Tafsir An-Naba’ Ayat 21 : Mengapa Neraka Diciptakan sebagai Tempat Kembali?
Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.
Di tengah ketenangan Al-Qur’an, ada satu ayat yang hadir sebagai pengingat yang mengguncang jiwa. Surah An-Naba’ ayat 21 membuka tirai tentang realitas yang sering kita lupakan: NERAKA JAHANNAM, tempat kembali yang tak terhindarkan bagi mereka yang ingkar. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
“Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,” (Q.S An Naba’: 21)
Imam At Thabari rahimahullah (w. 310 H) menjelaskan:
يَعْنِي تَعَالَى ذِكْرُهُ بِقَوْلِهِ: ﴿إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا﴾: إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ ذَاتَ رَصْدٍ لِأَهْلِهَا الَّذِينَ كَانُوا يُكَذِّبُونَ فِي الدُّنْيَا بِهَا وَبِالْمَعَادِ إِلَى اللهِ فِي الآخِرَةِ، وَلِغَيْرِهِمْ مِنَ الْمُصَدِّقِينَ بِهَا. وَمَعْنَى الْكَلَامِ: إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ ذَاتَ ارْتِقَابٍ تَرْقُبُ مَنْ يَجْتَازُهَا وَتَرْصُدُهُمْ.
“Maksud firman Allah Ta‘ala:“Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,” yaitu bahwa Jahanam memiliki tempat pengintai bagi penghuninya, yaitu orang-orang yang ketika di dunia mendustakan adanya neraka dan kebangkitan menuju Allah di akhirat. Juga (neraka itu menjadi pengawas) bagi orang-orang lain yang membenarkan adanya neraka. Makna perkataan ini adalah: sesungguhnya Jahanam adalah tempat pengintaian, yang menunggu orang-orang yang hendak melewatinya, dan mengawasi mereka.” Kemudian beliau menukilkan penjelasan Hasan Al Bashri rahimahullah (w. 110 H) bahwa semua penghuni surga pasti akan melewati track neraka terlebih dahulu sebelum sampai ke surga dan tidak ada yang bisa lolos dari track ini kecuali yang Allah izinkan saja. Juga penjelasan Qatadah bin Di’amah rahimahullah (w. 117 H) yang senada dengannya. Berikutnya, penjelasan dari Sufyan Ats Tsauri rahimahullah (w. 161 H) bahwa di atas neraka itu terbentang 3 jembatan. (Jami‘ Al Bayan Fi Ta’wil Ay Al Quran, 24/20-21, cet. Dar Hajar, Kairo).
Lalu Imam Al Qurthubi rahimahullah (w. 671 H) menyampaikan:
“Kata “Mirshad” adalah bentuk mif‘al dari kata rashada, yang berarti mengintai. Rashad adalah segala sesuatu yang ada di hadapanmu.” (Al Jami‘ Li Ahkam Al Quran, 19/177, cet. Dar Alam Al Kutub, Riyadh).
Kemudian beliau menukilkan penjelasan beberapa ulama, lalu menyimpulkan:
“Kesimpulannya, neraka Jahanam adalah tempat yang dipersiapkan untuk mengintai manusia. Ia merupakan bentuk mif‘al dari kata rashad, yang berarti pengawasan atau pengintaian, yakni neraka itu “menunggu” kedatangan siapa saja yang akan masuk ke dalamnya. Kata “Mirshad” sendiri adalah pola mif‘al, salah satu bentuk yang menunjukkan makna berlebih-lebihan, sebagaimana kata mi‘thar dan mighyar. Maka seolah-olah, dari neraka Jahanam itu keluar banyak pengintaian terhadap orang-orang kafir yang akan memasukinya.” (Al Jami‘ Li Ahkam Al Quran, 19/177, cet. Dar Alam Al Kutub, Riyadh).
Berikutnya Imam Ibnu Katsir rahimahullah (w. 774 H) menyampaikan dalam tafsirnya:
“Maksudnya adalah tempat yang telah disiapkan dan dipersiapkan dengan seksama.” Lalu beliau menukilkan penjelasan beberapa ulama: Hasan Al Bashri rahimahullah (w. 110 H) dan Qatadah bin Di’amah rahimahullah (w. 117 H) menafsirkan ayat ini dengan mengatakan: “Tidak ada seorang pun yang dapat memasuki surga sebelum melewati neraka. Jika ia membawa ‘izin’ (keselamatan dari Allah), maka ia akan selamat. Namun bila tidak, ia akan tertahan di dalamnya.” Sedangkan Sufyan Ats Tsauri rahimahullah (w. 161 H) menambahkan penjelasan: “Di atas neraka itu terdapat tiga jembatan (yang harus dilalui).” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/305, cet. Dar Thayyibah, Riyadh).
Kemudian Syaikh As Sa‘di rahimahullah (w. 1376 H) menyampaikan dalam tafsirnya:
وَتُوقَدُ نَارُ جَهَنَّمَ الَّتِي أَرْصَدَهَا اللَّهُ وَأَعَدَّهَا لِلطَّاغِينَ
“Dan dinyalakanlah api neraka Jahanam yang telah Allah siapkan dan persiapkan khusus bagi orang-orang yang melampaui batas.” (Taysir Al Karim Ar Rahman Fi Tafsir Kalam Al Mannan, hlm. 1072, cet. Dar Ibn Al Jauzi, Dammam).
Dari tafsir para ulama diatas, dapat kita simpulkan beberapa hal:
- Neraka Jahannam adalah salah satu mahluk Allah yang agung dan merupakan tempat Allah menghukum hamba-hamba-Nya yang kufur.
- Semua manusia dan jin pasti akan melalui neraka, banyak dari mereka yang tidak selamat dan sebagiannya selamat hingga ke surga.
- Yang bisa selamat dari siksa neraka hanya mereka yang Allah izinkan saja, disebabkan adanya keimanan dalam hati mereka.
Wallahu a’lamu bishshawab.



