Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
Tanya.Islam
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
Tanya.Islam
No Result
View All Result

Mengapa Perbedaan Awal Ramadhan & Idul Fitri Selalu Viral?

Ustadz Dhiaurrahman, Lc by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
February 14, 2026
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
Mengapa Perbedaan Awal Ramadhan & Idul Fitri Selalu Viral

Mengapa Perbedaan Idul Fitri Selalu Viral?

Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Jika perbedaan 1 Ramadhan dan 1 Syawwal (Idul Fithri) hanyalah masalah fiqih, mengapa ia selalu menjadi isu paling viral setiap tahun di Indonesia? Mengapa persoalan yang telah dibahas tuntas sejak zaman sahabat justru berubah menjadi konflik, ejekan dan delegitimasi ulama di era digital?

Mari kita bahas apa hukumnya dan mencari tahu mengapa terkadang umat bereaksi secara berlebihan.

Akar Masalah Pertama: Gagal Memahami Hakikat Ikhtilaf

Ikhtilaf (Perbedaan pandangan) adalah sunnatullah (ketetapan Allah) dalam masalah ijtihadi (Masalah yang terbuka untuk penafsiran hukum), karena tidak ada dalil tegas dari al Qur-an dan hadits sehingga ini tidak bisa secara mutlaq di hindari dan perlu disikapi dengan adab dan ilmu tanpa ada paksaan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله  (w. 728 H) berkata:

وَأَمَّا مَسَائِلُ الاجْتِهَادِ فَلَا يُنْكَرُ فِيهَا بِالْيَدِ، وَلَيْسَ لِأَحَدٍ أَنْ يُلْزِمَ النَّاسَ بِاتِّبَاعِهِ فِيهَا، وَلَكِنْ يَتَكَلَّمُ فِيهَا بِالْعِلْمِ وَالْحُجَّةِ، فَمَنْ تَبَيَّنَ لَهُ صِحَّةُ أَحَدِ الْقَوْلَيْنِ اتَّبَعَهُ، وَمَنْ قَلَّدَ أَهْلَ الْقَوْلِ الْآخَرِ فَلَا يُنْكَرُ عَلَيْهِ

“Dalam masalah ijtihad, tidak boleh diingkari dengan paksaan dan tidak boleh seseorang memaksa orang lain untuk mengikutinya. Namun ia boleh menjelaskannya berdasarkan dalil. Siapa yang memandang salah satu pendapat lebih kuat, hendaklah ia mengikutinya. Dan siapa yang mengikuti pendapat lain tidak boleh diingkari.” (Majmu’ al Fatawa, 30/80).

Akar Masalah Kedua: Penyederhanaan Ilmu di Era Media Sosial

Fiqih yang kompleks dipaksa menjadi konten singkat, seperti dalam masalah rukyat hilal yang mana ia perlu melibatkan:

  • Dalil syar‘i, untuk menjadi dasar penetapan awal bulan hijriah;
  • Perbedaan mathla‘ (tempat terbit), ini akan mempengaruhi terlihat atau tidaknya hilal pada wilayah tersebut;
  • Otoritas hakim, sebagai penentu dari hasil rukyat hilal di lapangan;
  • Maslahat jamaah, ialah sebagai salah satu bahan pertimbangan hakim dalam mengambil keputusan ketika ada perbedaan hasil rukyat pada suatu wilayah.

Namun di media sosial, ia direduksi menjadi: “Ikut pemerintah atau ikut sunnah?”

Ini adalah false dichotomy (seolah-olah hanya ada 2 pilihan) yang tidak dikenal dalam metodologi ulama salaf, karena perkara ini bukanlah perkara yang sederhana dalam menentukan hasil.

Akar Masalah Ketiga: Ego Keshalihan dan Identitas Kelompok

Ketika idul fithri menjadi simbol identitas bagi sebagian orang dan bukan tidak lagi beribadah karena Allah, sehingga hanya untuk menunjukkan:

  • “Kami paling sunnah”
  • “Kami berbeda dari mayoritas”

Padahal Rasulullah ﷺ (w. 11 H) bersabda:

«مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ، وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ»

“Siapa yang memperdengarkan (amalnya agar dipuji), Allah akan memperdengarkan aibnya. Siapa yang berbuat riya’, Allah akan memperlihatkan (niat buruknya).” (HR. al-Bukhari no. 6499)

Karena seharusnya sunnah beliau ﷺ adalah untuk menyatukan umat, bukan ajang memamerkan perbedaan.

Akar Masalah Keempat: Hilangnya Kepercayaan kepada Ulama dan Otoritas

Di era post-truth, kepercayaan tidak lagi dibangun oleh keilmuan, akan tetapi oleh:

  • Jumlah follower, sehingga semakin banya follower maka akan semakin dipercaya;
  • Potongan video, karena semakin banyak potongan-potongan video yang tersebar maka akan semakin meyakinkan untuk didengar;
  • Narasi emosional, semakin menyentuh hati narasi-narasi yang disampaikan, maka akan semakin meyakinkan untuk dipercaya bahwa itulah kebenaran.

Padahal Allah ﷻ berfirman:

﴾فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ﴿

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,”  (QS. an-Nahl: 43).

Maka berdasarkan ayat ini yang hendaknya menjadi ukuran ialah keilmuan bukan hal-hal receh disebutkan di atas.

Mengapa Para Ulama Bisa Berbeda Pendapat Tapi Tidak Sampai Viral Seperti Fenomena Saat Ini?

Jawabannya ialah karena perbedaan mereka itu dibangun atas dasar ilmu dan dengan niat untuk mencari serta menegakkan kebenaran bukan ketenaran.

Perbedaan 1 Ramadhan dan 1 Syawwal bukanlah masalah baru dalam Islam, namun viralitas dan konflik yang menyertainya adalah fenomena modern. Ketidakpahaman terhadap ikhtilaf, penyederhanaan ilmu di media sosial dan krisis kepercayaan terhadap ulama menjadikan masalah fiqih berubah menjadi polemik tahunan. Dengan kembali kepada manhaj salaf, adab ilmiah dan kesadaran bermedia, umat Islam dapat menyikapi perbedaan dengan lebih dewasa, tenang dan penuh hikmah. Wallahu a’lamu bishshawab.

Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Tags: awal puasa berbedaberita ramadhan viralfiqih puasafiqih ramadhanhilalhisab dan rukyatislam indonesiakhilafiyahlebaran berbedapenentuan 1 ramadhanpenentuan 1 syawalperbedaan awal ramadhanperbedaan idul fitrisidang isbat
SummarizeShare234
Previous Post

Penentuan Awal Ramadhan dan 1 Syawal Ikut Siapa?

Next Post

Tafsir Surat An-Naba’ 27

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc. S1 Hadits Al Azhar - Mesir. Pengajar diniyah di Gistrav Islamia School

Related Stories

Ramadhan Pergi, Masjid Sepi, Apa yang Terjadi

Ramadhan Pergi, Masjid Sepi, Apa yang Terjadi?

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
April 10, 2026
0

Respon Syari’at Islam Terhadap Fenomena Futur Pasca Ramadhan Dulu Nangis di Malam-malam Ramadhan, Sekarang ? Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Ramadhan kemarin mungkin kita masih melihat dan merasakan, bahwa ada air mata...

puasa syawal dan puasa qadha

Hukum Menggabungkan Puasa Sunnah Syawwal dengan Puasa Qadha

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
April 1, 2026
0

Penjelasan Syar’i Tentang Penggabungan Puasa Qadha’ dan Sunnah Syawwal Pendahuluan: Ibadah yang Terlihat Sama, Tapi Hakikatnya Berbeda Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Puasa 6 hari di bulan Syawwal adalah amalan yang sangat...

puasa sunnah syawal

Puasa Sunnah Syawal

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
March 19, 2026
0

Puasa Sunnah 6 Hari Syawal: Penyambung Ibadah dan Penyempurna Pahala Di antara keindahan agama Islam yang hanif adalah bahwa ibadah tidak dibuat terputus, melainkan berkesinambungan. Allah menjadikan setelah...

fiqih zakat fitrah

Fiqih Zakat Fitrah

by Ustadz M. Faqihudin Ismail, B.A, M.A.
March 14, 2026
0

Fiqih Zakat Fitrah Zakat al-Fitr adalah salah satu syiar agung yang Allah ﷻ anugerahkan kepada hamba-Nya. Allah ﷻ mewajibkannya sebagai penutup bulan Ramadan. Zakat ini menjadi penyempurna bagi...

Next Post
Tafsir Surat An-Naba 27

Tafsir Surat An-Naba’ 27

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Tafsir Surat An-Naba’ 30
  • Menjaga Nyala Iman Sepanjang Tahun
  • Ramadhan Pergi, Masjid Sepi, Apa yang Terjadi?

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official