• Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Tafsir An-Naba’ 18

Ustadz Dhiaurrahman, Lc by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
September 3, 2025
in An-Naba'
Reading Time: 3 mins read

Tafsir An-Naba’ Ayat 18: Menyingkap Makna di Balik Tiupan Sangkakala dan Hari Kebangkitan

Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana akhir dari kehidupan di dunia ini akan terjadi?

Al-Qur’an memberikan gambaran yang jelas dan menggugah, salah satunya melalui surat An-Naba’ ayat 18. Ayat ini bukan hanya sekadar kalimat, melainkan sebuah visualisasi yang kuat tentang hari dimana seluruh umat manusia akan bangkit dan datang berkelompok-kelompok, dipanggil oleh tiupan sangkakala yang agung. Mari kita selami lebih dalam makna di balik firman Allah Ta’ala ini dan apa yang bisa kita petik dari peringatan tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا

“yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,” (Q.S An Naba’: 18)

Imam At Thabari rahimahullah (w. 310 H) menjelaskan:

“Allah berfirman: “yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala” Ayat tersebut ditafsirkan dengan kalimat “yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup…”. Ini merujuk kepada ‘Hari Keputusan’ (Hari Kiamat), seakan-akan maksudnya: hari pemisahan itu adalah waktu yang telah ditetapkan untuk janji Allah kepada orang-orang yang mendustakan, yakni pada saat sangkakala ditiup. Sudah saya jelaskan makna dari sangkakala pada tafsir yang telah lewat (lihat: Tafsir Ath Thabari 9/339, 340 dan 15/416-419) dan saya sampaikan juga bahwa para ahli tafsir memang berbeda pendapat didalamnya, karena itu, tidak perlu diulang kembali di sini. Adapun menurut pendapat yang kami pilih, bahwa sangkakala adalah sebuah terompet besar ditiup.” (Jami‘ Al Bayan Fi Ta’wil Ay Al Quran, 24/18-19, cet. Dar Hajar, Kairo)

Kemudian beliau menukilkan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘amr radhiyallahu ‘anhuma (w. 65 H), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (w. 11 H) ditanya oleh orang Arab Badui tentang sangkakala, lalu beliau bersabda:

قَرْنٌ يُنفَخُ فِيهِ

“(Ia adalah)Tanduk (terompet) yang ditiup.” (HR. Abu Dawud no. 4742)

Adapun perbedaan pendapat dalam hal ini sebagaiman yang beliau singgung, ialah diantaranya pendapat Imam Qatadah As Sadusi (w. 117 H) yang menyatakan bahwa bahwa sangkakala itu adalah mahluk hidup bukan terompet besar yajg ditiup (lihat: Tafsir At Thabari, 24/19), namun pendapat ini dilemahkan oleh Imam At Thabari (w. 310 H).

 

Pada potongan ayat berikutnya Imam At Thabari (w. 310 H) menyampaikan: “Kemudian Allah berfirman lagi: “lalu kamu datang berkelompok-kelompok,” Artinya, manusia pada hari itu akan berdatangan dalam kelompok-kelompok besar, beriringan, dan berombongan sesuai dengan keadaan mereka masing-masing.” (Jami‘ Al Bayan Fi Ta’wil Ay Al-Quran, 24/19, cet. Dar Hajar, Kairo).

Lalu Imam Al Qurthubi rahimahullah (w. 671 H) menyampaikan:

“Firman Allah Ta‘ala: “yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala…” maksudnya adalah untuk kebangkitan kembali, kemudian “lalu kamu datang”  yakni menuju tempat diperlihatkannya (amal). Kata “berkelompok-kelompok,” artinya adalah bangsa-bangsa atau umat-umat, masing-masing umat bersama pemimpin mereka. Ada pula yang menafsirkannya: berbondong-bondong dalam kelompok. Bentuk tunggalnya adalah ‘Fauj’ (rombongan). Kata ‘Yauma’ di sini dinashabkan sebagai pengganti dari kata Al Yaum pertama.” (Al Jami‘ Li Ahkam Al Quran, 19/175, cet. Dar Alam Al Kutub, Riyadh).

Kemudian untuk melengkapi tafsir beliau ini, beliau menukilkan hadits yang cukup panjang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu (w. 18 H) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (w. 11 H) menjawab pertanyaan beliau setelah meneteskan air matanya, bahwa pada hari kiamat setelah kelompok muslimin dipisah, maka manusia akan digiring dalam 10 kelompok yang berbeda-beda keadaannya sesuai dengan jenis maksiatnya (lihat: Tafsir Al Qurthubi, 19/175).

Berikutnya Imam Ibnu Katsir rahimahullah (w. 774 H) menyampaikan dalam tafsirnya:

“Mujahid (w. 103 H) berkata: “(Maksudnya) berkelompok-kelompok.” Ibnu Jarir (w. 310 H) berkata: “Maksudnya, setiap umat akan datang bersama rasulnya, sebagaimana firman-Nya surah Al Isra’: 71.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/304-305, cet. Dar Thayyibah, Riyadh)

Beliau menambahkan bahwa Al Bukhari (w. 256 H) meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (w. 57 H) dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (w. 11 H) menjelaskan lama jeda antara 2 tiupan sangkakala dan proses kebangkitan manusia dari kuburnya (lihat: Tafsir Ibnu Katsir, 8/304-305).

Kemudian Syaikh As Sa‘di rahimahullah (w. 1376 H) menyampaikan dalam tafsirnya:

﴿يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا﴾ وَيَجْرِي فِيهِ مِنَ الزَّعَازِعِ وَالْقَلَاقِلِ مَا يَشِيبُ لَهُ الْوَلِيدُ، وَتَنْزَعِجُ لَهُ الْقُلُوبُ.

“yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,” maka terjadilah berbagai huru-hara dan kegoncangan yang dahsyat hingga membuat anak kecil beruban, serta membuat hati manusia menjadi gelisah dan guncang.” (Taysir Al Karim Ar Rahman Fi Tafsir Kalam Al Mannan, hlm. 1072, cet. Dar Ibn Al Jauzi, Dammam).

Dari tafsir para ulama diatas, dapat kita simpulkan beberapa hal:

  1. Sangkakala merupakan salah satu mahluk Allah yang agung, berupa tanduk atau terompet besar yang akan ditiup pada momen hari kiamat (menurut pendapat yang paling kuat).
  2. Bahwa tiupan sangkakala akan terjadi 2 kali, pertama sebagai tanda kiamat besar dan yang kedua sebagai tanda kebangkitan seluruh manusia di Padang Mahsyar.
  1. Di Padang Mahsyar, Allah akan membangkitkan seluruh manusia tanpa terkecuali, lalu mengelompokkannya menjadi beberapa kelompok sesuai keadaan mereka ketika wafat.
  2. Semua bagian tubuh manusia akan hancur kecuali tulang ekor, dimana darinyalah manusia kembali dibangkitkan.

Wallahu a’lamu bishshawab.

SummarizeShare235
Previous Post

Sunnah-Sunnah Hari Jumat (Bag: 1) 

Next Post

Sunnah-Sunnah Hari Jumat (Bag: 2)

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc

Ustadz Dhiaurrahman, Lc. S1 Hadits Al Azhar - Mesir. Pengajar diniyah di Gistrav Islamia School

Related Stories

Tafsir Surat An-Naba’ 30

Tafsir Surat An-Naba’ 30

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
April 17, 2026
0

Tafsir Surah an Naba’: 30 - Ketika Azab Tidak Pernah Berhenti Bismillah walhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Allah ﷻ berfirman:  فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا “Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan...

Tafsir Surat An-Naba’ 29

Tafsir Surat An-Naba’ 29

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
April 15, 2026
0

Tafsir Surah an Naba’: 29 - Ketelitian Allah ﷻ dalam Mencatat Setiap Amal Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Allah ﷻ berfirman: ﴾وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا﴿ “Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam...

Tafsir Surat An-Naba’ 28 Pendustaan yang Disengaja dan Membangkang

Tafsir Surat An-Naba’ 28

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
February 25, 2026
0

Tafsir Surat An-Naba’ 28: Pendustaan yang Disengaja dan Membangkang Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Allah ﷻ berfirman: ﴿ وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا ﴾ “Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.”  Ayat ini menyingkap hakikat...

Tafsir Surat An-Naba 27

Tafsir Surat An-Naba’ 27

by Ustadz Dhiaurrahman, Lc
February 15, 2026
0

Tafsir Surat An-Naba’ 27: Mengapa Orang Kafir Tidak Takut Hisab? Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba'du. Al Qur-an tidak sekadar mengabarkan adanya azab, tetapi juga menjelaskan sebab-sebabnya secara rinci. Salah satu sebab utama...

Next Post

Sunnah-Sunnah Hari Jumat (Bag: 2)

Tanya Islam

Tanya Islam adalah platform dakwah yang menghadirkan jawaban-jawaban islami secara ringkas, jelas, dan terpercaya. Kami berkomitmen membantu masyarakat memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan para ulama.

Recent Posts

  • Apakah Puasa Arofah Menghapus Dosa Besar?
  • Ketika Puasa Arafah Bertepatan dengan Hari Jum’at
  • Hukum Menjual Kulit Qurban

Categories

  • Adab & Akhlak
  • Al-Quran
  • An-Naba'
  • Aqidah
  • Dzikir & Doa
  • Fiqih
  • Hadis
  • Haji & Umrah
  • Halal-Haram
  • Hikmah
  • Jenazah
  • Keluarga
  • Konsultasi
  • Muamalah
  • Puasa
  • Qurban
  • Ramadhan
  • Shalat
  • Thaharah
  • Uncategorized
  • Usrah
  • Zakat
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tafsir Al-Quran
  • Aqidah
  • Adab & Akhlak

© 2025 Managed by ANB Official