Tafsir An Naba’ Ayat 4: Ancaman bagi Pengingkar Hari Kiamat
Bismillah, walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.
Insyaallah kali ini penulis berusaha merangkum beberapa tafsir dari para ulama untuk surah An Naba’ ayat ke 4, semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
كَلَّا سَيَعْلَمُونَ
“Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,” (QS. An Naba’: 4).
Imam Ath Thabari rahimahullah (w. 310 H) mengatakan dalam tafsirnya:
“Allah Ta’ala berfirman: “Kalla” (Sekali-kali tidak), yakni tidaklah perkara itu sebagaimana yang diklaim oleh orang-orang musyrik yang mengingkari kebangkitan yang dilakukan oleh Allah terhadap mereka dalam keadaan hidup setelah kematian mereka.
Lalu Allah Maha Luhur pujian-Nya mengancam mereka atas ucapan mereka tersebut, dan berfirman: “Saya’lamun” (Kelak mereka akan mengetahui), yaitu, orang-orang kafir yang mengingkari ancaman Allah terhadap musuh-musuh-Nya kelak akan mengetahui apa yang akan Allah lakukan terhadap mereka pada Hari Kiamat.
Lalu beliau menukilkan sebuah riwayat:
“Diriwayatkan pula dari adh-Dhahhak bin Muzahim tentang hal itu: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Mihran, dari Abu Sinan, dari Tsabit, dari adh-Dhahhak: (QS. An Naba’: 4), yang dimaksud adalah orang-orang kafir.” (Jami‘ Al Bayan fi Ta’wil Ay Al Quran, 24/303, cet. Dar Hijr, Kairo)
Kemudian Imam Al Qurthubi rahimahullah (w. 671 H) menyampaikan:
“Dan diriwayatkan dari adh-Dhahhak dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata: “Itu karena orang-orang Yahudi banyak menanyakan kepada Nabi ﷺ tentang berbagai hal, lalu Allah Maha Luhur pujian-Nya mengabarkan kepadanya tentang perbedaan pendapat mereka (kaum Yahudi), kemudian Allah mengancam mereka dengan firman-Nya: (QS. An Naba’: 4). Maksudnya: Mereka akan mengetahui akibat dari (pendustaan terhadap) al-Qur’an, atau: mereka akan mengetahui tentang kebangkitan itu, apakah benar adanya atau batil.
Dan kata كَلَّا (kalla) merupakan bantahan terhadap mereka dalam hal pengingkaran mereka terhadap kebangkitan atau pendustaan mereka terhadap al-Qur’an. Maka kata itu bisa menjadi waqaf (berhenti bacaan padanya).”
Kemudian, beliau menukilkan riwayat yang telah dinukilkan oleh Imam Ath Thabari rahimahullah (w. 310 H) diatas. (Al Jami‘ li Ahkam Al Quran, 22/244, cet. Dar Al Kutub al-Mishriyyah, Kairo).
Selanjutnya Imam Ibnu Katsir rahimahullah (w. 774 H) mengatakan dalam tafsirnya:
ثُمَّ قَالَ تَعَالَى مُتَوَعِّدًا لِمُنْكِرِي الْقِيَامَةِ: ﴿كَلا سَيَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلا سَيَعْلَمُونَ﴾ وَهَذَا تهديدٌ شَدِيدٌ وَوَعِيدٌ أَكِيدٌ.
“Kemudian Allah Ta’ālā berfirman, dengan nada ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari hari kiamat (QS. An Naba’: 4-5), Ini adalah ancaman yang sangat keras dan peringatan yang sangat tegas.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/306, cet. Dar Thayyibah)
Syaikh As Sa’di rahimahullah (w.1376 H) berkata dalam tafsirnya:
وَلِهَذَا قَالَ: (﴿كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ﴾)، أَيۡ: سَيَعْلَمُونَ إِذَا نَزَلَ بِهِمُ ٱلْعَذَابُ مَا كَانُوا بِهِ يُكَذِّبُونَ، حِينَ (﴿يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعّٗا﴾)، وَيُقَالُ لَهُمْ: ((هَذِهِ النّارُ الَّتي كُنتُم بِها تُكَذِّبون))
“Oleh karena itu Allah berfirman (QS. An Naba’: 4-5), yakni, mereka akan mengetahui ketika azab menimpa mereka, akan kebenaran perkara yang dahulu mereka dustakan, yaitu ketika mereka diseret dengan paksa ke dalam neraka Jahanam (QS. Ath Thur’: 13).
Dan dikatakan kepada mereka (QS. Ath Thur’:14). (Taysir Al Karim Ar Rahmann fī Tafsir Kalam Al Mannan, hlm. 921, cet. Dar As Salam, Riyadh) .
Wallahu a’lamu bishshawab, demikian beberapa tafsir ulama pada surat An Naba’ ayat 4 semoga bermanfaat. Sampai berjumpa kembali di artikel berikutnya untuk tafsir surat An Naba’ ayat 5 insyaallah.
Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad waalihi washahbihi wasallam, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.



