasa Sunnah 6 Hari Syawal: Penyambung Ibadah dan Penyempurna Pahala Di antara keindahan agama Islam yang hanif adalah bahwa ibadah tidak dibuat terputus, melainkan berkesinambungan. Allah menjadikan setelah...

fiqih zakat fitrah

Fiqih Zakat Fitrah

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
March 14, 2026
0

Fiqih Zakat Fitrah Zakat al-Fitr adalah salah satu syiar agung yang Allah ﷻ anugerahkan kepada hamba-Nya. Allah ﷻ mewajibkannya sebagai penutup bulan Ramadan. Zakat ini menjadi penyempurna bagi...

Next Post
Mengapa Perbedaan Awal Ramadhan & Idul Fitri Selalu Viral

Mengapa Perbedaan Awal Ramadhan & Idul Fitri Selalu Viral?

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Apakah Puasa Arofah Menghapus Dosa Besar?
  • Ketika Puasa Arafah Bertepatan dengan Hari Jum’at
  • Hukum Menjual Kulit Qurban

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Uncategorized
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official